RSS

Selamat Hari Perempuan

08 Jul

mother's day

22 Desember masih lama memang, tapi sebelum sampai ke hari itu, mungkin tulisan ini bisa bermanfaat *tsah…*

Membaca tulisan mas Nemo tentang latah mengingatkan saya kepada suatu budaya yang terjadi di Indonesia, karena kelatahan terhadap budaya barat. Budaya itu bernama “merayakan Hari Ibu”.

Selama ini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Ternyata apa yang dilakukan selama ini adalah meniru perayaan Mother’s Day di negara barat. Mother’s Day diperingati karena kebiasaan orang Yunani kuno memuja Dewi Rhei, ibu dari segala dewa-dewa, dan dirayakan pada bulan Maret. Negara Amerika sendiri memperingati Mother’s Day sebagai bentuk penghargaan kepada aktivis Julia Ward Howe yang mencanangkan pentingnya peran perempuan dalam melawan perang saudara.

*ehm..ehm..kita buka buku pelajaran sejarah dulu ya…*

Di Indonesia, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu yang dirayakan secara nasional untuk memperingati pelaksanaan Kongres Wanita pertama yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Yah..saya akui, saya masih mengikuti kelatahan dalam memperingati Hari Ibu. Seperti biasa, saya mengucapkan selamat hari ibu kepada mamaku, dan semua wanita yang telah menjadi ibu atau mama yang aku kenal, atas keberadaan mereka menjadi seorang ibu. Atas pengorbanan mereka dalam mengurus keluarga, membesarkan anak-anaknya, dan sebagainya sesuai tugas dan tanggung jawab seorang ibu.

Seharusnya saya mengucapkan selamat kepada perempuan-perempuan yang telah mengangkat harkat dan martabatnya sebagai seorang wanita, perempuan yang mau bekerja dan terlibat dalam pembangunan bangsa, perempuan yang mau berkorban dan bekerja tanpa pamrih demi perempuan lainnya dan demi anak-anaknya, perempuan yang (walaupun gender masih terus dipermasalahkan sampai saat ini) tidak menganggap jenis kelamin sebagai penghalang untuk berkarya.

Hal ini saya sadari tahun kemarin. Pada tanggal 22 Desember 2008, alih-alih mengucapkan Selamat Hari Ibu, saya mengatakan Selamat Hari Perempuan (walaupun mama saya tetap protes setelah mendengar penjelasan saya)

*Mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa di Indonesia tidak ada peringatan Hari Bapak*

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 8, 2009 in Ngerumpi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: