RSS

Kenangan masa jadul

23 Mar

Disclaimer : tulisan ini dibuat tidak dalam rangka mengikuti kuis yang diadakan di sini.

Masa kuliah? Well.. ga banyak yang bisa saya ceritakan. Maklum, waktu kuliah saya termasuk yang study oriented. Mungkin karena terbebani terinspirasidengan ucapan orang tua, bahwa saya harus kuliah sebaik-baiknya, lulus secepat-cepatnya, dan mendapatkan nilai sebagus-bagusnya. Tidak banyak yang mengenali saya, bahkan di antara teman seangkatan. Palingan saya hanya terkenal diantara Komunitas Bawah Matoa (persekutuan mahasiswa kristen-katolik yang suka ngumpul di bawah pohon Matoa, dekat area parkir), itupun karena jumlah anggotanya tidak banyak.

Tapi, bisa jadi karena memang angkatan 2000 di Fak. Biologi UGM itu dikenal sebagai angkatan yang study oriented.  Ada perlombaan terselubung siapa-paling-cepat-lulus dan siapa-yang-jadi-korban-cum laude. Hampir sebagian besar mahasiswa masuk dalam kelompok study yang diminati, dari herpetologi sampai kelautan, dari mapala sampai english club.

Makanya, saya ga merasakan petualangan mesin waktu sewaktu membaca buku Doroymon. Buku yang ditulis oleh Roy Saputra, alumni Tehnik Industri UI 2003 . Di buku keduanya ini, Roy bercerita tentang masa kuliahnya. Mulai dari mimpinya bisa bermain gitar, ospek, empat tahun masa kuliah, sampai peristiwa lulusnya. Petualangan yang dialami Roy semasa kuliahnya, berbeda dengan yang saya alami (mungkin karena beda generasi ya…*deuh..ga setua itu kali…*)

Roy bercerita tentang keenam puluh sembilan orang mahasiswa TI UI 2003 (walaupun akhirnya yang lulus di tahun ke-empat hanya enam puluh enam orang). Ada cerita masa ospek dimana mereka selalu makan siang dengan menu yang sama (biar ga ketahuan kalo ada yang kentut karena baunya pasti sama), tugas merakit Tamiya, bikin rak sepatu, ikut lomba keilmuan di Bandung, sampai acara perpisahan di Anyer. Kebersamaan mereka (benar-benar bersama, masuk sama-sama, lulus juga sama-sama) membuat  cerita ini menjadi utuh. Walaupun diceritakan dari sudut pandang Roy, tapi karakter tokoh lainnya tidak serta merta menjadi hilang.

Selain karena alasan di atas, ada alasan lain kenapa “mesin waktu” ini gagal untuk saya. Saya cukup terganggu dengan banyaknya footnote yang menjelaskan hal-hal di dalam cerita (iyalah…emang itu fungsi footnote).  Alih-alih membuat ceritanya menjadi lucu, saya malah terkesan “dipaksa” mengikuti cara berpikir Roy. Kemudian, setting cerita kan di sekitar tahun 2003-2006. Trus tiba-tiba di tengah cerita muncul nama partai yang mirip kata GERINDA, kisah kontroversial Dewi Persik dan Saiful Jamil, atau sinetron Inikah Rasanya yang diperankan oleh Alissa Soebandono.  Jadi bingung…bukannya kejadian-kejadian itu baru ada akhir-akhir ini?

Anyway… buku yang didaulat ber-genre non fiksi-komedi ini cukup berhasil membuat saya terhibur dengan percakapan-percakapan kocak antar karakter. Hanya saja beberapa unsur komedinya serasa raditya-dika-banget. Apa karena editornya si kambing jantan itu ya?

Eh, satu lagi…kelebihan dari buku ini. Ada soundtrack-nya. Ada 3 buah lagu yang bisa didownload dari situs Bukune.com atau di Myspace-nya Doroymon. Lagunya asyik… apalagi lagu Tentang Kita, didengarkan sambil baca bab terakhir buku Doroymon. Jadi jangan download lagunya sebelum beli bukunya. Ga berasa apa-apa lho kalo ngedonlot duluan…dijamin!

Gambar diambil dari tempat kuis diadakan

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 23, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: , ,

5 responses to “Kenangan masa jadul

  1. roy saputra

    Maret 24, 2009 at 1:53 am

    wah, desty! makasi ya! ^^

    eh? padahal bukumu banyak aku kritik lho…aiiii…terima kasih kembali

     
  2. achoey

    Maret 24, 2009 at 3:59 am

    hehehe
    Doroymon

    jadul itu indah kawan

    jadul emang indah…bisa jadi trend lagi

     
  3. bogorbiru

    Maret 25, 2009 at 7:21 am

    mantap, jadi pengen mbaca

    silahkan dibeli…..hehe

     
  4. Rian Xavier

    Maret 26, 2009 at 5:41 am

    salam kenal ya,.

    salam kenal juga

     
  5. Meidy

    Maret 26, 2009 at 6:46 am

    jadul itu emang ngangenin dan bikin kita ‘gila’ (soalnya jd suka senyum2 sdiri), hihihi..

    iya…apalagi kalo “gila” nya massal ama teman2…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: