RSS

Arsip Kategori: jalan-jalan

Taru Martani, Pabrik Cerutu Tertua di Indonesia

cerutu tarumartani

Minggu lalu, tanggal 24 Juli 2013 BBI Jogja kedatangan tamu kehormatan. Bang Helvry, koordinator umum BBI, sedang ada tugas di Jogja. Sekalian saja didaulat untuk kopdar. Awalnya yang kopdar hanya saya, Dion dan bang Helvry. Tidak lama kemudian datanglah mbak Lutfi (koordinator GRI Jogja). Obrolan kopdar nggak melulu tentang buku saja. Apalagi ketika suami saya, Joel, ikut bergabung, obrolan berubah topik menjadi fotografi dan tempat wisata. Tiba-tiba saja mbak Lutfi bertanya, “sudah pernah ke Taru Martani, pabrik cerutu tertua di Indonesia?“. Karena belum ada yang pernah ke sana, jadilah agenda pertemuan berikutnya adalah hunting foto di Taru Martani.

Tidak banyak orang yang mengetahui kalau pabrik cerutu tertua di Indonesia ada di Jogja. Kalau selama ini wisata ke Jogja hanya seputaran Malioboro dan Kraton saja, cobalah ke pabrik ini. Lokasinya dekat dengan Stasiun Lempuyangan, Jogja. Dari stasiun bisa naik becak, bilang saja ke Taru Martani, tukang becak-nya pasti tahu. Tempatnya di daerah Baciro. Pabrik Taru Martani sebenarnya dibuka untuk kunjungan umum dengan membayar IDR 15,000/orang. Rombongan kami – bang Helvry, mbak Lutfi, bang Joel, saya, dan Keren (temannya mbak Lutfi) – cukup beruntung karena mbak Lutfi kenal dengan salah satu konsultan di sana. Jadinya kami masuk gratis, plus diantar sama manajernya langsung 🙂 Saya melihat ada beberapa rombongan turis asing yang juga datang pada hari itu, dan setiap rombongan didampingi oleh guide.

Pak Ayub, salah satu manajer di Taru Martani, yang mengantar kami berkeliling. Bangunan pabrik yang masih bernuansa Belanda dipenuhi aroma wangi tembakau. Saat ini, karyawan Taru Martani berjumlah kurang lebih 250 orang, dengan fokus produksi cerutu dan tembakau kering. Produksi cerutu-nya sendiri ada yang manual (dengan tangan) ada juga yang memakai mesin. Proses produksi diawali dengan memisahkan ibu tulang daun tembakau dari helaian daun. Kemudian bagian helaian sebelah kiri dipisahkan dengan helaian sebelah kanan. Masing-masing ditumpuk secara terpisah. Setelah itu, daun tembakau dipotong sesuai ukuran tertentu untuk pelapis cerutu sebelah dalam. Sisa potongan digunakan untuk filler cerutu. Filler dicacah menggunakan mesin. Menurut Pak Ayub, mesin pencacah-nya itu masih peninggalan Belanda, yang mana di negeri Belanda sendiri sudah tidak diproduksi lagi. Setelah dicacah, daun tembakau dikeringkan sampai digunakan dalam proses selanjutnya.

Langkah selanjutnya adalah penimbangan filler, lalu pembungkusan filler dengan lapisan dalam. Dalam proses ini ada yang menggunakan mesin, ada juga dengan alat manual. Pengunjung boleh mencoba melinting cerutu dengan alat manual. Setelah itu, dilakukan pembungkusan dengan lapisan luar. Kali ini prosesnya manual pakai tangan. Ada berbagai macam ukuran cerutu yang dihasilkan melalui proses ini. Setelah cerutu jadi, kemudian dikemas dengan plastik, kertas, maupun kotak kayu. Cerutu yang dihasilkan oleh pabrik ini diekspor ke Amerika, Eropa dan Timur Tengah. Kalau tertarik membeli cerutu buatan pabrik ini, pengunjung bisa mendapatkannya di Koperasi yang ada di dekat pabrik.

Kalau mau mengetahui sejarah dari Pabrik Taru Martani bisa mengunjungi website-nya. Dan hasil hunting foto dari kamera bang Joel dijadikan video pendek di bawah ini.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 31, 2013 in jalan-jalan

 

Tag: , , ,

Kopdar BBI dan Ngerumpi

Minggu kemarin bisa dibilang minggu kopdar-an. Dimulai dengan kopdar bersama BBI Jogja di hari Kamis, 13 September kemudian dilanjutkan dengan kopdar mini Ngerumpi di hari Minggu, 16 September. Mari kita lihat apa yang terjadi pada saat kopdar 🙂

Kopdar BBI Jogja

Berawal dari twitter, Dion, Oky, Alvina dan saya akhirnya membuat rencana untuk kopdar. Sempat deg-degan juga, soalnya ini adalah kopdar pertama saya dengan anak-anak BBI. Selama ini kan hanya saling mengunjungi blog, dan meninggalkan komentar di grup facebook, goodreads dan twitter. Berhubung yang mau kopdar adalah anggota BBI, maka venue-nya dipilih di kedai donat di dekat Toko Buku Gramedia Sudirman. Kenapa ga di toko buku-nya? Yah nanti bukannya kopdar malah jadi kalap sama buku.

Sebelum jam 12 saya udah nyampe di venue. Saya muter-muter dulu di toko buku sebelum duduk manis di kedai donat nungguin teman-teman yang lain. Yang pertama muncul adalah Oky, kemudian Dion (yang sempat makan dulu di parkiran), kemudian terakhir Alvina (dengan temannya yang kemudian didaulat sebagai juru foto).

minjam foto-nya Alvina

Karena kopdar ini konon sekalian dengan penyambutan datangnya saya di Jogja, jadinya Oky, Dion dan Alvina masing-masing datang dengan membawa sesajen untuk saya. Sesajennya ada di foto berikut.

timbunan buku dari Oky, Dion dan Alvina

Hwaa.. senangnya bertemu dengan kalian semua *muaah*

Kopdar Mini dengan Ngerumpi

Masih lewat twitter juga, Matilda dan Christin ngajak kopdar. Sekalian aja ngajak om Warm juga. Soalnya mau nagih hadiah buku sama om Warm (yang sebenarnya aneh juga, nagih buku lewat kopdar, padahal masih bisa dibilang tetanggan sama om Warm :D). Jadinya kita janjian di FoodFezt jam 1 siang, sekalian makan siang maksudnya.

Tapi berhubung ada acara keluarga, saya dan suami datangnya terlambat kurang lebih 30 menit. Pas saya datang sudah ada Matilda, Christin dan om Warm beserta pasukannya (ihiy… ketemuan juga dengan pasukannya om Warm yang sering diceritain di blog. They are so cute 🙂 ). Selama kopdar, om Warm malah lebih asyik ngobrol dengan suami saya. Maklum sama-sama orang hutan plus peminat fotografi. Entah apa yang mereka obrolin, soalnya saya juga asyik ngobrol dengan Matilda dan Christin. Saking asyiknya ngobrol, kita malah lupa foto-foto. Jadinya ga ada bukti otentik kopdar deh..

Tapi… tetap saja ada yang dibawa pulang dari kopdar. Ada kisah Matilda saat mengajar di Maluku Tenggara Barat yang membuat saya dan suami terkagum-kagum, buku-buku bacaan yang dipinjamin oleh Christin (bacaannya Christin klasik euy) plus dapat hadiah buku dari om Warm.

pinjaman dari Christin dan hadiah dari om Warm

Bertemu orang-orang hebat seperti om Warm, Matilda dan Christin sangat menyenangkan. Dan berhubung ga ada bukti otentik kopdaran, sepertinya kita harus merencanakan kopdar berikutnya ya… 🙂

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 17, 2012 in entahlah..., jalan-jalan, Ngerumpi, tentang mereka, tentang saya

 

Easy Simple Smokey Eyes

OB Colour Pro Eye Shadow Trio

Minggu lalu, kakakku ulang tahun. Trus saya dan adikku sepakat ngasih kado buat si calon mama ini dua buah palet eyeshadow trio dari Oriflame (Sheer Purple dan Smoky Brown). Kenapa kami memilih palet eyeshadow trio ini? Karena selain warnanya yang menarik, bentuknya mungil (gampang dibawa kemana-mana), sudah dilengkapi dua aplikator lagi.

“Trus makenya gimana?”, kata si kakak. Iya, karena jarang dandan lengkap si kakak masih bingung gimana cara menggunakan eyeshadow biar tampil menarik. Smokey Eyes masih jadi pilihan banyak orang dalam mengaplikasikan eyeshadow. Setelah ubek-ubek Pinterest, nemu juga gambar ini di sini.

 

klik gambar untuk lebih jelas    

Boleh lho kalau mau nyontek caranya… 🙂  Ohya, saya juga pernah nemu satu website yang isinya berbagai cara “bermain dengan make up”. Namanya Looxperiments. Website ini digawangi sama Okke Sepatumerah dan kawan-kawan. Selain di website, mereka punya account twitter (@looxperiments) yang sering menampilkan tips-tips berdandan ria. Ayuk coba bermain di sana.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2012 in jalan-jalan, lihat..baca..dengar, Oriflame

 

Tag: , ,

Usaha Untuk Tetap Waras

Maafkan saya jika lagi-lagi saya bercerita tentang buku. Akhir-akhir ini buku (khususnya novel) menjadi tempat pelarian bagi saya dari segala kesibukan dan rutinitas yang membuat stres. Dari Senin hingga Sabtu, pagi sampai sore, saya harus stand by di kampus melayani mahasiswa dengan segala keperluan mereka. Terkadang malam hari, di saat saya seharusnya beristirahat, tangan masih saja aktif ketik sms pertanyaan mahasiswa.

Jadwal kerja tanpa libur (kecuali tanggal merah, yang selama setahun kemarin jarang banget yang jatuh di hari Sabtu atau Senin ) membuat saya stuck ga bisa kemana-mana. Liburan nyaris ga pernah. Untungnya masih ada internet yang bisa menghubungkan saya dengan dunia luar.

Hiburan saya satu-satunya hanyalah buku. Saat saya membaca buku, saya bisa melupakan sejenak segala beban yang menghimpit hari-hari saya. Apalagi kalau buku yang saya baca semacam novel fantasi dan petualangan, rasanya seperti berlibur. Adapun ketika saya mengharuskan diri menulis beberapa review setelah membaca buku, supaya saya tidak sekedar membaca saja, tapi sekaligus memahami apa isi buku tersbut (plus latihan jadi penullis #eaaa).

Alhasil, dana liburan bisa beralih menjadi dana pembeli buku. Semata-mata untuk membuat saya tetap waras dan kembali tersenyum saat pagi menjelang 🙂

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2012 in jalan-jalan, tentang saya

 

Berburu Buku

Akhir tahun 2011 kemarin, ada beberapa hal yang aku syukuri sudah terjadi dalam hidupku. Salah satu diantaranya adalah bergabung dengan komunitas Blogger Buku Indonesia. Dan hal ini tidak akan terjadi, jika saya tidak membuat akun di Goodreads.

Logo Blogger Buku Indonesia

Semenjak bergabung dengan BBI dan mempunyai blog buku, saya jadi lebih “rapi” dalam membaca. Buku-buku yang saya baca bisa saya dokumentasikan, walaupun di antara buku-buku itu lebih banyak yang saya pinjam daripada beli sendiri. Saya juga mulai melatih diri menulis resensi buku, dan memberikan komentar atas buku yang saya baca. Hasilnya, 156 buku di tahun 2011 bisa saya baca.

Di tahun ini, saya menargetkan lagi 150 buku untuk dibaca. Lalu dimana saya bisa mendapatkan bacaan sebanyak itu? Jelas tidak mungkin kalau  saya membeli semua buku itu untuk dibaca. Selain meminjam (pada siapa saja), cara lain adalah tukaran buku.

Saya sendiri mulai tertarik untuk ikut menukar buku. Walaupun ada rasa sayang dan tidak tega melepas koleksi buku, tapi ada baiknya buku itu berpindah tangan daripada jamuran di rak buku. Dengan saling bertukar buku, saya mendapatkan buku yang belum saya baca, dan begitupun sebaliknya. Tentunya harus ada kesepakatan antara dua pihak, mirip seperti barter. Tukaran buku dimulai dengan menawarkan daftar buku yang ingin ditukar, kemudian melihat daftar keinginan (wishlist) teman, dan jika ada yang cocok, mulailah transaksi tersebut.

Cara ketiga adalah membeli koleksi buku teman. Biasanya buku itu dilepas dengan harga miring. Namanya juga buku bekas. Cara ini biasanya ditempuh, kalau ternyata ga ada buku yang bisa saling dipertukarkan. Tentu saja masih dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Atau ikut kuis-kuis yang berhadiah buku baik dari penerbit, penulisnya langsung atau dari para blogger buku. Seperti yang diadakan oleh Mbak Truly, Stephanie, dan Okky.

Dengan cara-cara di atas, sampai pertengahan bulan ini saja, saya sudah mendapatkan 17 “buku baru” untuk dibaca di tahun ini. Ohya, yang mau mengintip buku yang mau saya swap/sale ada di sini.

Selamat berburu buku baru!

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 15, 2012 in jalan-jalan

 

Tag: , , , ,

#14 Weekly Photo Challenge : Ocean

These photo were taken on March 2011, during our late-honeymoon at Bali

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2011 in jalan-jalan, Weekly Post WP

 

Tag: , ,

dari Bedugul ke Uluwatu

Sebelumnya : Setelah menghadiri acara pernikahan kakak ipar di Palembang dan mengunjungi bapatua di Jakarta, tibalah pada tujuan perjalanan yang utama, Bali.  Kami memilih penginapan di daerah Sanur. Kenapa di Sanur?

Ini rekomendasi dari saudara. Alasannya, di Sanur ga seramai di Kuta, cocoklah buat bulan madu. Kami menginap di Agung and Sue (Watering Hole) Homestay, sebuah penginapan dengan arsitektur khas Bali, yang jaraknya hanya 10 meter dari pantai Sanur (jadi kalau mau ke pantai Sanur tidak usah membayar lagi).

Berhubung besoknya adalah Hari Raya Nyepi, malam itu ada pawai ogoh-ogoh. Kayaknya semua warga tumpah ke jalan menyaksikan arak-arakan patung simbol kejahatan dalam berbagai rupa. Yang nggak enaknya, hampir semua tempat makan tutup dan ada beberapa ruas jalan yang ditutup. Pihak penginapan juga tidak bisa menyediakan makan malam. Untungnya, kami menemukan sebuah rumah makan padang yang masih buka tidak jauh dari penginapan. Tidak lama setelah kami makan, tempat itu kemudian diserbu banyak orang yang pastinya juga kelaparan. Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2010 in jalan-jalan, tentang kita

 

Tag: , ,