RSS

ketika warm berfiksi

03 Mei

Seorang teman pernah berkata, kalau dia tidak suka dengan cerita yang “nggantung”. Dia lebih suka dengan cerita yang happily ever after. Makanya kalau mau membaca sebuah buku cerita, dia akan membaca halaman terakhirnya dulu sebelum memutuskan untuk meneruskan bacaannya.

Saya sendiri beranggapan happily ever after itu membosankan. Gampang ditebak. Ya.. saya penggemar cerita “nggantung”. Dengan begitu, imajinasi saya terjaga, bahkan saya masih bisa menebak-nebak kelanjutan ceritanya. “Orang yang aneh”, kata teman saya tadi kepada saya.

Di Ngerumpi, selain bisa jadi tempat curhat, bisa juga jadi tempat latihan menulis fiksi. Terus terang saja, saya sering melewatkan postingan fiksi. Pertama, biasanya fiksinya panjang, atau bersambung. Nah, yang fakir bandwidht sering mbaca ngerumpi di hape kayak saya sulit untuk betah membaca fiksi-fiksi itu. Kalau mau betah, harus lewat laptop bacanya. Tapi itu juga jarang dilakukan karena kesibukan.

Salah satu penulis fiksi yang paling produktif di ngerumpi dan menjadi favorit saya adalah om warm (begitu dia sering disapa di sana). Pemilik blog auk ini selalu membuat ending fiksinya penuh kejutan. Kalaupun bukan di endingnya , jalan ceritanya pasti tidak biasa. Romantis tapi tidak termehek-mehek.

Baru-baru ini om warm berbaik hati mengumpulkan tulisan-tulisannya yang berjumlah ratusan itu dan membuatnya dalam bentuk e-book berformat pdf. Salah satu e-book yang dibuatnya adalah kumpulan fiksi. Tentu saja saya salah satu yang berbahagia bisa mengunduh gratis e-book buatan om warm. Mumpung masih gratis, silahkan diunduh di sini.

Layout e-booknya sederhana. Tanpa gambar, tanpa halaman.  Beberapa tanda baca juga masih tidak pada tempatnya. Tapi tentu saja  tidak mengurangi esensi ceritanya. Cerita favorit saya adalah “Waktu Yang Tak Kau Tahu” (pada kategori cerita entah) dan “Malam Jum’at (Kliwon)” (pada kategori cerita gerah).

Ada satu kategori “cerita nona pendekar”, yang mana isi ceritanya benar-benar nanggung. Tapi konon kisah nona pendekar ini sempat booming dan ditunggu-tunggu di ngerumpi. Isinya tentang seorang mahasiswi yang jago bela diri, jatuh cinta, dan berakhir di rumah sakit.  Nah, kisah di rumah sakitnya itu yang geje (ga jelas). Mungkin masih bersambung. Yang pasti, kelanjutannya masih ditunggu oleh warga ngerumpi.

Ohya, selain kumpulan fiksi, ada kumpulan gombalan, dan kumpulan tulisan lainnya. Untuk dua yang terakhir, sudah saya unduh, tapi belum sempat dibaca. Yang pasti berkat gombalannya yang mantap itu, om warm juga dijuluki gombal warming😀

Info ga penting : demi agar bisa membaca e-book ini saya nekad menginstal Adobe reader mobile versi trial di hape saya

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2010 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi

 

Tag: , ,

6 responses to “ketika warm berfiksi

  1. Warm

    Mei 3, 2010 at 12:30 pm

    Ya ampun,
    Saya ga bisa ngomong banyak euy, terpana sekaligus terharu. Ada yang mengapresiasi tulisan sederhana yang sungguh saya belum pernah membuat rencana atas tiap cerita itu endingnya bakal gimana2, makanya banyak yg nggantung😀

    belum lg soal tanda baca yg berantakan, itu karena sering terlampau malas ngeditnya hehe

    pokoknya makasih banyak mau repot2 mendonlot, membaca, ngasih masukan terlebih direview macam gini. sekali lg makasih banyak

     
  2. aRuL

    Mei 3, 2010 at 12:32 pm

    meluncur ke sana ah😉

     
  3. devieriana

    Mei 3, 2010 at 11:58 pm

    aku adalah salah satu fans berat si Om Gombal Warming itu juga..😆

    Heedoop om Waaarmm!! Merdeka! *apasihapadong*

     
  4. mas stein

    Mei 10, 2010 at 8:37 am

    dijamin manteb lah, wong beliau ini salah satu punggawanya ngerumpi. salah satu yang paling konsisten nulis di situ. tabik om warm…

     
  5. Ping balik: Ulasan | blog auk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: