RSS

Arsip Tag: book

Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Rak buku saya kembali penuh. Bagaimana tidak, pelarian saya dari stress itu ya membaca buku… Tidak heran setiap bulan saya pasti belanja buku. Apalagi sejak bergabung dengan Blogger Buku Indonesia, tiap habis blogwalking, keinginan membeli buku itu semakin meningkat. Belum lagi di halaman facebook yang tiap hari selalu ada info buku baru dari penerbit. *sigh*

Kembali ke rak buku, beberapa buku yang sudah saya baca menjadi penghuni setia rak buku. Maksud saya, buku-buku itu tak pernah saya baca lagi. Kalau memang tidak diniatkan untuk dikoleksi, pengennya buku-buku itu berpindah tempat saja. Pernah kepikiran untuk dijual saja, sampai pasang lapak di blog sebelah. Tapi ternyata ga begitu laris. Jadinya mereka masih setia menghuni rak buku.

Sampai akhirnya saya menemukan link situs keren ini. Namanya pinjambuku. Di situs ini, anggotanya mengunggah buku-buku yang mau mereka pinjamkan ke orang lain, kemudian mereka juga bisa meminjam buku dari sesama anggota. Bukunya dipinjamkan dengan sukarela, gratis (kecuali masalah ongkos kirim yang tergantung kesepakatan antar anggota). Karena isi buku lebih bernilai dibanding fisik buku itu sendiri.

Trus gimana dong dengan buku yang kita pinjamkan? Bisa balik ke kita ga? 

Pada dasarnya buku yang mau kita pinjamkan itu sudah “diikhlaskan”. Buku itu akan beredar dari satu anggota ke anggota lainnya, seluruh nusantara. Kalau misalnya nanti kita mau baca lagi, ya kita “pinjam” lagi ke anggota yang membaca terakhir kalinya. Pokoknya saling percaya antar anggota aja lah… 🙂

Hanya bermodalkan mengunggah satu buku saja, kita sudah bisa minjam buku dari anggota lain. Kemarin saja saya ngunggah sekitar 15 buah buku lebih, eh langsung “laris” 10 buku… Saya sendiri baru minjam 3 buku dari anggota lain. Belum berani minjam banyak-banyak. Bukan apa-apa sih… hutang bacaan saya masih numpuk juga 🙂

Ide berbagi buku seperti ini sebenarnya sudah banyak di beberapa media sosial. Tapi sejauh ini, saya baru mengikuti pinjambuku saja. Berbagi memang tidak pernah rugi. Malah sangat menguntungkan. Saya bisa membaca buku-buku tanpa perlu keluar modal buat beli buku. Hobby saya terpenuhi, stress saya terobati, rak saya jadi lapang… (bisa jadi alasan buat beli buku lagi….*plaaak*) :mrgreen:

Jadi… kamu mau ikut berbagi?

PS. Dengan ini lapak bukunya resmi ditutup. Iya… buku-bukunya ga jadi dijual, mau dipinjamin aja…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2012 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: , , ,

Berburu Buku

Akhir tahun 2011 kemarin, ada beberapa hal yang aku syukuri sudah terjadi dalam hidupku. Salah satu diantaranya adalah bergabung dengan komunitas Blogger Buku Indonesia. Dan hal ini tidak akan terjadi, jika saya tidak membuat akun di Goodreads.

Logo Blogger Buku Indonesia

Semenjak bergabung dengan BBI dan mempunyai blog buku, saya jadi lebih “rapi” dalam membaca. Buku-buku yang saya baca bisa saya dokumentasikan, walaupun di antara buku-buku itu lebih banyak yang saya pinjam daripada beli sendiri. Saya juga mulai melatih diri menulis resensi buku, dan memberikan komentar atas buku yang saya baca. Hasilnya, 156 buku di tahun 2011 bisa saya baca.

Di tahun ini, saya menargetkan lagi 150 buku untuk dibaca. Lalu dimana saya bisa mendapatkan bacaan sebanyak itu? Jelas tidak mungkin kalau  saya membeli semua buku itu untuk dibaca. Selain meminjam (pada siapa saja), cara lain adalah tukaran buku.

Saya sendiri mulai tertarik untuk ikut menukar buku. Walaupun ada rasa sayang dan tidak tega melepas koleksi buku, tapi ada baiknya buku itu berpindah tangan daripada jamuran di rak buku. Dengan saling bertukar buku, saya mendapatkan buku yang belum saya baca, dan begitupun sebaliknya. Tentunya harus ada kesepakatan antara dua pihak, mirip seperti barter. Tukaran buku dimulai dengan menawarkan daftar buku yang ingin ditukar, kemudian melihat daftar keinginan (wishlist) teman, dan jika ada yang cocok, mulailah transaksi tersebut.

Cara ketiga adalah membeli koleksi buku teman. Biasanya buku itu dilepas dengan harga miring. Namanya juga buku bekas. Cara ini biasanya ditempuh, kalau ternyata ga ada buku yang bisa saling dipertukarkan. Tentu saja masih dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Atau ikut kuis-kuis yang berhadiah buku baik dari penerbit, penulisnya langsung atau dari para blogger buku. Seperti yang diadakan oleh Mbak Truly, Stephanie, dan Okky.

Dengan cara-cara di atas, sampai pertengahan bulan ini saja, saya sudah mendapatkan 17 “buku baru” untuk dibaca di tahun ini. Ohya, yang mau mengintip buku yang mau saya swap/sale ada di sini.

Selamat berburu buku baru!

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 15, 2012 in jalan-jalan

 

Tag: , , , ,

Sebelas di Dua Ribu Sebelas

Dua ribu sebelas tinggal 2 hari lagi. Menutup semua postingan di tahun ini, saya akan menuliskan sebelas hal yang terjadi selama tahun 2011. Here they are..

  1. Satu harapan yang terkabul adalah saya dan suami bisa berkumpul bersama kembali, menjalani kehidupan berumah tangga yang seutuhnya. Tidak lagi terpisahkan oleh jarak dan waktu.
  2. Saya mendapatkan kepercayaan memegang jabatan Ketua Program Studi Biologi di kampus tempat saya bekerja. Pekerjaan ini tidak mudah, bahkan bisa saya kategorikan sebagai tanggung jawab yang berat. Di kampus yang infrastrukturnya belum berjalan dengan baik, beban pekerjaan seringkali berada di pundak Ketua Prodi, karena mereka yang langsung berhadapan dengan mahasiswa. Tapi Puji Tuhan, hingga akhir tahun ini semua berjalan dengan baik.
  3. Kami menempati rumah baru. Yay!! Walaupun masih berupa rumah pinjaman dari Papa, tapi belajar berumah tangga jadi lebih kerasa dengan tinggal terpisah dari orang tua.
  4. Postaweek 2011. Saya sempat mencanangkan diri mengikuti tantangan menulis setiap minggu yang diadakan oleh WordPress. Tapi saya hanya sanggup mengikuti kurang lebih 30 minggu saja. Itupun banyakan di Weekly Photo Challenge saja. Satu kegagalan buat mencambuk diri sendiri supaya lebih rajin menulis tahun depan 🙂
  5. 160 buku untuk 2011 Reading Challenge di Goodreads. Ini pencapaian besar buat saya. Menantang diri sendiri untuk membaca, dan ternyata sanggup menyelesaikan target. Bahkan sampai hari ini ada 168 buku yang sudah saya baca.
  6. Berkaitan dengan hal di atas, saya membuat satu lagi blog khusus untuk me-review buku yang saya baca. Blognya masih bayi, tapi sudah banyak yang datang “menjenguk”. Harapan saya di tahun depan, setiap buku yang saya baca bisa saya review. Amin…
  7. Bergabung dengan Blogger Buku Indonesia. Satu kesimpulan : Sangat Menyenangkan. Bisa dapat informasi buku terbaru, tukar-tukaran buku dengan sesama anggota, bisa kenal dengan beberapa editor buku-buku bestseller di Indonesia.
  8. Tiga tahun usia pernikahan. Walaupun Tuhan belum juga menjawab keinginan kami mempunyai keturunan, tapi kebahagiaan bersama suami adalah hal yang harus saya syukuri di sepanjang tahun ini.
  9. Mendapat kesempatan bersama suami untuk memberikan hadiah Natal pada Papa. Beliau yang ingin sekali memiliki sebuah netbook akhirnya bisa terwujud di akhir tahun ini.
  10. Memulai usaha sendiri, memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman sebagai karyawan untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Sebenarnya didasari dari ingin mendapatkan penghasilan tambahan, dan belajar bagaimana dunia bisnis itu. Jadinya mencari usaha yang tidak menyita banyak waktu, bisa dilakukan secara online, dan dengan modal kecil bisa untung banyak. Pengen tahu usahanya? Silahkan klik banner d’BC Network di samping.
  11. Menutup akhir tahun, kami sekeluarga kehilangan seorang anggota keluarga besar Nek Sipi Family. Seorang adik kami, cucu terakhir di keluarga besar ini, harus meninggalkan kami setelah sebulan lebih berbaring di ICU karena penyakit Lupus. Walaupun berat, kami semua yakin inilah kesembuhan yang diberikan Tuhan bagi adik kami, Feby. Selamat jalan, Feby. We all love you.

How about you? 

Good bye 2011. Welcome 2012. God will bless us through the whole year.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: ,

2011 Reading Challenge Report (3)

Setelah beberapa kali mengubah target bacaan di 2011, akhirnya saya menetapkan 160 buku  sebagai target bacaan di 2011. Dan ternyata di kuartal ke-3 pada bulan ke-3, tepatnya tanggal 30 November dengan bangga saya mengumumkan ….. Mission is Complete!!

Wow… lega, nggak percaya, senang akhirnya bisa mencapai target bacaan juga. Walaupun 2011 masih ada sebulan (a.k.a 31 hari) lagi, tapi saya bisa memenuhi tantangan yang saya tetapkan untuk diri sendiri. Kalau dihitung totalnya ada 160 buku selama 334 hari, berarti rata-rata untuk satu buku saya membacanya selama 2 hari.

Jadi berikut bacaan saya selama September sampai dengan November 2011

September  2011

  1. Pernikahan Sementara (Teresa Southwick)
  2. Kaulah Satu-satunya (Barbara Delinsky)
  3. Lelaki Lebih Suka yang Berambut Cokelat (Liz Fielding)
  4. Sang Putri  dan Pria Bertopeng  (Valerie Parv)
  5. Nuansa Cinta (Nora Roberts)
  6. Kekasih Ibuku (Nora Roberts)
  7. Kekasih Kedua (Maggie Kingsley)
  8. Gadis Bunga Matahari (Daphne Clair)
  9. 50 Cara Memikat Pria Idaman (Julie Kistler)
  10. Terjebak Bersama Sang Sersan (Cathie Linz)
  11. Wanita Misterius Owen (Margaret Way)
  12. Owl at Home (Arnold Lobel)
  13. Horton Hatches the Egg (Dr. Seuss)
  14. Detak Jantung Terkasih (Sandra Brown)
  15. Biology for Dummies (Rene Fester Kratz)
  16. Homework Helpers : Biology (Mathhew Distefano)
  17. Lord Edgware Dies (Agatha Christie)
  18. Hafalan Shalat Delisa (Tere Liye)
  19. Pacarku Juniorku (Valleria Verawati)
  20. Catatan Hati Seorang Istri (Asma Nadia)
  21. The Einstein Girl (Philip Sington)
  22. Kening (Rakhmawati Fitri a.k.a. Fitrop)

Oktober 2011

  1. Gokil! Sebuah Kompilasi Kedodolan (Miund)
  2. Winter in Tokyo (Ilana Tan)
  3. Beautiful Malice (Rebecca James)
  4. Tuesday with Morrie (Mitch Albom)
  5. Hairless (Ranti Hannah)
  6. Spring in London (Ilana Tan)
  7. The Giving Tree (Shel Silverstein)
  8. Miss Pesimis (aliaZalea)
  9. Ivan to Make You Laugh : Jokes and Novel, Nifty, and Notorious Names (Scott K. Peterson)
  10. You Can Cook (Annabel Karmel)
  11. Winnie the Pooh’s Little Book of Feng Shui (Ernest H. Shepard)
  12. Blind Date (aliaZalea)
  13. Doa Sang Katak 1 : Meditasi dengan Cerita (Anthony de Mello)
  14. Revolusi di 181 (Syamsa Hawa)
  15. Kicau Kacau : Curahan Hati Penulis Galau (Indra Herlambang)
  16. Of Thee I Sing : A Letter To My Daughters (Barrack Obama)
  17. Resep Perkawinan Sempurna (Kate Kerrigan)
  18. The Tale of Peter Rabbit (Beatrix Potter)
  19. Perempuan Paris (Motinggo Busye)
  20. Kembang Gunung Purei (Lan Fang)
  21. Bekisar Merah (Ahmad Tohari)

November 2011

  1. Aku Sudah Dewasa! (Dyan Sheldon)
  2. Bangkok Love Story (Gola Gong)
  3. Fly Him to The Moon (Mariskova)
  4. Malory Towers (Enid Blyton)
  5. Love, Hate & Hocus-Pocus (Karla M. Nashar)
  6. Eiffel, Tolong! (Clio Freya)
  7. Bordir (Marjane Satrapi)
  8. Nguping Jakarta (Kuping Kanan)
  9. Setelah Malam Itu (After) (Amy Efaw)
  10. Villa Toedjoeh Tjemara (Donatus A. Nugroho)
  11. Bayi Pinjaman (Liz Fielding)
  12. Ms. Complaint’s Therapy (Ms. C!)

Catatan : warna merah sudah di-review di sini

Terima kasih buat suami yang mau menjadi sponsor utama pembeli buku, buat Nita, Tante Ika dan Arcy buat pinjaman novelnya, serta buat library.nu dan para netter yang menyediakan ebook untuk diunduh.

Walaupun sudah membaca 160 buku, tapi saya belum sanggup untuk membuat semua reviewnya. So far… baru ada 13 review yang bisa dilihat di sini. Target tahun depan adalah membaca dan menulis review semua buku yang dibaca. Amin!

Atau dari 160 buku di tersebut (buku yang lain bisa dilihat di Related posting) ada request untuk dibuatkan reviewnya?  *eyewink*

Related posting:

2011 Reading Challenge

2011 Reading Challenge (2)

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: , ,

Review : Embroideries (Bordir)

Perempuan kalau ngumpul dengan sesamanya perempuan (kabarnya) suka menggosip.”

Mau setuju atau tidak dengan pernyataan di atas, kenyataannya memang sering dijumpai di masyarakat. Demikian juga halnya dengan para wanita Iran dalam novel graphis karangan Marjane Satrapi. Marjane Satrapi menceritakan tentang sekelompok wanita yang terdiri atas neneknya, ibunya, dan teman-teman ibunya yang “ngerumpi” sambil minum teh selepas makan siang. Obrolan mereka tentang perkawinan usia muda, hubungan suami-istri, perselingkuhan, sampai operasi plastik. Semuanya tersaji santai bahkan terkesan lucu.

Pada sampul plastik segel novel graphis ini tertulis “Bacaan Dewasa“. Memang isinya cukup vulgar, dan tentunya tidak cocok dibaca oleh anak-anak, walaupun wujudnya seperti komik. Gambarnya juga tidak sebagus komik Candy-candy atau Topeng Kaca.

Saya sudah lama ingin membaca buku ini sejak membaca reviewnya di beberapa blog buku dan di goodreads. Sewaktu ke Bursa Buku Murah di Makassar minggu lalu, ada buku ini dengan dibandrol harga Rp 15.000 saja, saya langsung memasukkan ke dalam keranjang belanjaan. Bukunya lumayan tebal, tapi ternyata halamannya tidak banyak. Ternyata kertas yang digunakan mungkin lebih dari 80 gram.

Ohya, mengenai judulnya “Bordir“, baru bisa ketahuan maknanya di akhir cerita. Saya tidak mau bilang tulis di sini. Tapi yang pasti masih berhubungan dengan wanita dewasa 🙂

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada November 18, 2011 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,

Review : Life on the Refrigerator Door

sebelah kiri cover versi e-book, sebelah kanan cover versi paperback

Saya pertama kali melihat review buku ini (Kehidupan di Pintu Kulkas) di Goodreads.com. Buku ini memang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama, dan dikategorikan sebagai teenlit. Kemudian saya mencari ebooknya di library.nu, gudangnya ebook. Saya akhirnya menemukan versi berbahasa Inggris.

Buku ini unik, karena tidak seperti novel-novel teenlit lainnya, buku ini tersusun atas memo-memo yang ditempelkan di pintu kulkas oleh seorang ibu dan anak perempuannya. Si anak, Claire dan ibunya nyaris tidak pernah bertemu dalam sehari, sehingga untuk berkomunikasi mereka saling menempelkan memo di pintu kulkas. Isinya bermacam-macam, mulai dari daftar belanjaan, pesan singkat, bahkan sampai curhat via memo. Tidak semua isi memonya manis, terkadang ada pertengkaran antara Claire dan ibunya.

Imajinasi pembaca sangat diharapkan ketika membaca buku ini, karena memo-memo yang singkat itu terkadang tidak saling berhubungan secara tersurat. Tapi saya berani menjamin setiap memo itu punya “nyawa” yang saling berkaitan. Ohya, memo ini hanya ditulis oleh 2 orang saja, Claire dan ibunya. Walaupun demikian tokoh-tokoh lain tetap terasa karakternya via memo tersebut.

Saya menghabiskan 2 jam saja membaca e-book ini, tapi di akhir 2 jam itu air mata saya tidak berhenti mengalir. Saya benar-benar terbawa emosi ketika membacanya. Life on the Refrigerator Door punya situs tersendiri. Di sana kita bisa menulis memo-memo dan “menempelkannya” untuk penulisnya, Alice Kuipers.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 18, 2011 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,

Tukar atau Jual Buku

Jadi.. dalam rangka bersih-bersih rak buku. Saya berniat menukar (swap) atau menjual beberapa buku yang tidak akan saya baca lagi. Daripada hanya jadi pajangan, siapa tahu ada yang berminat tukaran atau membeli buku-buku tersebut.

Daftar buku yang akan dijual/ditukar dan daftar buku yang saya inginkan ada di sini.

Jangan khawatir, harga bukunya lebih murah dari yang dijual di toko buku online. Kondisi buku bagus, semua disampul plastik. Hanya ada tanggal pembelian dan tanda tangan saya di halaman pertama buku.

Ada paket buku spesial, yaitu Trilogi dari Ayu Utami (Larang, Saman, dan Bilangan Fu). Spesialnya karena buku tersebut saya beli langsung dari Ayu Utami, dan tentu saja ada tanda tangan beliau di setiap buku itu.

So..check them out… Don’t  be late.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: , ,