RSS

Hati-hati mulutku yang kecil

17 Jul

don't speak

Pernahkah kamu berkata TIDAK pada sesuatu hal, tapi kemudian dengan sadar kamu      melakukannya?

Saya pernah. Dan tidak hanya sekali. Okey…mungkin berkali-kali… Ada empat hal yang  tadinya saya masukkan dalam kategori “big NO”, tapi akhirnya jalan itu yang harus saya  ambil.

….*sigh*…

I’ve said, ” Ya nggaklah… ga sampai menikah kali… hanya biar ga kesepian aja jadi  anak kost yang jauh dari keluarga”

Kalimat itu pernah terucap dari mulutku sewaktu saya dekat dengan seoang pria. Kami  berbeda suku. Jarak usia kami lumayan jauh, hampir 7 tahun. Sepertinya orangtuaku pun tidak akan memberi restu seandainya kami menikah.  Well…dia langsung diterima oleh keluargaku sewaktu saya membawanya untuk pertama kali ke rumah, dan tanpa hambatan sudah 8 bulan secara resmi saya memakai namanya di belakang namaku. Tentu saja … saya bahagia.

I’ve said, “Gue kapok dengan long distance relationship.. ga mau lagi deh punya pasangan tapi jauh-jauhan”

Di saat kami sedang merencanakan pernikahan, tiba-tiba (calon) suami ditugaskan ke pulau paling timur Indonesia, Papua. Dengan berat hati, aku melepas dia. Walaupun berat, toh hampir dua tahun sudah kami menjalani hubungan jarak jauh ini.

I’ve said, ” Gue ga mau punya rumah dekat orang tua. Gue merasa nyaman tinggal jauh dari mereka…”

Kemarin saya baru saja memasukkan surat pengunduran diri dari tempatku bekerja saat ini. Setelah hidup terpisah selama beberapa waktu lamanya dengan suami karena tuntutan pekerjaan, akhirnya kami berdua memutuskan untuk keluar dari zona kenyamanan kami berdua dan memilih untuk menetap di kampung halamanku. Entah kenapa, suami jatuh cinta dengan kota itu, dan dia yakin kami berdua akan bahagia tinggal di sana. Lagipula di kota yang sedang berkembang seperti itu, tenaga muda seperti kami masih dibuthkan. Tidak susahlah mencari pekerjaan. Hanya tentu saja, penghasilan kami tidak akan sama seperti sekarang. Cukup lama sampai berbulan-bulan kami mendiskusikan hal ini. Lagipula, kalau bisa hidup bersama mengapa harus berjauhan?

I’ve said, ” Ga bakalan deh gue jadi PNS… mending jadi karyawan swasta aja”

Setelah berniat untuk pindah ke kampung halaman, ndilalah…ada tawaran pekerjaan yang hampir sama degan pekerjaanku saat ini. Setidaknya pengalamanku bekerja, apa yang sudah aku capai sampai saat ini, masih bisa dipakai di sana, jadi tidak harus memulai dari nol. Tapi ya itu..menjadi abdi negara. Ga ada masalah sih sebenarnya. Tapi ya..artinya sekali lagi “menjilat kembali ludah sendiri”.

Menuliskan artikel ini sebenarnya bisa jadi membuka aib sendiri. Tapi ada passion untuk bisa membagikannya dengan yang lain, membuatku memberanikan diri menulisnya. Setidaknya ke depan, saya dan anda semua mau dan bisa berhati-hati dalam menjaga mulut kita yang kecil ini. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Terkadang kita tidak punya kuasa untuk menolak apa yang dulu jadi “big NO” ternyata dipakai oleh Tuhan menjadi jalan bagi kelangsungan hidup kita.

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2009 in Ngerumpi

 

Tag: , , ,

4 responses to “Hati-hati mulutku yang kecil

  1. dila

    Juli 19, 2009 at 5:03 am

    yaaaaah….bakal tinggalin JKT ya kanda?padahal kita blom sempat ketemu2an…

     
  2. echo

    Juli 19, 2009 at 7:41 am

    salam kenal….

    bagus juga postingannya..

     
  3. tika

    Juli 24, 2009 at 5:48 am

    hahahahaha…sama buw… inget gak,dulu jg gw pernah bilang ga mau jadi PNS…lhaa…sekarang???

    eniwei, Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik buat hambaNya…kadang-kadang kita nh, manusia nya, yang terlalu sombong kali ya..hehe..
    *kita?gw aja deh..=D

     
    • desty

      Juli 24, 2009 at 10:51 am

      lho…dirimu juga tho?

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: