RSS

Arsip Kategori: tentang DIA

Mengucap Syukurlah Dalam Segala Hal

download

Bersyukur kepada Tuhan..bersyukur kepada Tuhan… Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan

Entah sejak kapan dan bagaimana awal mulanya, setiap kali Yobel melihat tanda salib, dia akan langsung berkata, “Bersyukur kepada Tuhan“. Tidak jarang, dia lanjutkan dengan menyanyikan lagu berjudul sama. Bukan hanya tanda salib, sambungan ubin dan tanda tambah di kalkulator pun baginya terlihat sama. Dia juga akan mengatakan, “Bersyukur kepada Tuhan” saat melihatnya.

Meski sudah diajarkan, bahwa lambang palang itu bernama salib, dia lebih sering mengucapkan kalimat “Bersyukur kepada Tuhan”. Mungkin di dalam kepala kecil-nya sudah tertanam bahwa nama lambang itu adalah “Bersyukur kepada Tuhan“.

Sampai satu kali, dia diajak Bapaknya ke rumah seorang teman yang memproduksi peti mati. Di peti mati itu ada tanda salib. Spontan, Yobel langsung berteriak sambil menunjuk petinya, “Wow…bersyukur kepada Tuhan“.

Oalah, nak… kebayanglah bagaimana kalau anak ini dibawa ke acara pemakaman, dan dia akan melihat tanda salib di peti mati atau nisannya. Bisa-bisa orang akan salah kaprah mendengarnya. Hehe…

Tapi… di satu sisi, Yobel mengajarkan kepada kami bahwa ucapan syukur memang sepantasnya dipanjatkan saat melihat salib itu. Mengucap syukur atas kasihNya, atas pengorbananNya, atas karuniaNya, atas keselamatan dariNya.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2017 in entahlah..., tentang DIA, tentang kita

 

Aku Belajar

Religious-Inspirational-QuotesBeberapa hari ini bisa saya masukkan dalam kelompok hari-hari terberat dalam hidup saya. Pasalnya, saat saya sedang dikejar deadline untuk menyelesaikan tesis biar bisa lulus April besok, ada aja halangannya. Jadi ceritanya untuk tinggal satu jenis data lagi yang perlu saya lengkapi agar penelitian tesis saya dianggap selesai, yaitu data tentang DNA tanaman yang menjadi objek penelitian saya. Karena tanaman yang saya teliti jumlahnya sangat terbatas saya harus mencari metode yang tepat. Pas lagi uji coba metode itu, eh mesin PCR yang ada di lab rusak. Pas saya yang make lagi. Pas baanget apesnya.

Meski saya berusaha sok tegar, tetap saja di dalam kepala saya berkecamuk. Stres pake banget. Semua rencana saya ke depan terancam buyar.

Sampai tadi malam, saat saya mencari beberapa literatur di antara tumpukan buku di dalam lemari, saya menemukan Alkitab saya yang sudah lama terlupakan (salahkan kecanggihan handphone yang bisa memuat program Alkitab di dalamnya). Alkitab saya ini adalah pemberian Papa saya saat saya masuk SMP dulu. Memang sampai sekarang saya masih menyimpan Alkitab itu, karena lembaran-lembarannya penuh warna-warni. Kebiasaan saya dahulu memberi warna pada ayat-ayat yang punya arti tersendiri bagi saya. Saat membuka Alkitab itu, saya menemukan tulisan yang pernah saya tulis dengan pulpen. Tulisannya saja sudah mulai pudar tapi masih bisa terbaca.

Aku belajar…bahwa tidak selamanya hidup ini indah. Kadang Tuhan mengijiinkan aku melalui derita. Tetapi aku tahu bahwa Ia tidak pernah meninggalkanku. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan bersyukur.

Aku belajar… bahwa tidak semua yang aku harapkan akan menjadi kenyataan. Kadang Tuhan membelokkan rencananku. Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik daripada apa yang aku rencanakan. Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.

Aku belajar… bahwa pencobaan itu pasti datang dalam hidupku. Aku tidak mungkin berkata, tidak Tuhan! Karena aku tahu bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku. Sebab itu aku balajr menghadapinya dengan sabar.

Aku belajar… bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali. Karena semua rancanganNya indah bagiku. Maka dari itu aku akan bersyukur dan bersukacita dalam segala perkara. Maka sehatlah jiwaku dan segarlah hidupku. Inilah yang kudapat dari setiap perkara Bapaku di surga. 

………

Saya jadi tersadar. God will ensure my success in accordance with His plan, not mine. Saya hanya harus percaya dan berserah. Hal sederhana tapi kadang terlupakan.

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2015 in tentang DIA, tentang saya

 

Apa Peranmu?

Sebuah renungan Natal tahun ini.

Coba perhatikan beberapa gambar di bawah ini.

108muril

Gerard_van_Honthorst_001

Grace-Fox_nativity-baby-jesus

Dari gambar-gambar di atas, kalau kita ditanya yang mana bayi Yesus atau yang mana Maria, tentunya kita bisa menjawab dengan yakin. Jelas banget ya… mereka berdua terlihat menonjol dalam setiap gambar-gambar tentang kelahiran Yesus. Tapi coba deh kalau ditanya, yang mana Yusuf? Err… agak susah jawabnya. Selain karena di gambar-gambar itu banyak figur laki-laki, tapi karakter Yusuf dalam proses kelahiran Yesus memang tidak menonjol. Bahkan nyaris tidak berperan.

Tapi apakah benar Yusuf tidak berperan sama sekali?

Coba kita buka Alkitab, dan membaca berita kelahiran Yesus di Matius 1:18-25. Di situ diceritakan tentang Yusuf yang lagi galau karena tunangannya hamil, padahal belum juga diapa-apain. Jamannya Yusuf hidup, perempuan yang hamil di luar nikah itu hukumannya berat. Bisa dirajam dengan batu. Yusuf yang menyayangi tunangannya bermaksud “menceraikan”nya secara diam-diam. Biar Maria tidak malu. Saking galaunya Yusuf sampai kebawa mimpi. Untunglah malaikat Tuhan datang kepada Yusuf dalam mimpinya dan menyatakan Rencana Besar Allah kepada Yusuf.

Setelah itu apa yang terjadi? Yusuf menjadi YES MAN. Tanpa ragu, tanpa banyak pertanyaan, Yusuf mau mengambil bagian dalam rancana Allah. Maria aja waktu dikasih tahu malaikat Tuhan kalau dia bakal hamil danm mengandung Yesus masih ragu. Masih nanya-nanya “apa iya bisa?”. Yusuf menikahi Maria, dan tidak bersetubuh dengannya hingga bayi Yesus lahir. Dia pun membesarkan Yesus sebagai anaknya sendiri, mengajarkan keahlian yang dimilikinya sebagai tukang kayu, menjadi ayah yang baik bagi Yesus sehingga Yesus tumbuh sebagai seorang pribadi (manusia) yang percaya diri.

Seringkali dalam kehidupan kita, kita bertanya apa sih peran kita? Kalau dikasih kepercayaan dari Tuhan terhadap sesuatu hal, lebih seringnya kita menjadi ragu. Yusuf, seorang yang tulus hati, percaya apapun rencana Allah terhadap dirinya. Meski di mata orang dia tidak terlihat berperan apa-apa. Mari belajar dari Yusuf untuk menjadi YES MAN terhadap rencana Allah.

Ohya, dari gambar di atas, Yusuf yang mana? Hanya Maria dan pelukisnya yang tahu 😀 Btw, saya menyertakan satu video tentang kegalauan Yusuf. Tapi dari video ini kita bisa melihat bagaimana peran besar Yusuf dalam rencana Allah.

Selamat merayakan Natal 2013.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 25, 2013 in tentang DIA

 

About two thousand and ten

Hampir semua orang yang saya jumpai berkomentar kurang lebih seperti ini, “Wah… ga kerasa ya.. 2010 bentar lagi mau selesai”.

Iya.. saya juga berpendapat seperti itu. Rasanya belum berbuat apa-apa kok ya sudah berganti tahun lagi. Di tahun 2010 ini saya memang tidak membuat resolusi apa-apa. Kecuali keinginan untuk mempunyai seorang anak. Pertengahan tahun 2010, karena belum juga mendapatkan keinginan saya itu, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan.  Ada sedikit masalah memang pada rahim, tapi menurut dokter itu bukan hal yang berbahaya. Terapi hormon yang diberikan dokter belum membuahkan hasil kecuali wajahku menjadi berbintik-bintik penuh jerawat 🙂

Soal karir, basically tidak ada peningkatan secara personal. Keinginan untuk melanjutkan sekolah juga masih tertunda karena sesuatu dan lain hal di tempat kerja.

Jika menguti pertanyaan @venustweets di twitternya hari ini, “Q: on a scale of 1-10, how satisfied are you with 2010? why? why did you score that way?”, saya akan memberi nilai 7 pada tahun 2010. Tidak terlalu puas, tapi tidak juga mengecewakan.

Mengapa tidak mengecewakan? Karena di atas semua ketidak puasan atas pencapaian di tahun 2010 ini, di akhir tahun ini keluargaku bisa berkumpul lengkap merayakan Natal dan Tahun Baru. Kedua orang tuaku, kakak dan adik (yang sudah 2 tahun tidak mudik dan akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya), dan terutama suamiku yang tercinta. Saya berbahagia untuk itu.

Dan akhirnya… masih ada 2 hari sebelum tahun ini berakhir. Mungkin tidak cukup waktu lagi untuk menuntaskan semuanya. Tapi setidaknya, mari menjalani 2 hari ini dengan kebahagiaan. Setidaknya ada yang bisa dikenang di tahun 2010.

Happy (Early) New Year, pals…

gambar dari  sini

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 29, 2010 in entahlah..., tentang DIA, tentang kita, tentang saya

 

Tag: ,

At the end of 2009

Di penghujung tahun ini, saat saya menoleh kembali ke belakang, saya menemukan kenyataan bahwa ternyata hidup saya di sepanjang tahun 2009 lebih hidup. I do live my life. Ada begitu banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku. Dan bukankah perubahan itu adalah ciri kehidupan?

Awal tahun, sebagai newlywed, kami memiliki begitu banyak rencana. Ingin punya anak, ingin punya rumah, ingin berkumpul bersama kembali. Ingin membangun keluarga yang utuh secara fisik. Prioritas saya pun menjadi berubah. Setidaknya sepanjang tahun ini, saya lebih fokus pada keluarga dan mengesampingkan karir. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan pun tidak lagi mengebu-gebu seperti dahulu.

Pertengahan tahun, saya bertemu dengan figur-figur istimewa di situs wanita ini. Ada Simbok Venus, Silly, Devieriana, bang TogaMas Stein, Aubrey Ade, Sabai, dan masih banyak lagi.  Di sana saya menemukan keluarga baru. Di sana saya belajar lebih mencintai diri sendiri dan menghargai orang lain. Di sana saya menemukan banyak cinta yang hidup.

Masih di pertengahan tahun, saya meninggalkan pekerjaan lama, dan menemukan pekerjaan baru yang merupakan cita-cita saya sejak kecil. Menemukan tantangan yang unik, lucu, dan aneh pada mahasiswa-mahasiswa di daerah.

Menjelang akhir tahun, saya menemukan fakta bahwa belajar menjadi seorang ibu rumah tangga lebih susah dibandingkan belajar menjadi wanita karir; mbikin anak itu nggak gampang; dan menjadi calon pegawai negeri ternyata juga membutuhkan faktor keberuntungan, selain memenuhi kategori yang dipersyaratkan

Tidak semua apa yang saya inginkan saya peroleh, tapi yang pasti Dia menyediakan yang saya butuhkan di tahun ini.

Selamat menyongsong tahun baru, teman… Tuhan yang sudah memberkati kita di tahun 2009 ini, akan tetap menyertai dan memberkati kita di tahun 2010.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2009 in tentang DIA, tentang kamu, tentang kita, tentang mereka, tentang saya

 

Tag: , , ,

Setiap hubungan selalu layak untuk dipulihkan

rekonsiliasi

Semua orang pernah menjalani suatu bentuk hubungan dengan sesamanya. Baik itu sebagai teman, saudara ataupun kekasih. Terkadang hubungan itu tidak berjalan dengan mulus. Tidak sedikit bahkan harus berakhir dan menimbulkan perpecahan. Seperti dua buah tempat yang dihubungkan oleh satu jembatan, ketika jembatan itu rusak maka demikian pula dengan hubungan antara dua tempat itu.

Lalu bagaimana jika hubungan itu menjadi rusak? Beberapa orang memilih untuk berdiam diri, lari dari kenyataan, berpura-pura masalah itu tidak ada, atau memenuhi keinginan lawan (seteru). Semua itu dilakukan untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. Tentu saja sesuatu bernama kedamaian itu juga tidak akan didapatkan jika menghindari konflik. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa dia merasa damai, percayalah itu hanya kedamaian semu.

Jadi apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan hubungan yang rusak itu?

Bawa dalam doa setiap saat kepada Yang Maha Kuasa. Hubungan itu bisa ada karena kehendakNya juga. Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini tanpa seizinNya. Termasuk kerusakan hubungan itu. Tanyakan padaNya, apa maksud dari keretakan hubungan itu.

Selanjutnya ambil insiatif untuk memulihkan hubungan. Jangan menunda atau berkata “ah..nanti waktu yang akan memulihkannya”. Waktu itu sendiri tidak pernah menyembuhkan luka. Waktu hanya menyebabkan luka itu bernanah. Tapi jangan juga tergesa-gesa untuk segera membereskan masalah. Temui dia, dan sampaikan padanya bahwa anda ingin memulihkan hubungan itu. Jangan lupa mengakui bahwa anda juga punya peranan dalam kerusakan itu. Pada saat anda mengakui kesalahan dan kelemahan anda, hal itu bisa meredakan amarahnya.

Jangan hanya berempati, tapi bersimpatilah pada perasaannya. Speak less and listen more. Biarkan dia menceritakan keluh kesahnya, dan cobalah menempatkan diri pada posisinya. Setidaknya anda bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari kerusakan hubungan ini. Perdamaian selalu punya label harga. Mungkin itu seharga dengan kesombongan dan keegoisan anda.

Utamakanlah rekonsiliasi, bukan resolusi. Rekonsiliasi mengutamakan hubungan, sementara resolusi mengutamakan masalah. Pada saat anda mengutamakan rekonsiliasi, masalah akan kehilangan makna. Bersama-sama, anda dan dia menyerang masalahnya dan bukan saling menyerang pribadi yang terlibat. Anda boleh berdiskusi atau bahkan berdebat. Tetapi tetap gunakan semangat keharmonisan. Dinginkan kepala jika suhu mulai memanas. Selalu dibutuhkan banyak usaha untuk memulihkan hubungan.

Sebuah kalimat dari surat seorang rasul kepada jemaat di Roma mengatakan,

“sedapat-dapatnya,  jika hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 14, 2009 in Ngerumpi, tentang DIA, tentang kita

 

Tag: ,

I should not

sometimes I thought

I’ve include You in my plan

otherwise, I supposed to

include me in Your plan

then when everything turn to crap

I start to blame You

askin’ You, where You go?

why could be?

I forgot, You were sealed and wrapped nicely

in my box of mind

I should not

put You in my box of mind

sealed and wrapped  it nicely

just to make sure

You always here with me

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2009 in tentang DIA, tentang saya

 

Tag: , ,