RSS

Upacara Bendera

16 Agu

Upacara bendera 17 Agustus-an yang saya ikuti terakhir kali sebelum ini adalah 4 tahun yang lalu. Waktu itu masih berstatus sebagai karyawan baru. Pada saat itu, pertama kalinya saya mengikuti upacara sebagai peserta. Biasanya (waktu masih sekolah) saya berada di barisan paduan suara, entah itu nyanyi atau sebagai dirigen.

Hari ini, kembali saya mengikuti acara sakral setiap 17 Agustus. Saya mengambil tempat di antara para dosen. Enaknya, kali ini saya tidak perlu berdiri sepanjang upacara, karena ada kursi yang disediakan, dibawah tenda lagi. Jadi tidak kepanasan atau kehujanan. Upacara bendera ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Orientasi Kampus bagi mahasiswa baru.

Upacara seharusnya dimulai jam 08.30 WITA, tapi berhubung hujan  acara molor sampai jam 10.00 WITA.  Pada saat hujan berhenti dan matahari tiba-tiba terik, seorang Bapak yang diserahi tugas sebagai penanggung jawab untuk upacara kali ini kelimpungan. MC nggak ada. Pengiring musik untuk lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta tidak datang. Si Bapak mulai beredar di antara kursi dosen sambil nunjuk-nunjuk dosen-dosen muda untuk men jadi pengganti. Dalam hati entah kenapa saya berkata, “pasti ntar jadi dirigen nih…“.

Benar saja. Begitu sampai di depanku, Si Bapak langsung berkata, “You!!  Pimpin menyanyi Indonesia Raya.”  Saya mengangguk pelan. Setelah mendapat pengarahan sedikit tentang di mana saya harus berdiri nantinya, upacara dimulai. Tidak sempat lagi untuk gladi resik. Barulah saya tersadar akan sesuatu. Lha, entar yang nyanyi siapa? Peserta upacara atau siapa?

Mengandalkan feeling dan kebiasaan, begitu para paskibra mulai mempersiapkan bendera untuk dikibarkan, saya berdiri di tempat yang sudah disiapkan. Saya mengedarkan pandangan ke arah peserta upacara (yang adalah mahasiswa baru). Ada yang serius, ada yang ngobrol dengan temannya, ada yang cekikikan, malah ada yang jongkok karena kepanasan. Astaga…

Begitu pemimpin upacara memberi aba-aba menghormati bendera yang dikibarkan, saya mulai memimpin lagu Indonesia Raya sambil menyanyikannya.

Satu baris pertama, hanya saya sendiri yang menyanyi.

Baris kedua, mulai terdengar suara beberapa dosen di belakang saya.

Baris ketiga, beberapa mahasiswa mulai ikut menyanyi.

Baris keempat, kelima, keenam, ketujuh, kedelapan… Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi Sang Saka Merah Putih.

Setelah pengibaran bendera, saya kembali ke tempat. Saya mengikuti seluruh rangkaian upacara yang berlangsung kurang khidmat. Saat mengheningkan cipta, ada suara-suara mengkritik kenapa tidak ada musik pengiring. Saat pembacaan teks  proklamasi, ada sedikit kesalahan dalam membaca, langsung disambut riuh peserta upacara. Saat pembina upacara menyampaikan amanah, peserta ada yang meninggalkan barisan karena kepanasan.😦

Bagi sebagian orang mungkin ini hanya upacara biasa. Sekali setahun, inilah  waktu khusus yang tersedia bagi kita memaknai kemerdekaan lewat sebuah upacara bendera. Upacara ini memang tidak sesempurna yang kita saksikan di istana negara lewat layar televisi. Tetapi mencoba mengikuti upacara bendera dari awal sampai akhir dengan sikap khidmat bisa menjadi refleksi diri dalam menghargai kemerdekaan yang sudah 65 tahun diperoleh. Hanya satu jam setiap tahun. Mungkin tahun depan, kita tidak bisa merasakan lagi satu jam waktu khusus ini.

Yah… setiap orang memiliki cara sendiri untuk memaknai kemerdekaan.  Mungkin bukan lewat ritual upacara bendera. Seperti yang saya tulis di sini

yang terakhir dr kemerdekaan seseorang adlh kebebasan memilih sikap dlm suatu keadaan #indonesia65

Dirgahayu Indonesiaku.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2010 in lihat..baca..dengar

 

Tag: ,

3 responses to “Upacara Bendera

  1. devieriana

    Agustus 24, 2010 at 12:35 pm

    hihihi, posisi dirigen itu pernah kusandang sejak kelas 1 SD sampe 6 SD..😆
    Kupikir bakal udahan nih ya.. ternyataaa.. berlanjut ke kelas 1 SMP – 3 SMP😥
    *sambil mimpin nyanyi*

     
  2. mas stein

    Agustus 27, 2010 at 10:24 pm

    kemaren upacara di pabrik berlangsung khidmad, pesertanya masih bisa baris tegak tanpa gleyat gleyot. setahun sekali saja mosok ndak bisa menghormat bendera tanpa ngeluh?😆

    btw coba sampeyan liat di dashboard WP, liat bagian settings > sharing, sekarang ndak cuma twitter, facebook, digg, dkk ada semua di situ.

     
    • desty

      Agustus 28, 2010 at 7:30 am

      itulah, mas.. nggak ada kesadaran. btw, tengkyu tutorialnya

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: