RSS

Finish the Race

11 Sep

Adik – adikku mahasiswa baru Biologi UNCP,

Izinkanlah saya menceritakan satu kisah untuk kalian. Kisah nyata ini adalah tentang seorang pelari maraton. Saat itu seluruh pemenang perlombaan telah ditentukan, juara 1, 2, dan 3 dari lari marathon itu sudah jelas, dan tidak mungkin berubah lagi. Saat itu pun para penonton sudah mulai beranjak pulang dari stadion. Banyak bangku stadion yang sudah mulai kosong. Akan tetapi tak berapa lama, penonton yang belum pulang itu dikejutkan dengan adanya pengumuman bahwa akan ada pelari yang akan masuk stadion. Penonton kaget, mereka kira sudah selesai perlombaan, tetapi mereka melihat dengan jelas saat seorang pelari memasuki ke stadion dengan terpincang-pincang. Masih lengkap dengan pakaian larinya serta nomor di dadanya, dia masuk ke stadion dan berlari kecil-kecil sambil terpincang dengan balutan luka di kaki kanannya.

Serentak, seluruh penonton berdiri dan bertepuk tangan. Stadion kembali bergemuruh dengan standing ovation. Mereka menyemangati pelari ini untuk terus berlari hingga finish. Suara dukungan disampaikan kepadanya. Dan ini membuat pelari itu terus bersemangat hingga kemudian dia menyentuh garis finish. Dia berhasil sampai pada garis finish, di saat tidak pelari lain lagi. Dia adalah pelari terakhir dalam perlombaan itu. Dia datang saat hari telah malam. Dia adalah John Stephen Akhwari, pelari dari Tanzania, yang mengikuti lomba lari maraton di Olimpiade Mexico 1986. Ketika ditanya, mengapa dia terus berlari padahal dia sudah pasti bukanlah pemenang dia menjawab,

“My country didn’t sent me 5000 miles to start the finish, but they sent me 5000 miles to finish the race.” 

Adik-adikku mahasiswa baru Biologi UNCP,

Saat ini kalian adalah pelari-pelari maraton. Kalian berasal dari sekolah, kampung, dan latar belakang yang berbeda. Lintasan lari kalian adalah (kurang lebih) empat tahun pendidikan di Program Studi Biologi UNCP. Kalian baru saja meninggalkan garis start dan memulai perlombaan kalian. Garis finish belum terlihat, dan pastinya ada banyak rintangan di sepanjang lintasan tersebut. Perjuangan kalian masih panjang. Bisa jadi, kalian akan tergoda untuk berhenti di tengah lintasan karena lelah, tidak ada biaya, jenuh dan sebagainya. Tetapi kalian masih punya satu pilihan.  Saya ingin kalian memilih untuk menjadi Akhwari-akhwari baru, yang bukan hanya memulai perlombaan, tapi juga mengakhirinya dengan baik. Hingga saatnya nanti, kalian akan menjadi seorang sarjana biologi yang membanggakan.

Adik-adikku mahasiswa baru UNCP,

Selamat datang, selamat berlari, dan teruslah berjuang.  Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Be Excellent!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2011 in tentang mereka

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: