RSS

Perpisahan dengan nyamuk

27 Agu

nyamuk Bekerja di sebuah laboratorium yang terletak di tengah-tengah kebun percobaan berarti  harus selalu berhadapan dengan hewan satu ini. Sepanjang hari kerja, ga di ruangan ataupun  di luar ruangan pasti menjadi sasaran gigitan nyamuk. Lotion anti nyamuk atau cairan  pembasmi serangga sudah ga mempan lagi, mungkin saja nyamuk-nyamuk di lab ini sudah  bermutasi. Anehnya selama empat tahun bekerja di tempat itu, saya tidak bermasalah  dengan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Yah…palingan juga gatal karena bentol-bentol digigit nyamuk.

Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti bekerja di tempat itu. Teman-teman di lab mengadakan acara perpisahan. Saya masih ingat hari itu, dua minggu yang lalu. Bagaimana saya bisa lupa, hari itu tak satupun wajah sedih yang terlihat. Semua senang karena ada acara perpisahan yang artinya makan gratis..hehe. Bagi saya tidak masalah, karena saya tidak mau pergi diiringi air mata *tsahh…*.

Yang saya tidak ingat, apakah hari itu saya digigit nyamuk atau tidak. Entah karena masih dalam euphoria bersenang-senang bersama teman-teman , atau karena sudah terbiasa digigitin nyamuk. Yang pasti besoknya saya langsung demam tinggi, sakit kepala yang hebat, dan lemas. Saya mengambil ijin tidak masuk kerja dan beristirahat di rumah. Sehari-dua hari kondisi saya tidak membaik. Akhirnya saya pergi ke dokter juga (kebiasaan buruk, mengandalkan dokter di saat-saat akhir). Oleh dokter saya disarankan cek darah. Dan hasilnya trombosit saya dibawah angka normal. Karena saya susah makan dan lemas, dokter menyarankan untuk dirawat di rumah sakit dengan diagnosa Demam Berdarah.

Oalah… hari-hari terakhir di kota hujan penuh angkot ini malah saya habiskan di sebuah kamar di rumah sakit. Seminggu lebih dengan jarum infus di tangan kiri membuat saya tidak bisa bebas bergerak. Padahal saya sudah merencanakan ingin jalan-jalan dengan suami ke beberapa tempat yang belum saya kunjungi selama empat tahun di Bogor. Pupuslah impian saya mengunjungi Taman Safari dan The Jungle. Huh…

Selama di rumah sakit, saya berpikir mengapa saya sampai bisa terkena Demam Berdarah. Sampai postingan ini saya tulis, tersangka utama masih nyamuk-nyamuk dari kebun di kantor. Mungkin mereka juga ingin memberikan kenang-kenangan sebelum saya pergi. Tapi yang pasti setelah sakit Demam Berdarah saya itu, (calon mantan) atasan saya menjadwalkan untuk melakukan fogging di kantor. Yah…setidaknya kepergian saya memberi efek postif buat teman-teman yang ditinggalkan.

Iklan
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 27, 2009 in Ngerumpi, tentang mereka

 

Tag: ,

11 responses to “Perpisahan dengan nyamuk

  1. Toga Nainggolan

    Agustus 28, 2009 at 4:38 am

    Yah…setidaknya kepergian saya memberi efek postif buat teman-teman yang ditinggalkan.

    You’re their hero, then…

    *nyamuknya sih cuman atu, temen2-nya yg banyak ya*

     
  2. rizaputranto12

    Agustus 28, 2009 at 11:28 pm

    lain kali gigit balik ya chy… 🙂

     
    • desty

      Agustus 31, 2009 at 2:10 pm

      jyahh..maksud lo disate gitu? ga deh 🙂

       
  3. Bang Aswi

    Agustus 29, 2009 at 1:50 am

    Bisa jadi memang nyamuk2 itu ingin memberikan kesan yang tidak mudah dilupakan begitu saja ^_^

     
    • desty

      Agustus 31, 2009 at 2:11 pm

      iya..ngasih kesan tak terlupakan

       
  4. bandit pangaratto

    Agustus 31, 2009 at 9:12 am

    Saya jadi males membersihkan kamar saya, soalnya semakin bersih semakin betah nyamuknya…
    saya relakan sebagian darah saya buat nyamuk-nyamuk.. siapa tau mereka ketularan kelucuanku.. walo sedikit

    kunjungan pertama..
    salam…

     
    • desty

      Agustus 31, 2009 at 2:12 pm

      mereka ngambil darah ngasih penyakit. ngaak lagi deh…terima kasih kunjungannya

       
  5. manusia bodoh

    Agustus 31, 2009 at 6:40 pm

    Itu adalah kenangan tak terlupakan oleh sahabat mbak sinyamuk yang selama empat tahun telah menemani, mungkin para nyamuk sedih atau marah ya melihat mbak pergi meninggalkan mereka,hehehehe

     
  6. nie

    September 1, 2009 at 3:01 am

    beuh..uda di gigit baru fogging…cape deh

     
  7. Prita

    September 3, 2009 at 3:51 am

    huhuy… setidaknya jadi fogging. meski harus ada yg berkorban. Semoga dirimu berbesar hati ya Des? hihihi.
    pa kabar, Buuu?

     
  8. Lee_Choo

    September 25, 2009 at 8:31 am

    demam berdarah emank membahayakan..

    jd memank sbaiknya kta waspada..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: