RSS

Arsip Kategori: tentang saya

Chapter 4

Akhir dari bab keempat sudah kita lewati…

365 hari yang tidak mudah bagimu, saya tahu dengan pasti.

Tapi dalam hari-hari itu, kamu tetap menjadi tempatku berpegang.

You complete me… ever.

I love you more and more…

Mari menjalani babak selanjutnya, meskipun (mungkin) hanya ada kita berdua 🙂

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2012 in tentang kamu, tentang kita, tentang saya

 

Kopdar BBI dan Ngerumpi

Minggu kemarin bisa dibilang minggu kopdar-an. Dimulai dengan kopdar bersama BBI Jogja di hari Kamis, 13 September kemudian dilanjutkan dengan kopdar mini Ngerumpi di hari Minggu, 16 September. Mari kita lihat apa yang terjadi pada saat kopdar 🙂

Kopdar BBI Jogja

Berawal dari twitter, Dion, Oky, Alvina dan saya akhirnya membuat rencana untuk kopdar. Sempat deg-degan juga, soalnya ini adalah kopdar pertama saya dengan anak-anak BBI. Selama ini kan hanya saling mengunjungi blog, dan meninggalkan komentar di grup facebook, goodreads dan twitter. Berhubung yang mau kopdar adalah anggota BBI, maka venue-nya dipilih di kedai donat di dekat Toko Buku Gramedia Sudirman. Kenapa ga di toko buku-nya? Yah nanti bukannya kopdar malah jadi kalap sama buku.

Sebelum jam 12 saya udah nyampe di venue. Saya muter-muter dulu di toko buku sebelum duduk manis di kedai donat nungguin teman-teman yang lain. Yang pertama muncul adalah Oky, kemudian Dion (yang sempat makan dulu di parkiran), kemudian terakhir Alvina (dengan temannya yang kemudian didaulat sebagai juru foto).

minjam foto-nya Alvina

Karena kopdar ini konon sekalian dengan penyambutan datangnya saya di Jogja, jadinya Oky, Dion dan Alvina masing-masing datang dengan membawa sesajen untuk saya. Sesajennya ada di foto berikut.

timbunan buku dari Oky, Dion dan Alvina

Hwaa.. senangnya bertemu dengan kalian semua *muaah*

Kopdar Mini dengan Ngerumpi

Masih lewat twitter juga, Matilda dan Christin ngajak kopdar. Sekalian aja ngajak om Warm juga. Soalnya mau nagih hadiah buku sama om Warm (yang sebenarnya aneh juga, nagih buku lewat kopdar, padahal masih bisa dibilang tetanggan sama om Warm :D). Jadinya kita janjian di FoodFezt jam 1 siang, sekalian makan siang maksudnya.

Tapi berhubung ada acara keluarga, saya dan suami datangnya terlambat kurang lebih 30 menit. Pas saya datang sudah ada Matilda, Christin dan om Warm beserta pasukannya (ihiy… ketemuan juga dengan pasukannya om Warm yang sering diceritain di blog. They are so cute 🙂 ). Selama kopdar, om Warm malah lebih asyik ngobrol dengan suami saya. Maklum sama-sama orang hutan plus peminat fotografi. Entah apa yang mereka obrolin, soalnya saya juga asyik ngobrol dengan Matilda dan Christin. Saking asyiknya ngobrol, kita malah lupa foto-foto. Jadinya ga ada bukti otentik kopdar deh..

Tapi… tetap saja ada yang dibawa pulang dari kopdar. Ada kisah Matilda saat mengajar di Maluku Tenggara Barat yang membuat saya dan suami terkagum-kagum, buku-buku bacaan yang dipinjamin oleh Christin (bacaannya Christin klasik euy) plus dapat hadiah buku dari om Warm.

pinjaman dari Christin dan hadiah dari om Warm

Bertemu orang-orang hebat seperti om Warm, Matilda dan Christin sangat menyenangkan. Dan berhubung ga ada bukti otentik kopdaran, sepertinya kita harus merencanakan kopdar berikutnya ya… 🙂

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 17, 2012 in entahlah..., jalan-jalan, Ngerumpi, tentang mereka, tentang saya

 

Jadi Mahasiswi Lagi

*waduh… banyak sarang laba-laba*

Sejak punya blog buku, saya akui blog yang satu ini jadi ga keurus. Postingan masih untung kalau sekali sebulan 😀

Anyway… sesuai dengan judul postingannya, kali ini saya mau cerita tentang “jadi mahasiswi lagi”. Yang profesi-nya dosen seperti saya pasti sudah tahu kalau ada aturan DIKTI yang bilang kalau 2015 nanti, semua dosen yang masih S1 bakal dicoret namanya dari database-nya DIKTI. Saya yang masih bergelar Sarjana Sains ini pun kebat-kebit. Makanya diniatkanlah untuk lanjut sekolah lagi di tahun ini.

Berhubung saya dosen biologi, sekolahnya pun harus ngambil biologi. Dan lagi-lagi berhubung saya dosen, saya punya kesempatan melanjutkan studi menggunakan beasiswa BPPS khusus buat dosen. Tadinya pilihan saya ada 2, di UNAIR dan di UGM. Pertimbangannya kalau di UNAIR, jaraknya lebih dekat trus bisa dapat pengalaman baru. Lagian saya belum pernah tinggal di Surabaya 🙂 Kalau pilihan kedua di UGM, ya karena saya alumni dari sana. Dan setahu saya satu-satunya universitas di Indonesia yang punya Fakultas Biologi hanya di UGM.

Setelah konsultasi dengan mantan dosen pembimbing waktu S1 dulu, beliau menyarankan agar saya “balik” lagi ke UGM saja. “Biar ga susah adaptasinya, Des… Lagian kita banyak proyek lho…“, kata beliau. Dengan rekomendasi akademik dari beliau dan seorang Profesor Biologi di UNM (kolega di kampus), saya mengirimkan berkas pendaftaran ke Program Pascasarjana UGM.

Berikutnya adalah test PAPs dan AcEPT. Sebagai syarat diterima di Program Pasca Sarjana UGM harus punya skor PAPs (Potensi Akademik Pasca sarjana) 500 dan skor AcEPT (Academic English Profisiensy Test) 209. Kalau yang PAPs itu saya ga begitu kuatir, tapi yang AcEPT ini bikin deg-degan. Belum pernah ikut test macam itu sih… biasanya hanya TOEFL aja. Sebenarnya kalau punya skor TOEFL di atas 450 bisa dikonversi langsung nilainya. Tapi punya saya udah kadaluwarsa 2 tahun… 😛 Yah… harus ikut test.

Modal nekat. Asli. (eh… dibantu juga sama contoh soal AcEPT dari adek kelas di SMA dulu). Saya pun ikut test di tempat dan waktu yang sudah ditentukan. Tes pertama PAPs, Alhamdulillah… bisa dikerjakan semua. Tes kedua AcEPT, jangan ditanya… mumet habis. Tapi ya dijawab aja setahunya. Yang ga tahu, ditebak aja… hehe… Kalau nanti diterima dengan syarat harus mengulang AcEPT ga apa-apa deh… asal lulus aja. Itulah isi doa saya waktu mengumpulkan lembar jawaban ke panitia.

Menunggu sebulan lebih, tibalah waktu pengumuman. Kalau menurut informasi awal pengumumannya dikeluarkan di minggu ke IV bulan Juni 2012. Sejak tanggal 24 Juni setiap hari saya ngecek di internet. Sampai tanggal 29 Juni belum juga ada pengumuman. Berhubung di minggu terakhir Juni saya ada tugas dinas ke Makassar, jadinya perhatian saya sempat teralih.

Tanggal 29 Juni malam, saat lagi lembur ngerjain proposal di Makassar, hubby ngirim MMS dengan judul “Lulus”. Di foto yang dikirimnya ada pengumuman kelulusan saya. Buru-buru saya buka internet… dan iya..ada pengumuman saya lulus di PPs Biologi UGM. Senangnyaa!! Bonusnya lagi saya ga perlu ngulang tes PAPs maupun AcEPT-nya. Terima kasih Tuhan 🙂

Sekarang tinggal nunggu pengumuman beasiswa BPPS dari DIKTI. Semoga bisa lolos juga…

Ah… jadi mahasiswi lagi, jadi “warga” Jogja lagi… Sekarang nyari kost-kostan dulu deh… Ada yang bisa ngasih info? :mrgreen:

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 9, 2012 in tentang saya

 

Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Rak buku saya kembali penuh. Bagaimana tidak, pelarian saya dari stress itu ya membaca buku… Tidak heran setiap bulan saya pasti belanja buku. Apalagi sejak bergabung dengan Blogger Buku Indonesia, tiap habis blogwalking, keinginan membeli buku itu semakin meningkat. Belum lagi di halaman facebook yang tiap hari selalu ada info buku baru dari penerbit. *sigh*

Kembali ke rak buku, beberapa buku yang sudah saya baca menjadi penghuni setia rak buku. Maksud saya, buku-buku itu tak pernah saya baca lagi. Kalau memang tidak diniatkan untuk dikoleksi, pengennya buku-buku itu berpindah tempat saja. Pernah kepikiran untuk dijual saja, sampai pasang lapak di blog sebelah. Tapi ternyata ga begitu laris. Jadinya mereka masih setia menghuni rak buku.

Sampai akhirnya saya menemukan link situs keren ini. Namanya pinjambuku. Di situs ini, anggotanya mengunggah buku-buku yang mau mereka pinjamkan ke orang lain, kemudian mereka juga bisa meminjam buku dari sesama anggota. Bukunya dipinjamkan dengan sukarela, gratis (kecuali masalah ongkos kirim yang tergantung kesepakatan antar anggota). Karena isi buku lebih bernilai dibanding fisik buku itu sendiri.

Trus gimana dong dengan buku yang kita pinjamkan? Bisa balik ke kita ga? 

Pada dasarnya buku yang mau kita pinjamkan itu sudah “diikhlaskan”. Buku itu akan beredar dari satu anggota ke anggota lainnya, seluruh nusantara. Kalau misalnya nanti kita mau baca lagi, ya kita “pinjam” lagi ke anggota yang membaca terakhir kalinya. Pokoknya saling percaya antar anggota aja lah… 🙂

Hanya bermodalkan mengunggah satu buku saja, kita sudah bisa minjam buku dari anggota lain. Kemarin saja saya ngunggah sekitar 15 buah buku lebih, eh langsung “laris” 10 buku… Saya sendiri baru minjam 3 buku dari anggota lain. Belum berani minjam banyak-banyak. Bukan apa-apa sih… hutang bacaan saya masih numpuk juga 🙂

Ide berbagi buku seperti ini sebenarnya sudah banyak di beberapa media sosial. Tapi sejauh ini, saya baru mengikuti pinjambuku saja. Berbagi memang tidak pernah rugi. Malah sangat menguntungkan. Saya bisa membaca buku-buku tanpa perlu keluar modal buat beli buku. Hobby saya terpenuhi, stress saya terobati, rak saya jadi lapang… (bisa jadi alasan buat beli buku lagi….*plaaak*) :mrgreen:

Jadi… kamu mau ikut berbagi?

PS. Dengan ini lapak bukunya resmi ditutup. Iya… buku-bukunya ga jadi dijual, mau dipinjamin aja…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2012 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: , , ,

Imagine It’s Possible

Suatu hari, seorang teman datang ke ruangan saya, dan melihat setumpuk katalog Oriflame di atas meja kerja saya. Mukanya tampak terkejut, dan langsung berkata, “Kamu jualan Oriflame ya?”.

Saya mengangguk, dan menyodorkan katalog tersebut ke arah dia. Sambil membuka-buka katalog, dia mendengarkan saya yang berceloteh soal diskon-diskon menarik di katalog tersebut.

Masih dengan mimik tidak percaya, dia kemudian berkata lagi, “Tapi ini kan MLM… Kamu ikut MLM? Ga malu apa?”

“Nggak. Saya memang ikut MLM. So what?”, jawab saya sambil tersenyum.

Dulu, dulu sekali… kalau ada yang ngajak gabung MLM, saya pasti langsung melipir pergi. Biarpun dengan janji-janji bakal dapat kapal pesiar, atau jalan-jaan ke luar negeri, saya hanya bilang, Tidak..terima kasih. Tapi keputusan yang saya ambil pada bulan November 2011 yang lalu membuka pandangan saya ke arah MLM. Waktu itu, saya melihat halaman facebook milik seorang teman,dengan status-statusnya yang selalu positif. Setelah beberapa kali chatting via pesan, saya kemudian tahu dia sudah berhenti bekerja dan sepenuhnya mencurahkan waktunya untuk keluarga. Suatu keputusan yang absurd menurut saya waktu itu. Dia kemudian bercerita tentang Oriflame dan jenjang kariernya. Saya yang masih skeptis, hanya membalas kalimatnya seadanya. Tapi saya penasaran. Benar-benar penasaran (saya menyalahkan aliran Sagitarius dalam diri saya… hehe). Kenapa saya tidak mencoba saja? Lagipula saya pernah menggunakan produknya Oriflame dan cocok.

Saya bergabung. Keluarga saya awalanya memandang sebelah mata. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Satu per satu saya mengajak mereka menggunakan produk Oriflame. Teman-teman di kantor juga akhirnya tertarik. Ternyata tidak susah menjalankan bisnis ini. Tidak menyita waktu sama sekali. Dan yang paling menyenangkan adalah, dalam waktu 4 bulan saya sudah merasakan beberapa bonusnya. Belum seberapa sih, tapi lumayan buat menunjang hobi saya yang lain yaitu belanja buku 🙂

Mungkin masih ingat dengan postingan tentang mimpi yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu. Jangankan saya, banyak sekali wirausahawan yang sukses karena berangkat dari mimpi.  Saya yakin, suatu waktu mimpi saya bisa terwujud bersama Oriflame. Imagine, It’s Possible.

Tahun 2012, Oriflame mengangkat tema “Imagine, It’s Possible” sebagai motto bersama. Bahkan sampai ada theme song-nya juga lho… Keren banget, bikin tambah semangat. Mau dengar?? Klik link berikut ini

http://soundcloud.com/oriflame/sets/imagine-its-possible

Mau sambil nyanyi? Ini dia liriknya

I used to think
This is it, I guess I always want it to
That’s a dream, make a change
Imagine it’s possible
It’s my call and I can feel the wind of change
Just a night here’s your change

Reff :
If you can imagine that u can achieve it Oh
If you can dream it that u can become in
Imagine it’s possible
I got the feeling it’s now or never
Nothing gonna stop ya, if you really wanna
Be all that you can be
Imagine it’s possible
See all your dreams for the highest level
I know I can make it, I got what it takes in
Imagine it’s Possible
This all the time
When you see, that anything could happen fast
Who would thought for one day
Two another table burn
When it’s right
You just watch that now they’re on board
Just a night here is the chance..
.. Reff ..
I got the feeling it’s now or never
Nothing gonna stop ya, when u really wanna
Reach it with Oriflame
Imagine it’s Possible
Set all your dreams for the highest level
I know I can make it, I got what it takes in
Imagine It’s Possible

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2012 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Usaha Untuk Tetap Waras

Maafkan saya jika lagi-lagi saya bercerita tentang buku. Akhir-akhir ini buku (khususnya novel) menjadi tempat pelarian bagi saya dari segala kesibukan dan rutinitas yang membuat stres. Dari Senin hingga Sabtu, pagi sampai sore, saya harus stand by di kampus melayani mahasiswa dengan segala keperluan mereka. Terkadang malam hari, di saat saya seharusnya beristirahat, tangan masih saja aktif ketik sms pertanyaan mahasiswa.

Jadwal kerja tanpa libur (kecuali tanggal merah, yang selama setahun kemarin jarang banget yang jatuh di hari Sabtu atau Senin ) membuat saya stuck ga bisa kemana-mana. Liburan nyaris ga pernah. Untungnya masih ada internet yang bisa menghubungkan saya dengan dunia luar.

Hiburan saya satu-satunya hanyalah buku. Saat saya membaca buku, saya bisa melupakan sejenak segala beban yang menghimpit hari-hari saya. Apalagi kalau buku yang saya baca semacam novel fantasi dan petualangan, rasanya seperti berlibur. Adapun ketika saya mengharuskan diri menulis beberapa review setelah membaca buku, supaya saya tidak sekedar membaca saja, tapi sekaligus memahami apa isi buku tersbut (plus latihan jadi penullis #eaaa).

Alhasil, dana liburan bisa beralih menjadi dana pembeli buku. Semata-mata untuk membuat saya tetap waras dan kembali tersenyum saat pagi menjelang 🙂

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2012 in jalan-jalan, tentang saya

 

Sebelas di Dua Ribu Sebelas

Dua ribu sebelas tinggal 2 hari lagi. Menutup semua postingan di tahun ini, saya akan menuliskan sebelas hal yang terjadi selama tahun 2011. Here they are..

  1. Satu harapan yang terkabul adalah saya dan suami bisa berkumpul bersama kembali, menjalani kehidupan berumah tangga yang seutuhnya. Tidak lagi terpisahkan oleh jarak dan waktu.
  2. Saya mendapatkan kepercayaan memegang jabatan Ketua Program Studi Biologi di kampus tempat saya bekerja. Pekerjaan ini tidak mudah, bahkan bisa saya kategorikan sebagai tanggung jawab yang berat. Di kampus yang infrastrukturnya belum berjalan dengan baik, beban pekerjaan seringkali berada di pundak Ketua Prodi, karena mereka yang langsung berhadapan dengan mahasiswa. Tapi Puji Tuhan, hingga akhir tahun ini semua berjalan dengan baik.
  3. Kami menempati rumah baru. Yay!! Walaupun masih berupa rumah pinjaman dari Papa, tapi belajar berumah tangga jadi lebih kerasa dengan tinggal terpisah dari orang tua.
  4. Postaweek 2011. Saya sempat mencanangkan diri mengikuti tantangan menulis setiap minggu yang diadakan oleh WordPress. Tapi saya hanya sanggup mengikuti kurang lebih 30 minggu saja. Itupun banyakan di Weekly Photo Challenge saja. Satu kegagalan buat mencambuk diri sendiri supaya lebih rajin menulis tahun depan 🙂
  5. 160 buku untuk 2011 Reading Challenge di Goodreads. Ini pencapaian besar buat saya. Menantang diri sendiri untuk membaca, dan ternyata sanggup menyelesaikan target. Bahkan sampai hari ini ada 168 buku yang sudah saya baca.
  6. Berkaitan dengan hal di atas, saya membuat satu lagi blog khusus untuk me-review buku yang saya baca. Blognya masih bayi, tapi sudah banyak yang datang “menjenguk”. Harapan saya di tahun depan, setiap buku yang saya baca bisa saya review. Amin…
  7. Bergabung dengan Blogger Buku Indonesia. Satu kesimpulan : Sangat Menyenangkan. Bisa dapat informasi buku terbaru, tukar-tukaran buku dengan sesama anggota, bisa kenal dengan beberapa editor buku-buku bestseller di Indonesia.
  8. Tiga tahun usia pernikahan. Walaupun Tuhan belum juga menjawab keinginan kami mempunyai keturunan, tapi kebahagiaan bersama suami adalah hal yang harus saya syukuri di sepanjang tahun ini.
  9. Mendapat kesempatan bersama suami untuk memberikan hadiah Natal pada Papa. Beliau yang ingin sekali memiliki sebuah netbook akhirnya bisa terwujud di akhir tahun ini.
  10. Memulai usaha sendiri, memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman sebagai karyawan untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Sebenarnya didasari dari ingin mendapatkan penghasilan tambahan, dan belajar bagaimana dunia bisnis itu. Jadinya mencari usaha yang tidak menyita banyak waktu, bisa dilakukan secara online, dan dengan modal kecil bisa untung banyak. Pengen tahu usahanya? Silahkan klik banner d’BC Network di samping.
  11. Menutup akhir tahun, kami sekeluarga kehilangan seorang anggota keluarga besar Nek Sipi Family. Seorang adik kami, cucu terakhir di keluarga besar ini, harus meninggalkan kami setelah sebulan lebih berbaring di ICU karena penyakit Lupus. Walaupun berat, kami semua yakin inilah kesembuhan yang diberikan Tuhan bagi adik kami, Feby. Selamat jalan, Feby. We all love you.

How about you? 

Good bye 2011. Welcome 2012. God will bless us through the whole year.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: ,