RSS

Setiap hubungan selalu layak untuk dipulihkan

14 Des

rekonsiliasi

Semua orang pernah menjalani suatu bentuk hubungan dengan sesamanya. Baik itu sebagai teman, saudara ataupun kekasih. Terkadang hubungan itu tidak berjalan dengan mulus. Tidak sedikit bahkan harus berakhir dan menimbulkan perpecahan. Seperti dua buah tempat yang dihubungkan oleh satu jembatan, ketika jembatan itu rusak maka demikian pula dengan hubungan antara dua tempat itu.

Lalu bagaimana jika hubungan itu menjadi rusak? Beberapa orang memilih untuk berdiam diri, lari dari kenyataan, berpura-pura masalah itu tidak ada, atau memenuhi keinginan lawan (seteru). Semua itu dilakukan untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. Tentu saja sesuatu bernama kedamaian itu juga tidak akan didapatkan jika menghindari konflik. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa dia merasa damai, percayalah itu hanya kedamaian semu.

Jadi apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan hubungan yang rusak itu?

Bawa dalam doa setiap saat kepada Yang Maha Kuasa. Hubungan itu bisa ada karena kehendakNya juga. Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini tanpa seizinNya. Termasuk kerusakan hubungan itu. Tanyakan padaNya, apa maksud dari keretakan hubungan itu.

Selanjutnya ambil insiatif untuk memulihkan hubungan. Jangan menunda atau berkata “ah..nanti waktu yang akan memulihkannya”. Waktu itu sendiri tidak pernah menyembuhkan luka. Waktu hanya menyebabkan luka itu bernanah. Tapi jangan juga tergesa-gesa untuk segera membereskan masalah. Temui dia, dan sampaikan padanya bahwa anda ingin memulihkan hubungan itu. Jangan lupa mengakui bahwa anda juga punya peranan dalam kerusakan itu. Pada saat anda mengakui kesalahan dan kelemahan anda, hal itu bisa meredakan amarahnya.

Jangan hanya berempati, tapi bersimpatilah pada perasaannya. Speak less and listen more. Biarkan dia menceritakan keluh kesahnya, dan cobalah menempatkan diri pada posisinya. Setidaknya anda bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari kerusakan hubungan ini. Perdamaian selalu punya label harga. Mungkin itu seharga dengan kesombongan dan keegoisan anda.

Utamakanlah rekonsiliasi, bukan resolusi. Rekonsiliasi mengutamakan hubungan, sementara resolusi mengutamakan masalah. Pada saat anda mengutamakan rekonsiliasi, masalah akan kehilangan makna. Bersama-sama, anda dan dia menyerang masalahnya dan bukan saling menyerang pribadi yang terlibat. Anda boleh berdiskusi atau bahkan berdebat. Tetapi tetap gunakan semangat keharmonisan. Dinginkan kepala jika suhu mulai memanas. Selalu dibutuhkan banyak usaha untuk memulihkan hubungan.

Sebuah kalimat dari surat seorang rasul kepada jemaat di Roma mengatakan,

“sedapat-dapatnya,  jika hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 14, 2009 in Ngerumpi, tentang DIA, tentang kita

 

Tag: ,

6 responses to “Setiap hubungan selalu layak untuk dipulihkan

  1. Domba garut!

    Desember 18, 2009 at 6:58 pm

    Setuju… karena pada akhirnyapun semua amalah kita akan ditanya di akhirat nanti.
    menjalin hubungan yang baik adalah menjaga pahala juga terus mengalir..

    salam hangat dari afrika barat

     
  2. HALAMANPUTIH

    Desember 19, 2009 at 6:39 am

    Hubungan yang retak akan membuat kita meraa kaku ketika bertemu. Ada yang mencoba menghindar, atau tak ingin ketemu. Namun apakah harus selalu begitu keadaannya? Tentu akan lebih enak ketika kita berada dalam suasana damai, tak perlu pasang aksi yang macam2.

     
    • desty

      Desember 19, 2009 at 9:42 am

      @domba garut : kalo pun ga dapat orangya, lebih baik dapat pahalanya..hihi
      @halaman putih : awalnya pasti seperti itu…tapi usahakan tidak membiarkan kekakuan berlarut-larut

       
  3. elia|bintang

    Desember 21, 2009 at 8:51 pm

    perasaan waktu itu udah komen kok ga ada ya.. apa masuk spam?

    memang perdamaian selalu lebih indah karena tuhan juga pasti ga suka liat manusia berantem satu sama lain. kata ibu teresa “peace begins with a smile.” so, smile..😀

     
  4. devieriana

    Desember 22, 2009 at 9:48 am

    kereeeeeennn.. Bener banget jeung, mending kalo ada apa-apa diomongin biar nggak ada yang ngganjel. Toleransi pasti juga ada batasnya.. Selagi semua masalah masih bisa dibicarakan baik itu dengan pasangan atau dengan teman mending dibicarakan secara jujur biar nggak mispersepsi🙂. Mencari wiwin-win solution-lah..🙂

     
  5. dewira

    Januari 5, 2010 at 4:08 am

    nice article🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: