RSS

#7 Repost : apa jadinya jika tak ada internet?

07 Feb

Saya seringkali berpikir, “apa jadinya jika tidak ada Google?”.Β  Eh tunggu dulu, seharusnya “apa jadinya jika tidak ada internet?”

Padahal saya pernah mengalami masa dimana hidup tanpa internet. Saya mengenal yang namanya komputer saja waktu SMA, jaman itu masih pake Wordstar 7 (hehe…ketahuan deh tuanya) πŸ˜€ Berarti di masa SMP dan sebelumnya hidup saya aman-aman saja tanpa komputer apalagi internet. Sekarang ini, beuh… jangan ditanya. Sehari saja tidak terhubung dengan yang namanya internet, bisa uring-uringan, bad mood, pokoknya ga bangetlah tanpa internet itu. Saya sampai bela-belain langganan Speedy (dengan segala kekurangannya, tapi itu yang paling stabil di kampung saya ini) demi supaya bisa internetan. Bahkan hape saya, syaratnya harus bisa diinstalin Opera Mini supaya bisa internetan. Untungnya saya belum sampai mengikuti Googlism (dan semoga tidak) :-p

Tapi memang kalau disadari, apa sih yang tidak diperoleh dari internet? Uang bisa, teman apalagi, kebahagiaan…well sebagian orang menemukannya di sana. You name it lah…

Internet sudah membantu saya berkali-kali. Yang sederhana, saya mencari tambahan bahan untuk mengajar lewat internet. Hiburan dan sumber informasi utama saya juga adalah internet (apalagi TV di rumah “hanya” untuk nonton shitnetron). Tidak jarang saya bisa menyelesaikan tugas dari atasan dengan cepat karena terhubung dengan gudang informasi di internet (yang akhirnya berdampak menjadi “kasih-desty-saja-tugasnya-biar-cepat-beres”) πŸ˜€

Saya yakin, anda yang membaca blog ini tentulah orang yang sudah lama melanglang buana di dunia maya. Minimal tahulah cara memaksimalkan penggunaan internet. Dan yang saya mau bilang, masih banyak orang yang tidak seberuntung anda. Mengapa saya katakan anda orang yang beruntung? Ah, tentu anda sudah tahu betapa banyak manfaat yang bisa diperoleh dari internet ini.

Ternyata masih banyak orang di sekitar saya yang belum beruntung merasakan berjuta manfaat internet. Sejak bergerak di dunia pendidikan, saya sering menjumpai mahasiswa yang menggunakan internet sebatas facebook-an, punya email (tapi tak pernah dibuka), atau cuma buat ngambil gambar-gambar saja.

Bahkan suatu kali ketika saya memberi tugas Β dengan mencari bahan di internet, beberapa di antara mereka bertanya, “Bu, nyari di mana di internet?”. “Buka Google aja”, jawabku. Mereka cuman ber-ooh panjang. Dan sesuai syarat suatu karya tulis, informasi yang diperoleh harus dicatat darimana sumbernya. Untuk informasi yang diakses lewat internet, harus mencantumkan link alamat situs dan tanggal aksesnya. Dan begitu tugas dikumpul di daftar pustaka hanya tertulis :” http://www.google.com.”Β  πŸ˜•

Atau mungkin saja, mereka merasa beruntung karena hanya sebatas itulah yang mereka ketahui. Setidaknya mereka tidak dihantui rasa badmood, uring-uringan, gelisah karena internetholic seperti saya πŸ™‚

 

Tulisan ini diposting ulang karena adanya topik di sini

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 7, 2011 in Weekly Post WP

 

Tag: , , ,

3 responses to “#7 Repost : apa jadinya jika tak ada internet?

  1. giewahyudi

    Februari 8, 2011 at 11:16 pm

    Iya, internet harus dikontrol, kalau berlebihan bisa overdosis.. πŸ™‚

     
  2. arisriyadi

    Februari 18, 2011 at 7:01 pm

    nice….i like this

     
  3. atas

    November 11, 2011 at 11:30 am

    tiadakan internet yang membuat dunia rusak πŸ˜€

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: