RSS

Mudik dalam kenangan

24 Agu

Saat-saat menjelang lebaran seperti ini membuat saya kembali menyadari sesuatu. I’m home. Literally. Kurang lebih 2 tahun sudah sejak saya kembali ke kampung halaman dan memilih menjalani hidup dan kerja di sini. Mengakhiri masa-masa menjadi perantau. Dan kali ini saya merindukan masa-masa menjadi perantau.

Apa hubungannya dengan lebaran? Pasti ada. Euphoria menjelang lebaran yang disebut mudik itu juga sering menghampiri saya saat masih menjadi perantau di tanah orang. Saya tidak merayakan lebaran sebagaimana umat muslim lainnya. Tapi dengan jatah libur terpaksa (baca : cuti bersama) membuat saya mau tidak mau ikut merasakan arus mudik entah kemana saja. Siapa juga yang mau bengong di kost-an sementara penghuni lainnya pulang kampung.

Jadilah saya menciptakan “mudik” ala saya, yaitu kesempatan mengunjungi keluarga. Saya ke Yogyakarta, Bandung, ke Jawa Timur atau kemana saja. Berburu tiket, antri, naik kendaraan umum dengan berbagai suasana. How I miss that time!

Tahun ini, euphoria mudik masih tetap ada, hanya mungkin saya tidak termasuk di dalamnya. Kali ini saya hanya akan jadi penonton dan menantikan cerita dari teman-teman yang ikut mudik.

Selamat berkumpul bersama keluarga.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2011 in entahlah..., tentang saya

 

Tag: , ,

One response to “Mudik dalam kenangan

  1. Dila RadityaPermana (@firstlynadila)

    Agustus 24, 2011 at 10:49 am

    Mudik means a lot to me,especially kalau cuma punya kesempatan sekali setahun pulang ke Makassar🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: