RSS

Tulisan tentang tulisan

08 Okt

Menulis sudah menjadi salah satu passion dalam diri saya. Kebiasaan menulis itu ada sejak di SMP. Dulunya saya hanya menulis di buku harian dengan bahasa yang ala kadarnya. Waktu SMA mulai menulis cerpen dan puisi untuk mading sekolah. Sewaktu kuliah, menulisnya dialihkan menjadi catatan-catatan singkat yang disimpan dalam folder tertentu di dalam komputer. Hingga akhirnya saya mengenal blog, dan mulai menulis di sana.

Ada juga masanya dimana rasanya tidak ada sesuatupun yang  bisa diceritakan lewat tulisan. Fenomena writer’s block ini yang membuat saya berhenti beristirahat dari kegiatan menulis. Biasanya kondisi ini diperparah dengan pemikiran bahwa tulisan saya terlalu sederhana, dengan bahasa seadanya, polos. Apalagi kalau sudah blogwalking dan membaca tulisan-tulisan di blog orang lain yang membuat saya terkagum-kagum. Tulisannya yang simple tapi membutuhkan riset mendalam (menandakan yang menulisnya pasti orang cerdas, setidaknya dalam mengolah kata-kata) selalu menarik buat saya. Lihat saja tulisan ndorokakung, simbok venus, mbak devieriana, sepatumerah, bang toga, mas stein, christin atau om warm (yang terakhir ini sepertinya tidak pernah kehabisan ide atau mengalami writer’s block).

Hingga akhirnya suatu hari saya menemukan draft yang belum selesai di mantan blog suamiku. Juga baru-baru ini seorang teman (lama) menuliskan sesuatu di notes Facebooknya. Walaupun dia tidak menyebutkan nama, saya yakin dia menulis tentang tulisan saya. Kemudian pagi ini ada tulisan om Warm di Ngerumpi tentang tulisan saya.

Saya terharu.. (ah, biarlah dikatakan cemen). Tiga bukti di atas sudah cukup untuk membuat pemikiran bahwa tulisan saya tidak punya arti apa-apa itu hilang lenyap. Semoga ketiga tulisan tentang tulisan saya itu menjadi obat hypotermia otak* yang saya alami akhir-akhir ini.

 

*istilah dari seorang teman

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2010 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi, tentang saya

 

Tag: , , , ,

6 responses to “Tulisan tentang tulisan

  1. nadiafriza

    Oktober 12, 2010 at 12:53 am

    hypotermia otak..? wohoo bahasanya biologi banget nih mbak🙂

    mungkin karena saya masih baru ngeblognya, jadi belom ngalamin writer’s block *eh ini juga istilah baru sih buat saya hehe* ya🙂 paling biasanya justru bingung, mana yang harus dibagi di twitter mana yang di blog hehe

     
  2. Riza-Arief Putranto

    Oktober 13, 2010 at 9:39 am

    teruslah menulis chy, elu memang sumber inspirasi… ^^

     
  3. desty

    Oktober 15, 2010 at 6:42 pm

    @nadia: tulisan kmu juga keren.. saya langganan lho..🙂
    @momon : tengkyuu.. gw jg terinspirasi olehmu

     
  4. mas stein

    Desember 3, 2010 at 10:58 pm

    betul mbak, makin lama ndak nulis makin buntu. mungkin kayak pisau yang makin lama ndak dipake makin karatan. saya sendiri sudah lama ndak nulis, ndak blogwalking, mumet, penyakit akhir taun😆

     
    • devieriana

      Desember 23, 2010 at 3:57 pm

      woogh si Mas Stein curhaaat….. hihihi..

       
  5. devieriana

    Desember 23, 2010 at 4:00 pm

    Sebenernya sih “penyakitnya” blogger itu ya writers block. Buntu.. kaya hidung kalau lagi pilek. Nah saya itu udah jarang nulis, jarang blogwalking, hanya mengharap ide turun dari langit.. *sigh*
    *mbakar menyan*

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: