RSS

Arsip Tag: keluarga

Enam Enam

Enam tahun yang lalu, “kita” berarti aku dan kamu.

holding-hands1

Enam bulan yang lalu, “kita” berarti aku, kamu dan dia.

hands

Happy 6th anniversary to our li’l family

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2014 in tentang kamu, tentang kita, tentang saya

 

Tag: ,

Mari Bermimpi

 Kalau ditanyain “apa cita-citamu?”, kayaknya berasa jadi anak kecil atau anak SD lagi ya… Cita-cita sering diidentikkan dengan pekerjaan atau karir saat dewasa, atau minimal selepas dari bangku perkuliahan. Tapi coba kalau ditanya “apa sih mimpimu?”

Eits.. ini bukan mimpi saat tidur ya. Tapi lebih ke arah harapan, keinginan mau jadi apa di masa akan datang. Bukan spesifik soal karier, tapi lebih ke big picture atau gambaran besar dirimu 5 atau 10 tahun yang akan datang. Biasanya ya kalau mau melamar pekerjaan, dalam soal psikotest selalu ditanyaain gambaran diri 5, 8, 10, dan 20 tahun yang akan datang.

Saya selalu menjawab bahwa mimpi saya adalah seorang wanita yang mandiri. Kemandirian yang saya mau bukan hanya dalam dunia kerja (karier) tapi juga dalam kehidupan berkeluarga. Kemandirian dalam hidup berkeluarga bukan berarti saya nggak butuh suami atau laki-laki ya.. tapi lebih ke arah mandiri secara finansial. Saya tidak mau tergantung pada suami untuk menghidupi diri saya.

Untuk itu saya bekerja. Pekerjaan yang saya lakoni, untungnya, sesuai dengan kemampuan dan minat saya yaitu menjadi seorang ilmuan. Dan alangkah naifnya saya kalau saya mengatakan saya tidak memperhitungkan soal penghasilan dari pekerjaan saya tersebut. So far… penghasilan yang saya peroleh masih cukup untuk kehidupan saya sehari-hari bersama keluarga (dalam hal ini saya dan suami). Toh suami saya yang freelance juga berpenghasilan. Tapi bagaimana nanti kalau kami sudah diberi kepercayaan mendapatkan keturunan?

Saya harus tetap mempertahankan mimpi saya untuk mandiri tadi. Apapun keadaan saya ke depannya. Selain mengatur dan menapaki jenjang karier, saya mulai belajar untuk mendapatkan penghasilan sampingan. Salah satu contohnya, saya jualan koleksi buku yang saya tidak baca lagi. Lumayan kan jadi duit.  Trus mulai ikut  nyari penghasilan sampingan juga. Tentu saja saya sebagai pemula dalam bisnis, akan memilih pekerjaan sampingan dengan modal sedikit tapi hasil memuaskan 🙂

Itulah mimpi saya.  Dan mimpi itu saya jadikan sebagai motivasi dan cambuk bagi diri saya. Dan kamu? Apa mimpimu?

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: , , ,

Home, Sweet Home

Jadi.. setelah mengakhiri dengan resmi masa LDR, maka dimulailah tahapan berumah tangga yang sebenarnya. Ya, meski telah berkeluarga selama dua tahun lebih, tapi sebenarnya untuk kehidupan berumah tangga barulah dimulai.

Tahap awal adalah mencari rumah tinggal. Secara kami berdua bukan penganut pondok-mertua-indah-isme 🙂 Sebenarnya sih sudah pernah membeli sepetak tanah, hanya belum sempat dibangun rumahnya duitnya udah keburu habis. Beruntungnya kami, kakak saya mempunyai sebuah rumah yang dikontrakkan untuk orang lain. Dengan sedikit bernegosiasi, akhirnya kami boleh “ngontrak” di rumah itu.

Berikutnya adalah mengisi rumah. Standar aja sih, mulai dari tempat tidur, televisi, kulkas, kompor gas sampai ke printil-printilannya seperti gelas, sendok, dan sebagainya. Double lucky, beberapa barang diangkut dengan persetujuan dari rumah orang tua. Jadi lumayan terbantulah.

Udah lengkap (menurut kami), sudah pengen masuk rumah baru dong.. Eits, ga bisa sembarangan, kata orang tua. Harus lihat hari baik dan ada ritualnya. Dengan setengah hati, kami membiarkan orang tua berembug menentukan kapan pindahannya. Dan ditetapkanlah tanggal 11 April kemarin untuk masuk ke rumah itu. Masuknya pun harus jam 06.00 pagi. Jangan tanya alasannya, saya ndak bisa menjelaskan dan ga berusaha mencari tahu juga. hari pertama di rumah baru harus nyiapain penganan kecil berupa kue yang manis-manis. Yang dari Sulawesi Selatan tahu pasti harus ada kue onde-onde (klepon) di antara kue-kue lainnya. Kalau ndak salah, kue itu menandakan rumah dan gula merah yang manis di dalamnya diibaratkan sebagai kebaikan. Artinya diharapkan dari rumah baru ini selalu ada kebaikan di dalamnya.

Jadi, inilah tempat tinggal kami yang baru.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 13, 2011 in entahlah...

 

Tag: ,

Surat cinta-ku yang terakhir

Kapan terakhir kali kamu menerima surat cinta?

Me? Saya sudah lupa. Mungkin waktu saya SMA 🙂 Dan semua pasti setuju kalo saya bilang menerima surat cinta itu bikin jantung berdebar-debar, senyum-senyum sendiri sambil membacanya. Biarpun datangnya dari orang yang kita ga suka. Apalagi kalau surat cinta-nya dari gebetan. Bisa bahagia berhari-hari…

Berawal dari blognya Simbok, yang bercerita tentang surat-surat precilnya dan beberapa surat yang dia terima, saya jadi berangan-angan ingin menerima surat cinta lagi. Ingin merasakan debaran-debaran itu lagi.

Nah, semalam saya menceritakan hal itu kepada suami via telepon. Sedikit memaksa, saya meminta dia mengirimkan surat cinta itu. Si suami spontan menolak. “Lha, tiap malam kita ngobrol. Apalagi yang mau ditulis di surat? Lagian udah ga jaman lah itu“, katanya.

Bukan Desty kalau langsung menerima begitu saja. Saya mulai mengeluarkan argumentasi tentang esensi surat (tsaah). Intinya, kalau lewat surat itu beda rasanya dengan berbicara langsung. Lewat surat, kita pasti memilih diksi yang indah, tepat dan mewakili perasaan kita. Tidak jarang isi suratnya diganti kembali supaya hasilnya lebih baik lagi. Kalau ngomong, ya tinggal diralat kalau salah.

Argumentasi saya ditutup dengan jawaban dari dia, “Ah… ga penting itu, dek..“. Ya sudahlah, memang nasib saya kali punya suami yang kiblat keromantisannya berbeda dengan saya.

Tapi, pagi ini saya bangun dan memeriksa timeline di twitter. Dan saya mendapatkan “surat” berikut ini. (Ket: baca dari bawah ya…)

Menurut anda, itu bisa dikategorikan ” surat cinta” ga? 😀

 

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 24, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang kita

 

Tag: ,

Pas enaknya…

Jadi, ceritanya tadi siang hujan deras. Biasanya dinginnya hujan berbanding lurus dengan keinginan untuk makan. Sebenarnya bawa bekal makan siang sih, hanya laparnya ini lapar pengen ngemil. Seorang teman yang seruangan juga dalam kondisi sama laparnya.

Ndilalah…suami nelpon.

Dek.. aku barusan masak lasagna. Mau dibawain nggak?”

Wooh.. tentu saja saya iyakan. Tidak sampai 10 menit kemudian, datanglah 1 porsi lasagna buatan suami.

Rasanya ga kalah sama buatan resto 🙂

Suamiku emang hobby masak. Pas lah bersanding dengan aku yang ga bisa masak..haha.. Jadi, kalau dia lagi datang gimana diriku bisa berdiet? Saya kan istri yang setia… setia nyicipin masakan suami.

 

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 11, 2010 in entahlah..., tentang kamu

 

Tag: , ,

Kembali (lagi)

Kembali (lagi)

berteman dengan sebentuk teknologi

sesaat menggantikanmu

Kembali (lagi)

menjumpai  dirimu dalam bentuk lain

suara dan huruf

ekspresi di dalam imajinasi

Kembali (lagi)

menantikan hari-hari dimana

aku bisa meletakkan  jemariku

dalam genggaman tanganmu

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2010 in tentang kita

 

Tag: ,

dari Bedugul ke Uluwatu

Sebelumnya : Setelah menghadiri acara pernikahan kakak ipar di Palembang dan mengunjungi bapatua di Jakarta, tibalah pada tujuan perjalanan yang utama, Bali.  Kami memilih penginapan di daerah Sanur. Kenapa di Sanur?

Ini rekomendasi dari saudara. Alasannya, di Sanur ga seramai di Kuta, cocoklah buat bulan madu. Kami menginap di Agung and Sue (Watering Hole) Homestay, sebuah penginapan dengan arsitektur khas Bali, yang jaraknya hanya 10 meter dari pantai Sanur (jadi kalau mau ke pantai Sanur tidak usah membayar lagi).

Berhubung besoknya adalah Hari Raya Nyepi, malam itu ada pawai ogoh-ogoh. Kayaknya semua warga tumpah ke jalan menyaksikan arak-arakan patung simbol kejahatan dalam berbagai rupa. Yang nggak enaknya, hampir semua tempat makan tutup dan ada beberapa ruas jalan yang ditutup. Pihak penginapan juga tidak bisa menyediakan makan malam. Untungnya, kami menemukan sebuah rumah makan padang yang masih buka tidak jauh dari penginapan. Tidak lama setelah kami makan, tempat itu kemudian diserbu banyak orang yang pastinya juga kelaparan. Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2010 in jalan-jalan, tentang kita

 

Tag: , ,