RSS

Arsip Kategori: Ngerumpi

Artikel-artikel ini juga dipublikasikan di Ngerumpi

Kopdar BBI dan Ngerumpi

Minggu kemarin bisa dibilang minggu kopdar-an. Dimulai dengan kopdar bersama BBI Jogja di hari Kamis, 13 September kemudian dilanjutkan dengan kopdar mini Ngerumpi di hari Minggu, 16 September. Mari kita lihat apa yang terjadi pada saat kopdar 🙂

Kopdar BBI Jogja

Berawal dari twitter, Dion, Oky, Alvina dan saya akhirnya membuat rencana untuk kopdar. Sempat deg-degan juga, soalnya ini adalah kopdar pertama saya dengan anak-anak BBI. Selama ini kan hanya saling mengunjungi blog, dan meninggalkan komentar di grup facebook, goodreads dan twitter. Berhubung yang mau kopdar adalah anggota BBI, maka venue-nya dipilih di kedai donat di dekat Toko Buku Gramedia Sudirman. Kenapa ga di toko buku-nya? Yah nanti bukannya kopdar malah jadi kalap sama buku.

Sebelum jam 12 saya udah nyampe di venue. Saya muter-muter dulu di toko buku sebelum duduk manis di kedai donat nungguin teman-teman yang lain. Yang pertama muncul adalah Oky, kemudian Dion (yang sempat makan dulu di parkiran), kemudian terakhir Alvina (dengan temannya yang kemudian didaulat sebagai juru foto).

minjam foto-nya Alvina

Karena kopdar ini konon sekalian dengan penyambutan datangnya saya di Jogja, jadinya Oky, Dion dan Alvina masing-masing datang dengan membawa sesajen untuk saya. Sesajennya ada di foto berikut.

timbunan buku dari Oky, Dion dan Alvina

Hwaa.. senangnya bertemu dengan kalian semua *muaah*

Kopdar Mini dengan Ngerumpi

Masih lewat twitter juga, Matilda dan Christin ngajak kopdar. Sekalian aja ngajak om Warm juga. Soalnya mau nagih hadiah buku sama om Warm (yang sebenarnya aneh juga, nagih buku lewat kopdar, padahal masih bisa dibilang tetanggan sama om Warm :D). Jadinya kita janjian di FoodFezt jam 1 siang, sekalian makan siang maksudnya.

Tapi berhubung ada acara keluarga, saya dan suami datangnya terlambat kurang lebih 30 menit. Pas saya datang sudah ada Matilda, Christin dan om Warm beserta pasukannya (ihiy… ketemuan juga dengan pasukannya om Warm yang sering diceritain di blog. They are so cute 🙂 ). Selama kopdar, om Warm malah lebih asyik ngobrol dengan suami saya. Maklum sama-sama orang hutan plus peminat fotografi. Entah apa yang mereka obrolin, soalnya saya juga asyik ngobrol dengan Matilda dan Christin. Saking asyiknya ngobrol, kita malah lupa foto-foto. Jadinya ga ada bukti otentik kopdar deh..

Tapi… tetap saja ada yang dibawa pulang dari kopdar. Ada kisah Matilda saat mengajar di Maluku Tenggara Barat yang membuat saya dan suami terkagum-kagum, buku-buku bacaan yang dipinjamin oleh Christin (bacaannya Christin klasik euy) plus dapat hadiah buku dari om Warm.

pinjaman dari Christin dan hadiah dari om Warm

Bertemu orang-orang hebat seperti om Warm, Matilda dan Christin sangat menyenangkan. Dan berhubung ga ada bukti otentik kopdaran, sepertinya kita harus merencanakan kopdar berikutnya ya… 🙂

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 17, 2012 in entahlah..., jalan-jalan, Ngerumpi, tentang mereka, tentang saya

 

Auk yang Hangat

“Apa sih tujuan kamu nge-blog?”

Dulu saya pernah dapat pertanyaan kayak gitu, waktu blog saya masih pake domain friendster. Saya jawab, “iseng saja. Pengen nulis, pengen curhat.”. Ya, saya ga peduli ada yang mau baca atau tidak. Yang penting nulis. Karena kata Pramoedya Ananta Toer :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi jika ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”

Pengalaman menulis pun makin berkembang sejak gabung di Ngerumpi. Di sana saya ketemu dengan salah satu seleb-blog yang namanya unik. Om Warmorning. Tulisannya nggak pernah panjang, tapi selalu “nendang”. (Wow ada rima-nya). Komentarnya membuat kita merasa disambut dengan hangat (ga tahu deh mungkin ini ada hubungannya dengan nickname yang dia pake). Tidak puas dengan tulisannya di ngerumpi, saya segera cari blog-nya apa.

Akhirnya sampailah saya di Blog Auk. Blog yang sangat sederhana tanpa banner dan template macam-macam. Putih polos aja. Sekilas tidak menarik memang. Tidak eye-catching. Tapi karena saya sudah niatkan  untuk membaca tulisan-tulisan beliau, saya “bongkar” satu persatu postingan di sana. Dan saya mendapati diri saya semakin mencari-cari di arsip tulisannya.

Saya suka dengan cara menulisnya. Apa yang ditulisnya juga terasa akrab karena dia benar-benar “bercerita” tentang kesehariannya. Selalu ada yang original dalam setiap tulisannya. Bahkan dalam memilih judul pun sangat unik. Ada yang perhatikan judul postingannya berawal dari huruf A sampai Z? Kalau sudah sampai Z balik lagi ke A.

Beliau sih ngakunya blognya ga jelas arah dan tujuan, tapi saya suka. Makanya saya tidak ragu memasukkan di daftar Google Reader saya supaya saya tidak ketinggalan tulisan terbaru beliau. Walaupun jarang ninggalin komentar, tapi saya pastikan selalu membaca tulisannya. Termasuk ketika saya membaca soal Koeis Djoem’at berhadiah buku ini 🙂

Biarpun tidak ada kuis itu, saya pernah meniatkan membuat postingan tentang beliau. Bagaimanapun beliau sudah menjadi salah satu inspirator saya dalam menulis blog. Beliau tidak akan pernah hilang dari sejarah (minimal sejarah saya nge-blog) :mrgreen:

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2012 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi, tentang mereka

 

Tag: , , ,

Apa bedanya katak dan kodok?

Jadi ceritanya suatu pagi saya mau mengajarkan tentang amfibi di kelas biologi. Malam sebelumnya, saat ngobrol dengan si abang (baca : suami) via telpon, tiba-tiba terjadilah percakapan berikut :

Saya     : “Bang, apa bedanya katak dan kodok?”

Abang   : “Oooh… katak itu banyaknya di air dek… Kalau kodok banyaknya di darat.”

Saya     : “Kenapa begitu?”

Abang   : “Ya iyalah… coba.. mana ada mobil katak? Adanya kan mobil kodok…”

Saya     : “ Eh?”

Abang   : (sambil nahan ketawa) “Ya kan?? Trus… mana ada pasukan kodok? Yang ada pasukan katak…”

Saya     : “Huahahaha…Serius dong bang… besok kan mau ngajar nih.. Masak ngomong gitu depan kelas

Abang   :” Iya deh… serius nih. Pernah dengar lagunya tentang Kodok?”

Saya     :” Lagu yang mana?”

Abang   :” Itu lho… Kodok ngorek…kodok ngorek… Ngorek pinggir kali…”

Saya     : (mikir) “…lha terus?”

Abang   : “ Nah itu.. kodoknya kan di pinggir kali.. nggak lompat masuk ke kali. Soalnya kodok sukanya di daratan…”

Saya       :” Jyahahaha…..”

Eh, tentu saja bukan penjelasan itu yang saya berikan keesokan harinya. Jadi dari yang saya baca dan dengar (tentunya bukan dari si Abang 🙂 ), kalo kodok itu badannya lebih lebar, (memang) lebih banyak di daratan daripada di air, badannya berbintil-bintil, biasanya disebut juga bangkong. Kalo katak badannya lebih ramping, mulus berlendir, dan lebih banyak di air.

Ada yang baru tau bedanya katak dan kodok? 🙂

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 9, 2010 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi

 

Tag: , ,

Tulisan tentang tulisan

Menulis sudah menjadi salah satu passion dalam diri saya. Kebiasaan menulis itu ada sejak di SMP. Dulunya saya hanya menulis di buku harian dengan bahasa yang ala kadarnya. Waktu SMA mulai menulis cerpen dan puisi untuk mading sekolah. Sewaktu kuliah, menulisnya dialihkan menjadi catatan-catatan singkat yang disimpan dalam folder tertentu di dalam komputer. Hingga akhirnya saya mengenal blog, dan mulai menulis di sana. Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2010 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi, tentang saya

 

Tag: , , , ,

ketika warm berfiksi

Seorang teman pernah berkata, kalau dia tidak suka dengan cerita yang “nggantung”. Dia lebih suka dengan cerita yang happily ever after. Makanya kalau mau membaca sebuah buku cerita, dia akan membaca halaman terakhirnya dulu sebelum memutuskan untuk meneruskan bacaannya.

Saya sendiri beranggapan happily ever after itu membosankan. Gampang ditebak. Ya.. saya penggemar cerita “nggantung”. Dengan begitu, imajinasi saya terjaga, bahkan saya masih bisa menebak-nebak kelanjutan ceritanya. “Orang yang aneh”, kata teman saya tadi kepada saya. Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2010 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi

 

Tag: , ,

“Berubah!!”

They must often change, who would be constant in happiness or wisdom. ~Confucius

Kalau kita adalah superhero, berubah menjadi lebih baik, lebih keren, lebih asyik itu pastinya gampang saja. Seperti Kesatria Baja Hitam, tinggal teriak “berubah!!”, dia udah pake jubah kesatrianya dan siap melawan monster yang badannya lebih tinggi dari gedung tertinggi di Jepang. Atau kayak Superman, tinggal masuk ke dalam kotak telepon umum atau ngumpet di balik tembok, wus..wus..  CDnya yang tadinya di dalam udah jadi di luar jadi pahlawan berkostum biru-merah dengan rambut berponi khas itu, siap membasmi kejahatan. Pokoknya gampang lah. Lha kita yang manusia biasa, gimana dong?  Teriak berubah ratusan kali juga ga bakal kejadian apa-apa (palingan dibekap ama orang sekampung karena disangka udah ga waras) 🙂 Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2010 in entahlah..., Ngerumpi

 

Tag: , , ,

Anak Jaman Sekarang

kids

Kalau mamaku lagi ngumpul bersama sesama orang tua, dan membicarakan soal anak-anak mereka, biasanya kalimat seperti berikut ini terucapkan oleh salah satu dari mereka.

“Anak jaman sekarang itu nggak kayak kita dulu waktu kecil. Dulu, kita lebih sering di rumah, bantu orang tua. Ada saja yang bisa dikerjakan. Dari kecil sudah bisa masak. Trus tidak pernah melawan orang tua. Anak sekarang jarang di rumah, ndak les-lah.. main ke rumah temannya lah.. kalau di rumah, di kamar aja main komputer. Ngerjain tugas katanya. Jangankan masak, cuci piring saja tidak tahu..”

Dan yang lain mengiyakan sambil menganggukkan kepala. Saya yang dengar itu senyum-senyum saja. Untung saya bukan produk jaman sekarang, soalnya saya bisa kok cuci piring. 🙂

Read the rest of this entry »

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2010 in Ngerumpi

 

Tag: , ,