RSS

Mantan Peneliti yang Tidak Teliti

08 Jun

Kemarin, saya dapat tugas membuat sertifikat untuk suatu acara pelatihan yang dilaksanakan di kampus. Tidak banyak sih, hanya 40 lembar. Berbekal printer pinjaman dan draft sertifikat dari seorang teman, mulailah saya mengerjakan proyek kecil itu.

Begitu hasil print ke-40 keluar dari printer, baru nyadar ada kesalahan di isi sertifikat itu. Mending cuman satu, ini ada tiga. Hwaa… udah lemas aja lihatnya.  Dengan setengah hati, saya mengulangi untuk mencetak sertifikat itu dari awal.

Sudah sampai ke sertifikat ke-15, ternyata nemu lagi satu kesalahan *jambak rambut*.

Kali ini beneran lemas… printer dan laptop saya matikan,  kertas-kertas sertifikat yang salah saya kumpulkan dan simpan di bawah kolong meja. (Iya…saya eneg lihat kesalahan saya sendiri). Saya langsung meringkuk di tempat tidur.

Tentu saja saya tidak bisa langsung tertidur. Saya kemudian mengingat-ingat beberapa hari ini saya memang jadi tidak teliti. Ada banyak ketidak telitian (kalau mau di-list) yang saya lakukan khususnya di bidang ketik-mengetik. Beberapa malah nyaris fatal, walaupun akhirnya masih bisa diselesaikan. Tapi ya itu…korban waktu, materi, dan tenaga.

Saya teringat kembali ucapan seorang tentor sewaktu mengikuti diklat fungsional peneliti. Dia bilang, kata peneliti itu diambil dari kata dasar “teliti”. Jadi seorang peneliti seharusnya adalah orang yang teliti terhadap apa yang dikerjakannya. Apa karena saya sudah tidak berprofesi sebagai peneliti, makanya sekarang jadi tidak teliti?

Bisa jadi.

Tapi bisa juga disebabkan karena saya menerima pekerjaan terlalu banyak dalam waktu yang bersamaan, akibatnya jadi tidak fokus. Di tempat kerja yang sekarang, saya suka kesal sendiri melihat orang lain yang bergeraknya lambat, saling menunggu, dan suka bekerja menjelang deadline. Saya yang orangnya pada dasarnya ga bisa diam menunggu, ingin bekerja secepatnya sesuai waktu yang ditetapkan. Karena terlalu tanggap inilah, akhirnya banyak pekerjaan yang diserahkan langsung kepada saya. Hanya ya itu… ternyata bekerja tidak sesuai ritme lingkungan sekitar hasilnya seringnya tidak maksimal.

Ngomong-ngomong soal ritme kerja, saya benar-benar harus banyak beradaptasi dengan tempat kerja yang baru. Adaptasi yang masih sulit adalah soal tepat waktu. Di tempat kerja yang baru, yang namanya tepat waktu itu nggak ada (cuman teori mungkin). Saya lebih banyak menunggu (hal yang tidak saya sukai). Janjian sama orang, menunggu. Mau mengajar di kelas, menunggu mahasiswa. Rasa-rasanya lebih banyak menunggunya daripada bekerjanya.

Jadi apakah karena ritme kerja saya yang lebih cepat berpengaruh terhadap ketelitian? *halah*

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 8, 2010 in entahlah..., tentang saya

 

Tag: , ,

11 responses to “Mantan Peneliti yang Tidak Teliti

  1. kawanlama95

    Juni 9, 2010 at 12:16 am

    Aku teringat kisah seorang dukun.

    Sang pasein: tanya ,” pak,saya datang kesini maksudnya mau tanya , Dompet saya hilang entah kemana , saya ingin dompet saya ketemu lagi.

    Sang dukun : “bentar dulu, bu , ibu sang dukun memangil Istrinya. “bu carikan cerutu bapak , tadi bapak taro di atas meja kok ga ada lagi ya. kok hilang ya, bapak dah cari dari tadi ga ketemu.

    kek gitu juga kalie ye

     
    • desty

      Juni 9, 2010 at 10:54 pm

      hehe…muter-muter dulu baru kerja…🙂

       
  2. christin

    Juni 9, 2010 at 2:40 am

    tidak teliti itu sebabnya cuman satu : kurang fokus😀

     
  3. aRuL

    Juni 9, 2010 at 3:03 am

    bukannya jadi dosen tetap peneliti ?😀

     
    • desty

      Juni 9, 2010 at 10:57 pm

      iya, Rul.. tapi beban penelitiannya ga sama sewaktu jadi peneliti. lebih sedikit.

       
  4. satrio

    Juni 9, 2010 at 6:59 am

    Desty, rasanya ga seperti itu,
    ritme kerja bagiku ga ada hubungannya sama ketelitian, blass ga nyambung he..he.he…

    Ketidak ketelitianmu, lebih disebabkan karena dirimu berani menerima kerjaan secara bareng, trus adanya deadline waktu atas pekerjaan itu, juga ga fokusmu karena keburu capenya fikiran juga perasaanmu. Itu menurutku.

    Lantas kapan saat kita meneliti hingga bisa disebut teliti ??
    saranku upayakan bikin satu dulu dan selesaikan itu, jangan sentuh pekerjaan itu bila blum biasa koreksi langsung, tunggu 3 atau 4 menit lah, baru kamu baca,
    itu saranku. Sukses ya De….

     
  5. Warm

    Juni 9, 2010 at 9:19 pm

    Mungkin lagi jenuh saja,
    Toh nobody’s perfect kan katanya🙂

    Bener kau, bawa tidur dulu aja, biar refresh

     
    • desty

      Juni 9, 2010 at 10:59 pm

      bener om… tidur yuk.. *eh*

       
  6. Ceritaeka

    Juni 15, 2010 at 4:49 pm

    ato munkin kamu PMS?

    Soalnya kalo PMS aku ndak teliti sama sekali…

     
  7. yani

    Juli 18, 2010 at 10:48 am

    des? dirimu sekarang kerja dimana? kapan pindah??
    duh, ngga tau kabar sama sekali niy diriku😦 email2an yuk, kasih pesan ke aku di Kontak aja ya?

     
  8. aura kasih

    Agustus 11, 2010 at 2:19 pm

    Waduh… Sabar… Sampek salah 2x gt gan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: