RSS

Belajar dari Halloween

31 Okt

halloween

Sekarang tanggal 31 Oktober. Di luar negeri lagi ada perayaan yang namanya Halloween. Ga usah saya ceritakan Halloween itu kayak apa, silahkan cari di Google yang juga ikut merayakan Halloween dengan menggunakan logo berbeda dari biasanya. Intinya Halloween identik dengan horor dan labu berukir. Di TV, film-film yang diputar hari ini pasti temanya horor (bukan sinetron ya… itu sih tiap hari juga horor).

Tadi pagi saya membaca renungan, saat teduh sebelum memulai aktifitas. Katanya Halloween itu dari kalimat All Hallow Eve (semua malam suci). Penggunaan kata Hallow (yang artinya suci) sendiri sudah jarang digunakan saat ini. Saya kemudian bertanya-tanya, kalau itu malam yang suci, kenapa harus menjadi horor? Kenapa dirayakan dengan berpakaian seram dan menakut-nakuti orang lain?

Terlepas dari pergesaran makna itu, ada kegiatan yang sering dilakukan oleh anak-anak bule itu pada malam Halloween. Dengan berpakaian/ kostum aneh (ada yang seram, tapi ada juga yang malah lucu), mereka mendatangi rumah-rumah sambil membawa kantong kecil. Di depan pintu, mereka akan berteriak “Trick or Treat?“. Rumah yang didatangi harus ngasi permen atau sesuatu yang manis agar tidak didatangi/dikerjain ama sesuatu yang menakutkan. Dan tiba-tiba dalam saat teduh saya, saya berpikir, apa yang akan saya isikan pada kantong kehidupan saya? Apakah sesuatu yang manis seperti kesetiaan, kasih dan kedamaian? Ataukah ketakutan dan kepahitan?

Dan seperti pemilik rumah yang didatangi oleh anak-anak itu, saya memilih memasukkan “permen yang manis”. Mengisi hidup dengan kesetiaan, kasih dan kedamaian. Sulit? Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, kan?

Selamat bermalam minggu buat semua blogger… ada yang ber-halloween malam ini?🙂

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 31, 2009 in lihat..baca..dengar, Ngerumpi

 

Tag:

3 responses to “Belajar dari Halloween

  1. clingakclinguk

    November 1, 2009 at 6:19 pm

    apakah ini berarti memasukkan “permen yang manis” itu dilakukan karena rasa takut?

     
    • desty

      November 2, 2009 at 4:39 am

      nggak. tapi lebih kepada memilih memasukkan “permen yang manis” karena tidak mau takut

       
  2. tukangobatbersahaja

    November 2, 2009 at 3:25 am

    Saya harus mengisinya dengan hal yang bermnafaat😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: