RSS

Arsip Tag: blogwalking

Satu lagi tentang saya

Entah kenapa, saya selalu tertarik untuk mengenal pribadi saya sendiri. Setelah “my personality” di side bar blog ini, isen-iseng saya mengikuti link yang diberikan oleh mbak itikkecil untuk melihat “handwriting personality” saya. Tadinya saya berpikir kita akan disuruh memasukkan contoh tulisan trus dianalisa gitu, ternyata hanya menjawab beberapa pertanyaan.

Inilah hasilnya…

gURL.com

I took the handwriting personality quiz on gURL.com
my handwriting personality is…
sensitive scripter

Your handwriting reveals you as a thoughtful, intellectual type who avoids fake people and places where there’s lots of noise and crowds. You’re probably the one people go to when they’re feeling super sad. Read more

What does your handwriting reveal about you?

(lanjutannya kalo malas nge-klik linknya)

….and don’t run off at the mouth unless someone hounds you for your opinion.
Being creative is probably easy for you, but expressing it in front of a large group is not. You might write in a blog or journal, enjoy things that are old-fashioned or obscure and (maybe) don’t get most pop culture references (who cares about ’em anyway?).

kok hampir cocok mirip dengan side bar disebelah? Sama-sama sensitif…hehe..

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 5, 2009 in tentang saya

 

Tag: ,

Mencari teman

Suatu waktu lagi YMan dengan Jojo

Jojo : “wuih..temanmu di FB kok udah 102 dek…cepat banget… di FS juga kamu lebih banyak”

Saya: “hehe..itu sih banyakan teman-teman sma ama kuliah…”

Jojo : “ga ada yang baru kenal?”

Saya: “hm…ada sih, tapi itu juga kenalnya karena pernah baca blognya..eh itu kenal atau tahu aja sih?”

Jojo : ” ha…ha…”

Trus…siang tadi saya juga ngobrol ama teman di kantor

Teman : ” teman saya di FB mah banyakan teman SMA, mbak…malu nge-add orang baru, kan ga kenal”

Saya : ” sama sih..saya juga temannya banyakan teman sma ama kuliah. ada juga teman SD”

Teman : ” teman SD mbak gaul juga ya…teman saya mah orang kampung mbak..ga ngerti komputer kali..”

Saya : “he..he”

Teman : ” eh..ada tuh kecengan waktu SMP, tapi ga berani nge-add…”

Saya : “kenapa?? add aja lagi…lumayan kan bisa tahu dia ngapain “

Teman : ” nggak ah…malu. Ntar ketahuan pacar saya lagi…”

Saya : ” huahahaha…..”

Facebook ataupun Friendster (dan masih banyak lagi, tapi yang saya ikuti cuman dua itu saja..cukup..capek ngurusnya) sudah jadi trend saat ini (kata teman saya di atas, ga gaul deh kalo ga punya Facebook…hehe ). Kalau dilihat dari asal muasal niat dibikinnya situs pertemanan kayak gini ya biar bisa nambah teman baru di dunia maya. Tapi kok ya teman saya (okey…dan saya juga) malah lebih  memanfaatkannya buat keep in touch dengan saudara dan  teman-teman lama. Teman-teman yang udah jarang bahkan ga pernah ketemu secara langsung ataupun sekedar smsan dan telponan. Kalau menemukan teman lama di FB atau FS rasanya girang banget. Tapi ada juga sih, teman yang masing sering ketemu, masih sering smsan, masih sering telponan… hanya seru aja saling meninggalkan komentar di halaman profil mereka.

Karena terkadang, tanpa disadari, apa yang diungkapkan lewat tulisan atau gambar di halaman FB atau FS lebih jujur (karena spontanitas ) daripada SMS atau telponan, atau bahkan ketemu langsung.  Atau bisa jadi apa yang tertulis dan tergambar di halaman itu menjadi bahan pembicaraan di SMS, telpon, atau kumpul-kumpul bersama.

Saya dan Jojo terkadang memanfaatkan halaman FB dan FS buat bermesraan. Ups..maksudnya begini… Saling meninggalkan pesan (yang spontanitas tadi) bisa jadi pelipur kangen kami berdua yang tinggal berjauhan. Ada foto Jojo lagi megang ikan besar, jadi bukti dari cerita dia di telpon soal acara memancing dengan teman-temannya (ketimbang dikirm lewat MMS, lebih mahal kan?). Atau aku menulis status di FB, bisa mewakili salah satu ceritaku hari itu (jadi pas nelpon bisa cerita yang lain…atau malah membahas itu juga..hehe). Sebenarnya sih intinya memanfaatkan segala media untuk berkomunikasi.  Dan itu terbukti lumayan mujarab dalam hubungan LDML* yang kami jalani…

*LDML (Long Distance Marrying Life), minjam istilah bunda….

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2009 in tentang mereka

 

Tag: , ,

Singkat saja

Sudah berkali-kali dalam beberapa hari, cuma log in dan sesaat kemudian log out. Tidak menulis apa-apa.
Saatnya mencari inspirasi…udah mengumpulkan beberapa film untuk dinonton dan 3 buah buku “anak” Okke Sepatumerah (akhirnya beli bukunya karena ga dapat kalungnya…hehe..) untuk dibaca.
Sampai ketemu bulan depan…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2009 in entahlah...

 

Tag: ,

Teh jahe madu & Oneway Indonesia

Sore-sore pulang kerja, di luar masih hujan… Habis mandi, langsung bikin minuman hangat favoritku dan Jojo, teh jahe madu.  Apalagi kalau teh-nya pake teh hijau, enak banget…

Sambil menikmati teh jahe madu, aku buka internet. Biasalah..cek facebook, friendster, kaskus, blogwalking, dan chatting ama Jojo. Pas periksa facebook, ada profilenya Oneway Indonesia. Kok mirip ama One Way band rohani itu? Ternyata emang mereka.. Dengan format nama baru, mereka mulai merambah ke musik sekuler.  Di facebook mereka ada video dari single hits terbaru mereka ” Ketika Ku Tak Bersamamu“.  Begitu aku mendengarnya…langsung jatuh cinta ama lagunya… Coba aja dengar.. khas One way banget deh…

Iya..iya..lagunya mellow. Tapi yang bikin jatuh cinta, kok aku banget ya liriknya.. Akhir-akhir ini aku memang terserang virus malarindu, sama siapa lagi kalo bukan Jojo..hehe..

Udah ah…mau dengar lagunya lagi. Oh iya, meneruskan pesan sponsor…request lagu Oneway Indonesia di radio favorit kamu, dan aktifkan Oneway RBT ONE WAY: (TELKOMSEL)Ketik WAY1 kirim ke 1212,(XL)ketik WAY1 ke 1818,(INDOSAT)ketik SET WAY1/WAY2 kirim ke 808

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 19, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: ,

Raditya Dika terjebak

Di antara blogger, siapa sih yang tidak mengenal Raditya Dika? Seorang anak manusia yang mengklaim dirinya sebagai kambing jantan. Saya pribadi, mulai melirik blog setelah membaca buku pertamanya itu.

Anyway…kemarin saya membaca di blognya Dika kalau dia akan muncul di acara fenomenal Bukan Empat Mata, yang notabene adalah acara pengganti dari Empat Mata yang sempat dilarang tayang beberapa waktu lalu. Tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk melihat penampilan baru Dika, setelah katanya menjalani operasi mata.

Jam 9 malam teng..acara dimulai. Tukul dengan guyonan jayus bin maksa-nya membuka acara bertemakan “Hi-tech”. Katanya malam itu akan menampilkan orang-orang yang mendukung tema itu. Sesaat aku berpikir, apa hubungannya Dika dengan Hi-tech? Oh, mungkin bagi Tukul dan teamnya membuat blog itu termasuh Hi-tech.

Bintang tamu pertama yang dimunculkan adalah Feby Febiola.  Di sini dia sebagai seorang artis yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya, ternyata mempunyai sebuah blog (pagi ini aku searching blognya Feby ga nemu juga). Mulailah Tukul bertanya, apa itu blog, apa aja yang ditulisnya di blog, apa Feby punya gadget lain. Dari daftar pertanyaan Tukul, kelihatan banget acara ini sangat maksa menampilkan Feby sebagai seorang yang Hi-tech. Apalgi sepanjang acara Feby terlihat sangat bosan dan tidak interaktif.

Bintang tamu kedua, Evie Tamala.  Dia didaulat muncul di acara ini karena juga mempunyai website (tapi masih dalam tahap perbaikan katanya). Evie mengaku membuat website karena ingin seperti Shania Twain atau Al-Pacino yang punya website prbadi..(jayussss). Anehnya Tukul lebih banyak menanyakan tentang kehidupan pribadi si arits lawas ini.

Bintang tamu ketiga, yang sekaligus membuatku ingin segera mematikan TV kalau saja tidak menunggu Dika, adalah Raffi Ahmad.  Dia masuk ke studio dengan membawa handycam dan blackberry, trus ngajak Tukul foto-foto. Cara tertawanya yang dibuat-buat malah membuat dia semakin bloon. Apalagi waktu Vegha menodong Raffi untuk menyanyi, untuk membuktikan bahwa Raffi bisa menyanyi, Raffi menolak dengan alasan lagi sakit (atau ga pede nyanyi sendirian tanpa BBB). Wah…penyanyi apaan itu?

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Tepat seperti yang ditulis Dika di blognya bahwa mungkin acaranya dimulai jam 10 malam, Dika baru dikeluarkan jam segitu. Begitu masuk, Dika langsung bagi-bagi ember plastik (pasti itu script dari team Bukan Empat Mata), trus kayang di depan penonton. Penonton cuma diam, apalagi Tukul malah berkomentar “apa ini, kok malah kayang-kayang kayak gitu..aneh-aneh saja?”. Padahal aku udah ngakak di kamar ngeliat si Dika melakukan ritual wajibnya itu. Akhirnya Dika menjelaskan kalau banyak fansnya yang selalu minta dia kayang di setiap talkshownya, atau ada juga fansnya yang kayang berjamaah untuk dia.  Anehnya Tukul sebagai host acara itu malah ga tahu sama sekali siapa Raditya Dika. Malah si Vegha yang banyak melontarkan pertanyaan kreatif ke Dika, mengenai blognya yang dibukukan.

Terakhir, ditampilkanlah di TV Plasma, beberapa situs terkait si bintang tamu. Ada blog dan facebooknya Feby, facebooknya Raffi, website Evie, dan facebook Empat Mata. Blog Raditya Dika yang terkenal itu TIDAK ditampilkan. apalagi screeshoot facebook-nya.

Dengan teramat sangat kecewa, aku mematikan TV. Raditya Dika sudah terjebak diantara orang-orang yang “dipaksa” mengaku Hi-tech. Menurut aku di acara itu, yang seharusnya blogger sejati adalah Dika, malah dijadikan pelengkap penderita. Aku yakin team kreatif Bukan Empat Mata punya ide yang bagus untuk menampilkan karakter Dika. Tapi Tukul tidak bisa mengangkat ide itu. Akibatnya durasi 1,5 jam habis untuk guyonan jayus dan norak dari Tukul. Sepertinya acara ini memang untuk siTukul seorang. Kecewa!!

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 9, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: ,

Recehan

Sudah lama aku mengumpulkan uang receh sisa kembalian belanja.  Biasanya saya masukkan di bekas botol air mineral kemasan 1 liter. Tahun 2006 sejak berpacaran dengan Jojo, kami makin rajin mengumpulkan recehan. Tujuannya buat membeli kado pada saat kami ulang tahun (ulang tahun kami hanya berbeda 2 minggu). Pada tahun itu, dari hasil tabungan kami, aku mendapat kado kaos dan training, sementara Jojo mendapat kado kemeja batik dan kaos kaki. Seorang teman yang mengetahui cara kami mendapatkan dana membeli kado seperti ini terinspirasi membuat cerpen untuk kami.

Tahun 2007, kembali kami mengumpulkan recehan. Kali ini tujuannya membeli sebuah kompor gas portable. Di kuartal ketiga tahun yang sama, kompor gas akhirnya menjadi salah satu isi kamar kostku.

Tahun 2008, usaha mengumpulkan recehan sedikit terhambat.  Jojo berangkat ke Papua, sementara aku lebih sering menggunakan recehan itu untuk pelengkap ongkos naik angkot yang seharga Rp2.500,-.  Tapi lama kelamaan, membawa receh di dalam dompet terasa merepotkan, akhirnya recehan itu aku tinggalkan di dalam kotak plastik di kamar.  Suatu waktu, telah terkumpul kurang lebih Rp 70.000 (sebagian besar pecahan 100 dan 200), dan uang itu aku gunakan untuk belanja di minimarket dekat kostku. Kenapa belanja pakai recehan? Karena aku sebal selalu mendapat kembalian permen. Jadi setidaknya saya membantu mereka mendapatkan recehan.

Kebiasaan mengumpulkan receh terus berlanjut. Tadinya akan aku gunakan untuk belanja di minimarket itu lagi kalau sudah banyakan. Sampai aku menemukan sebuah situs tentang menjadi coiners dan coindropper dalam suatu gerakan Coin A Chance! Apa itu? Silahkan menjelajah ke sana. Yang pasti, lewat gerakan ini aku mendapat jalan keluar yang sangat baik untuk recehan-recehan yang sudah aku kumpulkan. Tanpa berpikir panjang, aku memutuskan ikut bergabung di dalamnya, dan memasang bannernya di blog ini.

Aku yakin, kamu juga punya recehan.  Beranikah kamu berbuat sesuatu dengan recehanmu?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,