RSS

Tentang cuti bersama

23 Des

“Kenapa sih cuti bersama Natal itu hanya 1 hari?”

Pertanyaan ini udah lama ada di benak saya. Ga perlu dijawab sih, karena ya memang begitulah keadaan yang terjadi selama ini. Akhirnya pertanyaan itu jadi sekedar unek-unek saja.

Sejak mengenal dunia kerja, mulailah juga mengenal istilah cuti bersama. Setiap tahunnya, terbitlah SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Administrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Cuti Bersama. Konon katanya, instansi pemerintah pasti mengikuti aturan ini, tapi perusahaan swasta bisa ikut atau tidak. Tapi biasanya sih ikut-ikut saja.

Cuti bersama ini pastinya akan memotong jatah cuti tahunan yang 10 -12 hari per tahun itu. Jadinya kalau dalam setahun ada 6 hari cuti bersama, jatah cuti tahunan hanya tinggal 4-6 hari (tergantung aturan perusahaan).

Yang menjadi dilema bagi saya adalah saat cuti bersama pada hari raya Idul Fitri. Biasanya cuti bersamanya 1 hari sebelum Idul Fitri dan 2 hari sesudahnya. Idul Fitri-nya sendiri ada 2 hari. Nah liburnya jadi 5 hari (atau bisa jadi seminggu). Sementara cuti Natal hanya 1 hari. Entah itu sebelum atau sesudah tanggal 25 Desember. Sounds not fair to me. 🙂

Mungkin alasannya adalah bahwa yang merayakan Idul Fitri di Indonesia ini jauh lebih banyak daripada yang merayakan Natal. Tapi tentunya yang merayakan Natal juga ingin bisa lebih lama berkumpul bersama keluarga. Apalagi kalau yang merantau. Habis di perjalanan aja tuh jatah cuti.

Biasanya untuk mensiasati hal itu, saya tidak mengambil jatah cuti tahunan sepanjang tahun, sehingga bisa saya manfaatkan di saat Natal. Dan karena waktunya mepet dengan Tahun Baru, saya selalu berharap kemurahan hati si boss untuk memberikan cuti tambahan buat saya..hehe

Tahun ini saya tidak lagi mudik Natalan. Artinya jatah cuti tahunan saya (setelah dipotong cuti bersama lebaran) masih cukup untuk berlama-lama berkumpul bersama keluarga a.k.a tidak masuk kerja. Seharusnya.

Tapi kenyataannya, entah dengan alasan apa, si bos sekarang tidak memperlakukan cuti Natal. Bahkan mengadakan rapat untuk semua dosen di saat seluruh karyawan di Indonesia merasakan cuti bersama Natal tahun ini. Bahkan untuk tanggal 25 Desember pun masih ada kegiatan yang diadakan di kampus. Untungnya saya masih dapat dispensasi tidak ikut kegiatan pada tanggal 25 Desember itu dengan alasan merayakan Natal.

Tidak ada yang protes. Saya pun tidak. Sebagai minoritas di tempat kerja, saya masih bisa ber-harap maklum. Seseorang pernah berkata kepada saya : “Dalam hidup, tetap saja kita tidak bisa berlaku adil bagi semua orang” . Mungkin ini salah satu ketidak adilan yang harus dimaklumi.

Btw, udah tahu jatah cuti bersama untuk tahun 2011? Ini buat yang belum tahu.

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2010 in entahlah..., lihat..baca..dengar

 

Tag: , , ,

5 responses to “Tentang cuti bersama

  1. devieriana

    Desember 23, 2010 at 7:11 pm

    *hugs*
    Dikantorku yang sekarang ada cuti bersama tanggal 24-nya Jeng. Kemarin aku ngobrol sama temen yang nasrani mereka kebanyakan baru ambil cuti tanggal 27 bablas sampe tahun baru..
    Dulu di kantor yang lama aku juga ga bisa ambil cuti lama-lama Jeng. Alasannya posisiku nggak ada yang backup. Alhasil selama cuti pun masih handle kerjaan jarak jauh 😥

    Sabar ya, Jeng *hugs*. Semoga dibalik kekecewaan yang kamu rasakan akan ada banyak keberkahan Natal yang menyertaimu beserta keluarga ya.. 🙂

    Selamat Hari Natal dan Tahun Baru ya, Bu Dosen. Ditunggu postingan cerita Natalan bersama keluarganya 🙂
    *peluk cium*

     
  2. titutismail

    Desember 23, 2010 at 7:28 pm

    Aahhhh mbaaa… Sebelumnya selamat natal yaaa.. 🙂
    Saya sih selalu seneng tiap kali natal, selain karna punya alesan nyanyiin lagu malam kudus dan lagu2 natal lainnya, saya slalu bahagiaaa banget tiap natal..

    *komen oot*

     
  3. Riza-Arief Putranto

    Desember 23, 2010 at 9:19 pm

    semoga ke depannya pemerintah bisa berlaku lebih adil lagi..
    turut bersedih ya, tapi mungkin untuk sementara mencoba untuk lebih memfokuskan ‘quality time’ dibanding quantity. cheer up ! 🙂

     
  4. wandypopok

    Desember 24, 2010 at 5:56 am

    walah.
    sistem ini memang bikin jadi gak enak 😦
    hmm.
    mudah2an kalopun mudik, bossnya baik ya mba 🙂

     
  5. Julfri Sipayung

    Juni 23, 2016 at 5:35 pm

    Saya juga memikirkan hal yang sama….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: