RSS

Candu buku

28 Sep

Ya.. buku bisa menjadi candu. Dan candu yang satu ini saya kira tidak ada kerugiannya, kecuali anggaran untuk beli buku yang bisa tiba-tiba membengkak 🙂 Bagi saya, bukan hanya bukunya saja yang menjadi candu, tapi juga proses dalam membeli buku itu sendiri. Saya lebih sering buku secara online, berhubung toko buku yang ada di Palopo tidak ada yang lengkap.

Proses membeli buku saya awali dengan mencari buku apa yang menarik untuk dibeli. Biasanya saya mencari reviewnya dulu. Kalau di Goodreads.com saya sering melirik ke koleksi teman-teman di sana. Terkadang saya membeli buku juga gara-gara baca timeline twitter. Atau kalau penulis favorite saya mengeluarkan buku, langsung saya beli tanpa butuh review.

Tahap kedua adalah “pergi” ke toko buku online. Ada 3 (tiga) toko buku online tempat saya sering membeli buku. Yang pertama itu bukukita.com. Kelebihan dari bukukita adalah kita bisa langsung tahu stock bukunya ada atau tidak. Kemudian terkadang ada review dari pembaca lainnya juga. Kekurangannya, update koleksi bukunya termasuk lambat. Beberapa kali saya mencari buku-buku terbitan terbaru dan tidak menemukannya di Bukukita. Tapi kita bisa meninggalkan pesan di sana dengan memasukkan “identitas” buku yang kita cari. Toko buku kedua adalah kutukutubuku.com. Kalau yang ini, paling update soal terbitan terbaru. Tapi barangnya tidak di-stock. Setelah kita pesan, kirim uang, baru bukunya dicari ke penerbit. Setelah beberapa hari baru ada kepastian bukunya ada atau tidak. Kalau tidak ada, uangnya dikembalikan sih. Hanya sayang aja ongkos kirimnya. Kalau yang tadinya pesan 2 buku, tapi hanya ada satu buku ongkos kirimnya ga berubah. Ohya, diskon di kutukutubuku lebih besar daripada di bukukita. Yang ketiga adalah vixxio.com. Kalau yang ini isinya buku murah, buku bekas, dan beberapa buku baru. Saya baru dua kali belanja di sana tapi hasilnya sangat memuaskan. Harga bukunya miring, dan buku bekasnya kayak buku baru.

Setelah membeli buku (yang di dalamnya termasuk transfer uang buku dan konfirmasi ke penjualnya) selanjutnya adalah menunggu kiriman buku datang. Tahap ini saya namakan tahap harap-harap cemas. Biasanya bukunya tiba dalam jangka waktu 3-7 hari. Saya paling suka dengan sensasi menerima paket dari pak pos/kurir. Rasanya seperti dapat kado ulang tahun 🙂

Berikutnya adalah membuka segel buku. Tahap ini sensasinya tidak kalah menyenangkan. Mencium aroma buku baru itu seperti menghirup aroma kopi panas. Setiap buku yang baru saya terima langsung saya bungkus dengan sampul plastik. Kalau sampul plastik-nya kebetulan lagi habis, biasanya segel bukunya tidak saya buka dulu.

Tahap selanjutnya adalah membaca buku. Ini butuh waktu berhari-hari tergantung kesediaan waktu. Tidak lupa saya memasukkan buku yang saya punya di account Goodreads, dan setelah membacanya memberikan penilaian atas buku itu.

Selesai membaca buku, keinginan untuk memiliki lebih banyak buku biasanya makin besar. Maka diulang lagi ritual di atas. Tentu saja dengan mempertimbangkan ketersediaan dana. Tapi kalau sudah jadi candu, biasanya sih dibela-belain ada dananya… 😀

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada September 28, 2011 in lihat..baca..dengar, tentang saya

 

Tag: ,

5 responses to “Candu buku

  1. Rumah

    September 28, 2011 at 4:40 pm

    Kecanduan yang Baik …
    Candu buku sama kali yang ma Kutu Buku?

     
    • desty

      Oktober 1, 2011 at 3:09 pm

      Iya… emang kutu buku

       
  2. mas stein

    Oktober 4, 2011 at 3:34 pm

    kalo saya jarang beli buku, bukan apa-apa, bingung mau ditaruh dimana. *balada penghuni rumah kecil*

     
  3. persamaankuadrat

    Oktober 5, 2011 at 11:12 pm

    kecanduan buku ga apa-apa …. itu kecanduan yang positif …. daripada kecanduan narkoba he he …boitier électronique voiture

     
  4. warm

    Oktober 12, 2011 at 9:36 am

    iya sampeyan paling cepet apdet di goodreads ya 😀

    dan saya suka beli buku di bukabuku.com
    pelayanannya juga keren *bukan iklan* hehe

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: