RSS

Arsip Tag: notebook

Battery Alert

Sudah setahun lebih, saya menggantungkan diri pada notebook HP Compaq Pressario CQ20-326TU. Tidak ada masalah. Nyaris.

Sampai dua hari yang lalu, saya menemukan tulisan seperti ini pada saat booting startup.

HP BATTERY ALERT:
The system has detected the storage capacity of the battery stated below to be very low.
For optimal performance this battery may need to be replaced.
Primary (internal) bettery [Error code 601]

ENTER – Continue Startup

Read the rest of this entry »

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 28, 2010 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,

Dual Core Dua Ribu

Fyuhhh…

Akhirnya bisa bernafas lega setelah hampir dua bulan berkutat dengan laptop kesayangan yang “ngambek”. Berawal dari kerusakan di DVD-RW nya, yang kemudian menjalar ke main boad dan bluetooth. Sebelum akhirnya mati total, dengan berat hati dilepas juga ke “tangan” yang masih bisa memanfaatkannya. Itu juga didesak ama Jojo, katanya biar aku ga stres dan repot mikirin laptop melulu. Dan sebagai gantinya, Jojo menghadiahkan laptop baru dengan ukuran yang lebih kecil. Berbekal processor Dual Core dan layar 12 inch akhirnya bisa posting di blog lagi. Terima kasih , hon…*cium-cium Jojo*

Dan setelah lama tidak membuka blog ini, ternyata pengunjungnya udah mencapai angka dua ribu *horeeeee…*. Dalam waktu 6 bulan lho… Terima kasih buat semua yang sudah berkunjung, baik yang meninggalkan jejak ataupun tidak. Semoga akan lebih banyak cerita yang bisa dibagikan di sini. 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 26, 2009 in entahlah...

 

Tag: , , ,

Janji palsu

Seminggu yang lalu, laptop kesayangan rusak (ya iyalah..cuman satu-satunya, pasti disayang dong). DVD drive-nya ga kebaca ama Windows. Saya pun jadi panik. Kalau soal software sih saya masih rada-rada ngerti, tapi kalo udah menyangkut hardware saya angkat tangan.  Saya lalu berkonsultasi ke karyawan IT di kantor saya (si suami yang nun jauh di sana sudah menyarankan untuk diservice aja).  Menurut si mas itu, DVD drive-nya juga ga kebaca di BIOS, jadi harus dibongkar. Mungkin ada kabel data atau komponennya yang rusak. Si mas ga berani membongkar karena masih tersegel (walaupun masa garansinya udah habis).

Singkat cerita, saya memutuskan untuk membawa laptop saya ke tukang service. Setelah bertanya ke om google dimana tempat  “service laptop di Bogor”. Dari beberapa pilihan, saya memilih tempat terdekat, yaitu di BTM. Berbekal nama tempat dan alamat serta slogan yang muncul di internet “specialist laptop service in Bogor“, saya mendatangi tempat service itu. Ternyata sebuah kios penjualan laptop second. Saya bertanya ke bapak (sebut aja “A”) yang sedang menjaga kios itu, apakah bisa memperbaiki laptop saya dengan persoalan di atas. Bapak A menyanggupi untuk mengerjakan laptop saya dengan janji besok pagi (saya datang Selasa sore) laptop sudah bisa saya ambil.

Sampai sore keesokan harinya, saya belum juga mendapat kabar mengenai laptop saya. Akhirnya saya menghubungi bapak A lewat sms. Ternyata laptop saya belum beres, dengan alasan teknisinya belum menghubungi. Beliau pun memberikan ceramah tidak penting bahwa laptop jenis Acer seperti laptop saya di atas setahun pasti banyak masalah. Saya menimpali dengan mengatakan setahu saya hampir semua barang elektronik seperti itu, bukah hanya Acer. Saya lalu menanyakan kapan bisa selesai, dan dijawab dengan menyebutkan hari Jumat sore.

Jumat sore, sesuai kesepakatan saya mendatangi kios itu dengan harapan laptop saya sudah selesai dikerjakan. Begitu saya sampai di sana, saya diberikan jawaban bahwa laptop saya belum juga beres, karena ada spare part yang harus dibeli di Jakarta, dan susah dicarinya. Katanya sekring buat DVD drive yang ada di mainboard laptop saya putus, sehingga DVD tidak terbaca. Saya lalu minta kepastian, kapan bisa beres karena saya sangat membutuhkan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Bapak A berjanji bahwa laptop bisa saya ambil hari Minggu pagi jam 10. Walaupun kesal, saya mencoba bersabar.

Minggu pagi, jam 11.00 sepulang dari gereja saya kembali mendatangi kios bapak A.  Ternyata beliau tidak di tempat, dan saya dilayani oleh asistennya. Saya menanyakan soal laptop saya, dan si mbak langsung menghubungkan saya dengan bapak A via telepon. Lagi-lagi, bapak A mengatakan laptop saya belum beres. Kali ini alasannya adalah untuk memperbaiki kerusakan di laptop saya harus hati-hati untuk mencegah kerusakan lebih parah. Saya sudah sempat membatalkan permintaan service tersebut, tapi sesaat saya berpikir. Laptop saya sudah diutak-atik, kalau saya terima dalam keadaan tidak beres berarti saya yang rugi. Akhirnya saya memberikan waktu sehari lagi kepada bapak A untuk membereskan laptop saya.

Sebenarnya saya sudah pesimis laptop saya bisa beres dalam satu hari, tapi tidak ada salahnya mencoba. Senin siang saya ditelpon oleh bapak A yang mengatakan bahwa laptop saya sudah selesai, dan DVD drive sudah bisa terbaca. Tentu saja saya senang penantian saya berbuah juga. Sore hari, sepulang kerja saya langsung menuju ke kios di BTM itu. Sesampainya saya di sana, saya disodorkan laptop saya dengan jawaban yang membuat saya terdiam saking kesalnya. Bapak A mengatakan bahwa tadi sewaktu di tempat teknisinya DVD drive-nya sudah terbaca dan berfungsi. Tetapi begitu dibawa ke BTM, “penyakit”nya kambuh lagi alias masih belum bisa terbaca. Si bapak tidak bisa memberikan penjelasan yang logis. Saya meminta untuk bertemu dengan teknisinya, tapi kata bapak A dia sudah menghubungi teknisinya dari pagi untuk datang ke BTM tapi sampai sore tadi belum juga datang.

Akhirnya saya membatalkan service. Saya membawa pulang laptop saya dengan kondisi yang sama dengan pada saat saya membawanya ke kios itu (eh tidak juga, setelah saya periksa ada beberapa program yang ditambahkan ke laptop saya yang mana setahu saya belum pernah ada sebelumnya). Sesampainya saya di rumah, dengan capek dan kecewa, tiba-tiba saya mendapat sms dari bapak A. Dia menanyakan bagaimana dengan spare part yang sudah diganti, siapa yang harus membayar (katanya sih harganya mahal). Dia juga mengabarkan bahwa teknisinya bersedia untuk memperbaiki lagi.

Aaaaarrgghhh. Kesabaranku habis. Saya lalu mengirimkan sms balasan mengatakan saya merasa tidak perlu mengganti spare part apapun karena saya menerima laptop dalam kondisi yang sama. Kalaupun ada penggantian spare part, toh spare part itu tidak berfungsi.  Tidak lama kemudian ada sms balasan dari bapak A yang meminta maaf dan mengatakan bahwa tadinya DVD drive laptop saya sudah bisa terbaca. Saya lalu mengatakan bahwa saya ingin bertemu dengan teknisinya langsung dan meminta kepastian berapa lama dia bisa menyelesaikan laptop saya, karena saya capek dengan janji-janji yang tidak ditepati. Sampai sekarang belum ada kabar lagi dari Bapak A maupun teknisinya.

Jujur saja, saya sudah tidak berminat membawa laptop saya untuk diservice di tempat itu lagi. Selain kesal dengan janji-janji palsu, saya juga capek berhadapan dengan bapak A yang ngomongnya belibet dan tidak bisa memberikan penjelasan dengan jelas dan baik.  Buat rekan-rekan Blogor atau yang berdomisili di Bogor, ada rekomendasi ga ke mana saya harus membawa laptop saya untuk diperbaiki?

PS.

Kalo dapat masalah kayak gini, makin kerasa betapa saya membutuhkan suami untuk membereskan persoalan ini. Soalnya pria biasanya lebih paham dan lebih dihargai daripada wanita dalam hal “tukang-tukangan”.  Saya tentu saja melaporkan setiap hal ke Jojo juga meminta pertimbangan dari dia. Jojo bahkan berulangkali meminta izin untuk “bertindak”, tapi saya bilang belum perlu. Tapi ternyata belakangan saya baru tahu kalau Jojo sempat “menggertak” bapak A via sms…hehe.

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2009 in tentang saya

 

Tag: ,