RSS

Melepas Botol

23 Nov

Empat tahun lebih, Yobel akrab dengan botol susunya. Terutama kalau mau tidur baik itu tidur siang maupun tidur malam. Memang agak terlambat menyapih dia dari botol susunya. Sampai akhirnya di sekolah, dia ditanyain sama gurunya.

“Yobel masih minum susu pakai dot?”

“Nggak.” (Jyaaa… dia nggak mau ngaku 😀 )

Sampai di rumah dia cerita kalau bunda di sekolah bilang anak besar tidak minum susu pakai dot lagi. Dia pun bertekad untuk minum susu pakai gelas. Tapi menjelang tidur malam mulailah ada drama.

“Aku tidak tahu caranya tidur”.

“Aku mau itu…” (gengsi untuk menyebutkan kata botol/dot)

“Kenapa kita harus tidur?”

“Kenapa lama sekali kita tidurnya?” (padahal tidur juga belum)

“Kapan ini paginya? Lama sekali….”

Biasanya drama berakhir dengan dia nangis-nangis minta dipeluk. Untungnya dia ga pernah minta botolnya lagi. Cuman dramanya ampun-ampun deh bikin senewen.

Menyapih anak dari botol susu itu memang dibutuhkan konsistensi. Anak pun harus diberi pujian karena usahanya. Seperti Yobel yang senang sekali ketika disebut sebagai “anak pintar”, atau “wah…makin tinggi ya sejak minum susu pakai gelas”. Kadang minum susunya pun harus ditemani. Maksudnya mama juga minum susu bersama-sama. Sampai pakai acara lomba minum susu pakai gelas dan sedotan.

Sempat juga minta ganti susu, katanya susunya nggak enak. Pernah mogok minum susu, mau minum air putih saja. Diikutin sajalah…asal tetap mau makan. Dan yang terpenting tidur malam mama tidak  terinterupsi lagi 🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 23, 2018 in tentang kita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: