RSS

Arsip Tag: doa

Setiap hubungan selalu layak untuk dipulihkan

rekonsiliasi

Semua orang pernah menjalani suatu bentuk hubungan dengan sesamanya. Baik itu sebagai teman, saudara ataupun kekasih. Terkadang hubungan itu tidak berjalan dengan mulus. Tidak sedikit bahkan harus berakhir dan menimbulkan perpecahan. Seperti dua buah tempat yang dihubungkan oleh satu jembatan, ketika jembatan itu rusak maka demikian pula dengan hubungan antara dua tempat itu.

Lalu bagaimana jika hubungan itu menjadi rusak? Beberapa orang memilih untuk berdiam diri, lari dari kenyataan, berpura-pura masalah itu tidak ada, atau memenuhi keinginan lawan (seteru). Semua itu dilakukan untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. Tentu saja sesuatu bernama kedamaian itu juga tidak akan didapatkan jika menghindari konflik. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa dia merasa damai, percayalah itu hanya kedamaian semu.

Jadi apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan hubungan yang rusak itu?

Bawa dalam doa setiap saat kepada Yang Maha Kuasa. Hubungan itu bisa ada karena kehendakNya juga. Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini tanpa seizinNya. Termasuk kerusakan hubungan itu. Tanyakan padaNya, apa maksud dari keretakan hubungan itu.

Selanjutnya ambil insiatif untuk memulihkan hubungan. Jangan menunda atau berkata “ah..nanti waktu yang akan memulihkannya”. Waktu itu sendiri tidak pernah menyembuhkan luka. Waktu hanya menyebabkan luka itu bernanah. Tapi jangan juga tergesa-gesa untuk segera membereskan masalah. Temui dia, dan sampaikan padanya bahwa anda ingin memulihkan hubungan itu. Jangan lupa mengakui bahwa anda juga punya peranan dalam kerusakan itu. Pada saat anda mengakui kesalahan dan kelemahan anda, hal itu bisa meredakan amarahnya.

Jangan hanya berempati, tapi bersimpatilah pada perasaannya. Speak less and listen more. Biarkan dia menceritakan keluh kesahnya, dan cobalah menempatkan diri pada posisinya. Setidaknya anda bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari kerusakan hubungan ini. Perdamaian selalu punya label harga. Mungkin itu seharga dengan kesombongan dan keegoisan anda.

Utamakanlah rekonsiliasi, bukan resolusi. Rekonsiliasi mengutamakan hubungan, sementara resolusi mengutamakan masalah. Pada saat anda mengutamakan rekonsiliasi, masalah akan kehilangan makna. Bersama-sama, anda dan dia menyerang masalahnya dan bukan saling menyerang pribadi yang terlibat. Anda boleh berdiskusi atau bahkan berdebat. Tetapi tetap gunakan semangat keharmonisan. Dinginkan kepala jika suhu mulai memanas. Selalu dibutuhkan banyak usaha untuk memulihkan hubungan.

Sebuah kalimat dari surat seorang rasul kepada jemaat di Roma mengatakan,

“sedapat-dapatnya,  jika hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 14, 2009 in Ngerumpi, tentang DIA, tentang kita

 

Tag: ,

I should not

sometimes I thought

I’ve include You in my plan

otherwise, I supposed to

include me in Your plan

then when everything turn to crap

I start to blame You

askin’ You, where You go?

why could be?

I forgot, You were sealed and wrapped nicely

in my box of mind

I should not

put You in my box of mind

sealed and wrapped  it nicely

just to make sure

You always here with me

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2009 in tentang DIA, tentang saya

 

Tag: , ,

Malaikat kecil

little angel

Saya memandangi butiran-butiran berwarna kuning kecil yang ada dalam plastik bersegel itu.  Masih ada 10 butir, berarti masih 10 hari lagi. Lima menit yang lalu saya terbangun dari mimpi buruk, dimana dalam mimpi itu saya berada di tengah-tengah reuni dengan kawan-kawan lama. Anehnya, semua kawan yang perempuan perutnya buncit dengan senyum sumringah. Mereka saling menanyakan usia kandungan mereka dan apa yang mereka rasakan selama proses kehamilan. Suara-suara mereka begitu riuh, seriuh kesibukan mereka. Dan saya satu-satunya yang terdiam tanpa ada yang mengajak bicara.

Saya seketika mengusap perut saat mengingat kembali mimpi itu. Perutku masih rata, yah mungkin sedikit ada lekukan, tapi percayalah itu hanya jaringan lemak yang ada di bawah lapisan kulitku. Tapi jauh di dalam sana, ada sesuatu yang sementara diobati oleh penawar butiran-butiran kuning tadi. Tanganku bergerak mengambil sebuah foto di laci meja. Sebuah gambar hitam putih dengan berbagai tulisan kecil di sana. Dan segumpal lingkaran hitam pekat berukuran 25 mm di tengah-tengah foto itu. Foto hasil ultra-sonografi yang menunjukkan adanya kista di dalam ovarium-ku. Walaupun kata dokter tidak berbahaya, tapi ucapannya itu tidak urung membuat kecemasanku berhenti. Pantas saja, setiap kali datang bulan perutku benar-benar tidak nyaman. Rasanya seperti akan tersedot keluar, seperti puluhan tangan sedang mencubit-cubit bagian dalam perutku. Walaupun hanya hanya dua hari dari 28 hari, tapi rasa sakit itu benar-benar mengganggu.

Ada yang berkata, kista semacam itu wajar saja. Hal yang biasa terjadi. Kabarnya saat hamil, kista itu akan menghilang karena pengaruh permainan hormon. Tetapi sudah setahun kehamilan yang saya nantikan belum juga datang. Ada juga yang berkata kehamilan itu tidak akan datang sebelum kistanya benar-benar menghilang. Entahlah, semua ini masih baru untukku.

Sebelum saya memejamkan mata kembali melanjutkan tidurku, sebuah harapan meluncur lirih dari mulutku.

Malaikat kecilku, engkau tahu betapa mama merindukanmu untuk segera hadir di sini. Apapun akan mama lakukan untukmu. Saat ini,engkau masih dalam genggaman tangan-Nya. Hanya Dia dan engkau yang tahu kapan waktunya engkau turun menemani kami. Dan mama berharap itu tidak terlalu lama.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2009 in entahlah...

 

Tag: , ,

Seriously! I’m totally jealous

envy

Saya cemburu. Ya. Amat sangat.

Tidak usah menghiburku.

Saya hanya ingin mengatakan saya cemburu, supaya engkau tahu.

Saya cemburu pada dua pria dekat rumahku.

Setiap pagi dan malam mereka saling menyapa, saling mencurahkan isi hati, bahkan mungkin saling menyentuh.

Saya cemburu pada ibu di seberang rumahku.

Umurnya itu saya tahu beberapa tahun dibawahku. Tapi dia menggendong seorang bayi merah yang lucu.

Dan siapa ayahnya, tidak ada yang tahu.

Saya cemburu pada pemulung yang mengais sampah depan rumahku.

Mereka berdua, laki-laki dan perempuan, bersama.

Belum tahu apakah penghasilan mereka bisa cukup untuk membeli makan hari ini.

Sekali lagi tidak usah menghiburku, apalagi kalau engkau mau bilang cemburu itu salah.

Tuhan saja boleh cemburu.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2009 in entahlah...

 

Tag: ,

Hati-hati mulutku yang kecil

don't speak

Pernahkah kamu berkata TIDAK pada sesuatu hal, tapi kemudian dengan sadar kamu      melakukannya?

Saya pernah. Dan tidak hanya sekali. Okey…mungkin berkali-kali… Ada empat hal yang  tadinya saya masukkan dalam kategori “big NO”, tapi akhirnya jalan itu yang harus saya  ambil.

….*sigh*…

I’ve said, ” Ya nggaklah… ga sampai menikah kali… hanya biar ga kesepian aja jadi  anak kost yang jauh dari keluarga”

Kalimat itu pernah terucap dari mulutku sewaktu saya dekat dengan seoang pria. Kami  berbeda suku. Jarak usia kami lumayan jauh, hampir 7 tahun. Sepertinya orangtuaku pun tidak akan memberi restu seandainya kami menikah.  Well…dia langsung diterima oleh keluargaku sewaktu saya membawanya untuk pertama kali ke rumah, dan tanpa hambatan sudah 8 bulan secara resmi saya memakai namanya di belakang namaku. Tentu saja … saya bahagia.

I’ve said, “Gue kapok dengan long distance relationship.. ga mau lagi deh punya pasangan tapi jauh-jauhan”

Di saat kami sedang merencanakan pernikahan, tiba-tiba (calon) suami ditugaskan ke pulau paling timur Indonesia, Papua. Dengan berat hati, aku melepas dia. Walaupun berat, toh hampir dua tahun sudah kami menjalani hubungan jarak jauh ini.

I’ve said, ” Gue ga mau punya rumah dekat orang tua. Gue merasa nyaman tinggal jauh dari mereka…”

Kemarin saya baru saja memasukkan surat pengunduran diri dari tempatku bekerja saat ini. Setelah hidup terpisah selama beberapa waktu lamanya dengan suami karena tuntutan pekerjaan, akhirnya kami berdua memutuskan untuk keluar dari zona kenyamanan kami berdua dan memilih untuk menetap di kampung halamanku. Entah kenapa, suami jatuh cinta dengan kota itu, dan dia yakin kami berdua akan bahagia tinggal di sana. Lagipula di kota yang sedang berkembang seperti itu, tenaga muda seperti kami masih dibuthkan. Tidak susahlah mencari pekerjaan. Hanya tentu saja, penghasilan kami tidak akan sama seperti sekarang. Cukup lama sampai berbulan-bulan kami mendiskusikan hal ini. Lagipula, kalau bisa hidup bersama mengapa harus berjauhan?

I’ve said, ” Ga bakalan deh gue jadi PNS… mending jadi karyawan swasta aja”

Setelah berniat untuk pindah ke kampung halaman, ndilalah…ada tawaran pekerjaan yang hampir sama degan pekerjaanku saat ini. Setidaknya pengalamanku bekerja, apa yang sudah aku capai sampai saat ini, masih bisa dipakai di sana, jadi tidak harus memulai dari nol. Tapi ya itu..menjadi abdi negara. Ga ada masalah sih sebenarnya. Tapi ya..artinya sekali lagi “menjilat kembali ludah sendiri”.

Menuliskan artikel ini sebenarnya bisa jadi membuka aib sendiri. Tapi ada passion untuk bisa membagikannya dengan yang lain, membuatku memberanikan diri menulisnya. Setidaknya ke depan, saya dan anda semua mau dan bisa berhati-hati dalam menjaga mulut kita yang kecil ini. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Terkadang kita tidak punya kuasa untuk menolak apa yang dulu jadi “big NO” ternyata dipakai oleh Tuhan menjadi jalan bagi kelangsungan hidup kita.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2009 in Ngerumpi

 

Tag: , , ,

Tuhan Tak Pernah Terlalu Sibuk

Ia pun tak punya jadwal khusus

juga tak pernah menganggur

hari ini Ia mengunjungi gadisNya

mereka bicara lama sekali tentang

: kehilangan

Ia mendengarkan serius sekali

kadang mengerutkan alisNya

mengangguk angguk

memainkan ikal rambut si gadis

kemudian berbisik perlahan

: hari ini Aku datang,

hanya untuk menyeka air matamu

(8 Juni 2009, 20:44)

by Theoresia Laratwaty Rumthe

Puisi ini ditulis oleh seorang teman di salah satu note facebooknya. Entah apa yang dia pikirkan sewaktu menulisnya. Mungkin dia tahu apa yang dipikirkan olehku

PS. sekarang Theo udah punya blog untuk menyimpan kumpulan puisinya. simply click at her name above to find her.

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,

My wish

I wish i could be the beside him right now

Get well soon hon….

–posting by email–

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2009 in entahlah...

 

Tag: ,