RSS

Merayakan mudik

08 Sep

Tidak jelas kapan awalnya,mungkin ketika saya mulai tinggal jauh dari orang tua,  saya mulai jatuh cinta dengan ritual tahunan di Indonesia ini. Namanya mudik. Kejadian setahun sekali yang terjadi setiap menjelang Lebaran. Walaupun saya tidak merayakan Lebaran, tapi saya senang larut dalam euphoria mudik. Ya..saya merayakan mudik tepatnya.

Bagi saya, mudik itu tidak sama persis dengan pulkam (alias pulang kampung). Pulang kampung adalah kembali ke rumah (orangtua).  Mudik tidak selalu kembali ke kampung. Mudik bagi saya adalah berburu tiket, berdesak-desakkan di kendaraan, berbaur dan merasa senasib dengan mudik-ers lainnya, dan rasa puas ketika mendapatkan tempat yang nyaman selama perjalanan. Menikmati tempat-tempat istirahat di sepanjang perjalanan, atau sekedar senyum melihat tingkah para pemudik lainnya dengan bawaan barang yang sangat banyak (seakan ingin memindahkan seluruh harta kekayaannya dari satu tempat kerjanya ke kampung). Entahlah ada kesenangan yang tak tergantikan di sana.

Waktu masih di Jawa, saya memanfaatkan mudik untuk berkunjung ke rumah saudara di luar kota. Enam tahun yang lalu saya ke Lumajang. Dua tahun yang lalu saya ke Bandung.  Dan tahun ini ketika saya sudah tinggal bersama orang tua, saya sempat kuatir tidak merasakan lagi euphoria mudik.

Untungnya, masa mudik lebaran bertepatan dengan jadwal check up kembali di Makassar. Jadilah saya berburu tiket ke Makassar (yang mana tidak terlalu sulit karena melawan arus mudik). Yang “menegangkan” adalah berburu tiket kembali dari Makassar. Kali ini agak sulit karena banyak orang yang juga mudik meninggalkan Makassar. Haha, terbayar sudah penasaran saya dengan mudik tahun ini.

Seorang teman menuliskan di stauts fb-nya

selalu heran, kenapa setiap tahun semua orang kudu berdesak2an & berebut tiket mudik? padahal mudik adalah kegiatan tahunan? ketidaksiapan transportasi indonesia atau sekedar propaganda cari untung? ^^

Saya rasa itu bukan karena ketidaksiapan transportasi atau mencari untung. Tapi itulah indahnya mudik. Di situlah euphoria mudik. Ada kebersamaan yang muncul di sana. Entah itu sama-sama berjuang mencari tiket atau lebih jauh lagi berjuang untuk merasakan kebersamaan dengan keluarga di Hari Raya.

Mari merayakan mudik sebelum merayakan hari kemenangan itu. Selamat mudik, teman-teman

Iklan
 
7 Komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2010 in entahlah..., tentang saya

 

Tag: ,

7 responses to “Merayakan mudik

  1. Ceritaeka

    September 8, 2010 at 9:28 pm

    Heem menilik definisi mudik n pulkam menurutmu itu Des, barti thn ini gue gak mudik ataupun pulkam 🙂

     
  2. isdiyanto

    September 8, 2010 at 9:50 pm

    setiap tahun mudik selalu membawa ceritanya sendiri,
    maka tak heran sebagian masyarakat selalu berjuang supaya bisa M U D I K . . . . .

     
  3. Domba Garut!

    September 11, 2010 at 12:35 am

    Mudik dan kesiapan dukungan sarana dan prasarana transportasi, memang adalah salah satu bagian penting tanggungjawab pemerintah, dan itu nyata benar masih banyak yang harus dibenahi (oleh pemerintah), disisi lain bagi pengguna jasa transportasi (masyarakat) punya tanggungjawab juga dalam menunaikan kewajibannya (dalam membayar pajak) guna memastikan peningkatan sarana dan prasarana itu juga.. (selain daripada komplain tiap tahun).

    Romantika dan suka duka mudik – memang adalah bagian dari perjuangan hidup yang semoga menjadikan si pemudik kelak sadar akan peranannya tadi serta menjadi warga pengguna transportasi yang bertanggungjawab dalam berkendara.. when everyone is aware of the duties/responsibilities – things may as well runs faster and gets better.. Insyallah.

    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Semoga kita bisa beribadah lancar, sekhidmat seperti bulan ramadan untuk kedepan dan seterusnya. Salam hangat dari Kuwait City..

     
  4. devieriana

    September 16, 2010 at 12:25 pm

    selalu ada kesan & cerita unik tentang mudik ya jeng..
    Sayangnya tahun ini saya nggak mudik 😥

     
  5. Tri Setyo Wijanarko

    September 17, 2010 at 10:02 am

    sayangnya saya udah 2 tahun ini nggak mudik.. libur lebaran cuma dipake buat liburan aja ke jogja..

    salam kenal..

     
  6. domba garut!

    September 19, 2010 at 3:40 am

    Mudik merupakan pengalaman tersendiri.. termasuk itu suka dan dukanya.. memangn ada elemen ketidak siapan pemerintah atas sarana danprasarana, namun ini semua juga berbalik pada si pengguna jalan secara individu: Sudahkan ia menunaikan bagiannya : Membayar pajak (guna peningkatan sarana & prasarana tadi?).

    Mudah2an mudik lebaran tahun depan bisa lebih baik dan saya juga ingin sekali mudik kampung karena lebaran ini masih terhambat jadwal tugas yang baru. Seneng udh bisa mampir kesini..

     
  7. Riza-Arief Putranto

    September 29, 2010 at 2:06 pm

    ahahaha.. sitasi gw dimasukkan ke dalam artikel… ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: