RSS

Mengenai faktor “u”

25 Nov

Tidak ada kata terlambat untuk bersekolah

Sudah sering saya mendengar kalimat di atas. Bahkan kalimat itu menjadi penyemangat saya untuk melanjutkan sekolah (disamping memang wajib sekolah lagi kalau tetap pingin jadi dosen). Tapi setelah menjalaninya beberapa bulan, saya mulai sedikit ragu. Bukan dengan kalimat di atas, tapi dengan kemampuan saya.🙂

Saya meninggalkan bangku kuliah tahun 2005. Walaupun sempat bekerja di bidang yang ga jauh dari disiplin ilmu yang saya ambil, saya sedikit mengalami shock saat masuk kembali di ruang kuliah tahun 2012. Teman-teman seangkatan saya usianya jauh di bawah saya. Rata-rata masih fresh graduate dengan semangat yang tinggi (sekali). Hanya satu dua orang saja yang masih seumuran atau selisih dua tiga tahun dengan saya. Untungnya muka saya bisa menipu, jadi ga kelihatan banget bedanya dengan mereka😀

Tapi giliran proses belajar dimulai, saya jadi agak gelisah. Mungkin karena semangat teman-teman yang tinggi (sekali) itu, suasana kelas seringkali gaduh. Bahkan ketika kuliah berlangsung, banyak yang rebutan ingin bersuara. Entah itu menjawab pertanyaan dosen, atau sekedar nyeletuk lucu di tengah kuliah. Ga salah memang. Mungkin karena faktor “u” saja sampai saya merasa aneh. (Dan ternyata teman-teman yang seusia sama saya juga ngerasain hal yang sama lho…).

Kegelisahan saya yang kedua adalah saat menjelang ujian. Lagi-lagi faktor “u” yang ga bisa dibohongi. Saya yang pada dasarnya susah sekali menghapal, harus berjuang memahami teori-teori yang ga berasa baru, tapi tetap saja susah masuk tinggal di otak saya. Dan yang namanya ujian ga mungkin dong mengarang bebas saja.🙂 (malu dong ah sama status).

Tidak ada kata terlambat untuk bersekolah. Tapi sebaiknya kalau memang mau dan niat bersekolah segeralah sebelum faktor “u” mendominasi sel-sel di tubuhmu (saran sotoy).

Ohya, saya nemu ini saat blogwalking. Lumayan, bisa menghilangkan sedikit kegelisahan saya.

  1. You should no longer be aiming to be the best student in class. In fact, you probably won’t be the best student in class. You won’t be good at everything you do, in the lab or in the classroom. Work hard. Read. Ask questions. Be curious. Think outside the box. Don’t freak out if you don’t understand everything. Grad school is hard. Your classes are meant to provide a scaffold on which to grow as a researcher. They are NOT the most important things you will do as a grad student – your transcripts won’t be included in your postdoc or tenure-track job application.
  2. Don’t compare yourself to others. I don’t care if Joe Blow in the lab next door had 5 Nature papers when he graduated. Having one or two good papers in high-profile journals is enough* to impress and find a good postdoc, even a great postdoc. The most important thing you need to do as a student is learn how to think, write, and talk about your science. Papers are important, but they shouldn’t be used as a comparison of how well you’re doing compared to your peers (even if YOU happen to be Joe Blow with 5 Nature papers). Your journey as a grad student will be different than every one of your peers. You will struggle at things others find easy, and you’ll fly over hurdles that your peers can’t seem to crawl around. Keep your eye on the goal – your own goal. Don’t worry so much about everybody else.

Postingan ini murni curcol di saat saya lagi malas belajar dan kerja tugas.

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada November 25, 2012 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

10 responses to “Mengenai faktor “u”

  1. Riza-Arief Putranto

    November 25, 2012 at 11:11 pm

    kalo sudah terhempas faktor u, jadi tinggal “belajar” yang sesungguhnya, bukan mengejar ranking memang. semangat, dikau pasti bisa🙂

     
    • desty

      November 26, 2012 at 8:45 am

      udah ga ngejar rangking memang. sudah lewat masa-masa itu.

       
  2. bugot

    November 26, 2012 at 10:32 am

    sama mbak, saya juga ketinggalan 3 tahun😦
    Rasanya agak aneh juga kalo ikutan nonjol di kelas😀
    Semangat mbak

     
  3. warm

    November 27, 2012 at 1:19 pm

    sama ya ternyata, maksudnya terakhir dulu lulus taun 2005
    oh aku masih muda #lospokus #ditendang

     
    • desty

      November 27, 2012 at 5:03 pm

      tapi..tapi… om kan kuliah terus..dan terus… *maksudnya apa ini?*😀

       
  4. christin

    November 27, 2012 at 8:11 pm

    semangat, des! semangatmu sudah dipakai buat membangun niat sekolah lagi biarpun sudah jadi dosen.. itu yang gak dipunyai anak-anak itu😆

     
  5. aRuL

    Desember 27, 2012 at 9:53 pm

    yes, indeed…😀 kadang saya merasa kalah dengan teman2 yang masih muda masih mampu berfikir🙂

     
  6. nate

    Desember 31, 2012 at 6:19 pm

    wah bagus nih infonya..
    pengen lanjut sekolah juga nih taun depan..🙂

    btw salam kenal..
    kurre..😀

     
  7. geckhaskempek

    Januari 5, 2013 at 10:22 pm

    Blognya bagus dan artikelnya menarik. Oya teman-teman blog, mampir ke lapak saya ya. Salam. http://globalenglishclubkhaskempek.wordpress.com/

     
  8. Raras

    September 26, 2014 at 11:01 am

    yang penting tetap semangat mau belajar, sip deh, kagum dengan keinginannya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: