RSS

Janji palsu

04 Mei

Seminggu yang lalu, laptop kesayangan rusak (ya iyalah..cuman satu-satunya, pasti disayang dong). DVD drive-nya ga kebaca ama Windows. Saya pun jadi panik. Kalau soal software sih saya masih rada-rada ngerti, tapi kalo udah menyangkut hardware saya angkat tangan.  Saya lalu berkonsultasi ke karyawan IT di kantor saya (si suami yang nun jauh di sana sudah menyarankan untuk diservice aja).  Menurut si mas itu, DVD drive-nya juga ga kebaca di BIOS, jadi harus dibongkar. Mungkin ada kabel data atau komponennya yang rusak. Si mas ga berani membongkar karena masih tersegel (walaupun masa garansinya udah habis).

Singkat cerita, saya memutuskan untuk membawa laptop saya ke tukang service. Setelah bertanya ke om google dimana tempat  “service laptop di Bogor”. Dari beberapa pilihan, saya memilih tempat terdekat, yaitu di BTM. Berbekal nama tempat dan alamat serta slogan yang muncul di internet “specialist laptop service in Bogor“, saya mendatangi tempat service itu. Ternyata sebuah kios penjualan laptop second. Saya bertanya ke bapak (sebut aja “A”) yang sedang menjaga kios itu, apakah bisa memperbaiki laptop saya dengan persoalan di atas. Bapak A menyanggupi untuk mengerjakan laptop saya dengan janji besok pagi (saya datang Selasa sore) laptop sudah bisa saya ambil.

Sampai sore keesokan harinya, saya belum juga mendapat kabar mengenai laptop saya. Akhirnya saya menghubungi bapak A lewat sms. Ternyata laptop saya belum beres, dengan alasan teknisinya belum menghubungi. Beliau pun memberikan ceramah tidak penting bahwa laptop jenis Acer seperti laptop saya di atas setahun pasti banyak masalah. Saya menimpali dengan mengatakan setahu saya hampir semua barang elektronik seperti itu, bukah hanya Acer. Saya lalu menanyakan kapan bisa selesai, dan dijawab dengan menyebutkan hari Jumat sore.

Jumat sore, sesuai kesepakatan saya mendatangi kios itu dengan harapan laptop saya sudah selesai dikerjakan. Begitu saya sampai di sana, saya diberikan jawaban bahwa laptop saya belum juga beres, karena ada spare part yang harus dibeli di Jakarta, dan susah dicarinya. Katanya sekring buat DVD drive yang ada di mainboard laptop saya putus, sehingga DVD tidak terbaca. Saya lalu minta kepastian, kapan bisa beres karena saya sangat membutuhkan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Bapak A berjanji bahwa laptop bisa saya ambil hari Minggu pagi jam 10. Walaupun kesal, saya mencoba bersabar.

Minggu pagi, jam 11.00 sepulang dari gereja saya kembali mendatangi kios bapak A.  Ternyata beliau tidak di tempat, dan saya dilayani oleh asistennya. Saya menanyakan soal laptop saya, dan si mbak langsung menghubungkan saya dengan bapak A via telepon. Lagi-lagi, bapak A mengatakan laptop saya belum beres. Kali ini alasannya adalah untuk memperbaiki kerusakan di laptop saya harus hati-hati untuk mencegah kerusakan lebih parah. Saya sudah sempat membatalkan permintaan service tersebut, tapi sesaat saya berpikir. Laptop saya sudah diutak-atik, kalau saya terima dalam keadaan tidak beres berarti saya yang rugi. Akhirnya saya memberikan waktu sehari lagi kepada bapak A untuk membereskan laptop saya.

Sebenarnya saya sudah pesimis laptop saya bisa beres dalam satu hari, tapi tidak ada salahnya mencoba. Senin siang saya ditelpon oleh bapak A yang mengatakan bahwa laptop saya sudah selesai, dan DVD drive sudah bisa terbaca. Tentu saja saya senang penantian saya berbuah juga. Sore hari, sepulang kerja saya langsung menuju ke kios di BTM itu. Sesampainya saya di sana, saya disodorkan laptop saya dengan jawaban yang membuat saya terdiam saking kesalnya. Bapak A mengatakan bahwa tadi sewaktu di tempat teknisinya DVD drive-nya sudah terbaca dan berfungsi. Tetapi begitu dibawa ke BTM, “penyakit”nya kambuh lagi alias masih belum bisa terbaca. Si bapak tidak bisa memberikan penjelasan yang logis. Saya meminta untuk bertemu dengan teknisinya, tapi kata bapak A dia sudah menghubungi teknisinya dari pagi untuk datang ke BTM tapi sampai sore tadi belum juga datang.

Akhirnya saya membatalkan service. Saya membawa pulang laptop saya dengan kondisi yang sama dengan pada saat saya membawanya ke kios itu (eh tidak juga, setelah saya periksa ada beberapa program yang ditambahkan ke laptop saya yang mana setahu saya belum pernah ada sebelumnya). Sesampainya saya di rumah, dengan capek dan kecewa, tiba-tiba saya mendapat sms dari bapak A. Dia menanyakan bagaimana dengan spare part yang sudah diganti, siapa yang harus membayar (katanya sih harganya mahal). Dia juga mengabarkan bahwa teknisinya bersedia untuk memperbaiki lagi.

Aaaaarrgghhh. Kesabaranku habis. Saya lalu mengirimkan sms balasan mengatakan saya merasa tidak perlu mengganti spare part apapun karena saya menerima laptop dalam kondisi yang sama. Kalaupun ada penggantian spare part, toh spare part itu tidak berfungsi.  Tidak lama kemudian ada sms balasan dari bapak A yang meminta maaf dan mengatakan bahwa tadinya DVD drive laptop saya sudah bisa terbaca. Saya lalu mengatakan bahwa saya ingin bertemu dengan teknisinya langsung dan meminta kepastian berapa lama dia bisa menyelesaikan laptop saya, karena saya capek dengan janji-janji yang tidak ditepati. Sampai sekarang belum ada kabar lagi dari Bapak A maupun teknisinya.

Jujur saja, saya sudah tidak berminat membawa laptop saya untuk diservice di tempat itu lagi. Selain kesal dengan janji-janji palsu, saya juga capek berhadapan dengan bapak A yang ngomongnya belibet dan tidak bisa memberikan penjelasan dengan jelas dan baik.  Buat rekan-rekan Blogor atau yang berdomisili di Bogor, ada rekomendasi ga ke mana saya harus membawa laptop saya untuk diperbaiki?

PS.

Kalo dapat masalah kayak gini, makin kerasa betapa saya membutuhkan suami untuk membereskan persoalan ini. Soalnya pria biasanya lebih paham dan lebih dihargai daripada wanita dalam hal “tukang-tukangan”.  Saya tentu saja melaporkan setiap hal ke Jojo juga meminta pertimbangan dari dia. Jojo bahkan berulangkali meminta izin untuk “bertindak”, tapi saya bilang belum perlu. Tapi ternyata belakangan saya baru tahu kalau Jojo sempat “menggertak” bapak A via sms…hehe.

Iklan
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2009 in tentang saya

 

Tag: ,

11 responses to “Janji palsu

  1. achoey

    Mei 5, 2009 at 6:43 am

    Wah wah
    Postingannya panjang

    😀

     
    • desty

      Mei 13, 2009 at 3:07 am

      iya nih kang..postingan curhat 🙂

       
  2. tika

    Mei 5, 2009 at 7:09 am

    bu..
    knapa ga dibawa ke tempat pertama kali kau beli laptop nya aja sh??ato ke acer center nya aj lgs.. klo yg aku tahu sh di ratu plaza.. gimana? mo dianterin??…

    *ini sh gw yg mo ngajak jalan2..hehe..

     
    • desty

      Mei 13, 2009 at 3:07 am

      kalo di sana ribet ngambilnya lagi, tik..dah gitu banyak yg bilang ga bagus juga pelayanannya.

       
  3. Menik

    Mei 5, 2009 at 10:27 am

    iya yah mbak des, kalo dah kek gini, kerasaaaaaa bgt butuh suami deket2 kita 😦

     
    • desty

      Mei 13, 2009 at 3:08 am

      iya, teh….butuh banget

       
  4. zee

    Mei 7, 2009 at 7:21 am

    Hmmm….. iya sih, kalo lagi sebel begini emg paling enak klo curhat sama suami, at least ada yg bisa memberi masukan.

     
  5. dila

    Mei 7, 2009 at 3:11 pm

    ke Ratu Plaza aja kak,kan tuh tempat service resmi.rada mahal sih,tp jaminan-lah.kalo mau,nt kutemenin deh…dr Bogor cm modal kereta doank,he9x…

     
  6. tika

    Mei 8, 2009 at 8:23 am

    iye sh. ribet. tapi kan resmi.. daripada daripada…hayoo??

    btw, dah beres blom nh?dua minggu dah ga ol luh..kangen yeuh,,^^

     
  7. novnov

    Mei 9, 2009 at 10:20 pm

    tabok aja mbak hehehehe….

     
    • desty

      Mei 13, 2009 at 3:10 am

      main fisik?? nggak ah..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: