RSS

Ada kuasa dibalik ucapan syukur

18 Mar

Mengucap syukurlah dalam segala hal.

Kalimat di atas adalah salah satu pengajaran Kristiani yang selalu saya dengarkan di beberapa kesempatan beribadah. Kalimat tersebut juga sudah seringkali saya terapkan dalam kehidupan. Tapi selama ini saya berpikir bahwa mengucap syukur itu semacam tindakan terakhir. Maksud saya begini, sesuatu terjadi, kita mengucap syukur, selesai. Finish. Sudah. Kalaupun ada hal yang terjadi, itu adalah persoalan kehidupan yang baru.

Tetapi, semalam paradigma berpikir saya itu mendapatkan pencerahan baru. Dalam komsel (komunitas sel- semacam kelompok pembelajaran Firman Tuhan), kami diberitahu bahwa ada kuasa dibalik ucapan syukur. Artinya, setelah mengucap syukur, bukan berarti selesai. Tidak. Tuhan terus bekerja, bahkan kuasa Tuhan bekerja lebih besar dibalik ucapan syukur yang kita panjatkan.

Kami (saya dan rekan-rekan komsel) diminta oleh pembimbing kami untuk mengingat sesuatu peristiwa dalam hidup, dimana  saat kami mengalami suatu kesusahan tapi kami bisa mengucap syukur atas kesusahan itu. Mengapa kesusahan? Mengucap syukur pada saat mendapat berkat itu hal biasa. Tapi mengucap syukur pada saat tidak beruntung, pasti sangat sulit. Lalu kami diminta memikirkan apa yang terjadi sesudahnya. Ternyata setelah kami bercerita dan berbagi kisah diantara kami, ada suatu hal yang sama yang terjadi diantara kami. Pada saat kami mengucap syukur setelah mengalami kesusahan, kami merasakan ada kelegaan. Ada beban berat, pada saat kesusahan itu terjadi, yang terangkat. Dan akhirnya kami bisa menjalani kehidupan kembali seperti biasa karena yakin ada yang menolong dan melindungi.

Saya mengingat suatu cerita di dalam Alkitab, dimana Yesus memberi makan 5000 orang (yang terhitung hanya laki-laki dewasa, perempuan dan anak kecil tidak dihitung) hanya melalui bekal makan siang seorang anak kecil, yaitu 5 roti dan 2 ekor ikan, dan setelah merka semua makan masih tersisa 12 bakul makanan. Mengapa 5000 orang lebih itu bisa makan? Karena sebelumnya Yesus sudah mengucap syukur kepada Bapa-Nya atas makanan itu.

Anyway…pagi ini, setelah semalam mendapat berkat dari Firman Tuhan, ada kejadian dimana saya diperhadapkan pada satu situasi apakah saya bersungut-sungut atau mengucap syukur. Seorang teman memberitahukan kabar kenaikan gaji. Senang dong…gaji mau naik. Udah ditunggu-tunggu tuh… Tapi tunggu dulu. Kenaikannya sangat kecil. Nominalnya kurang dari seratus ribu rupiah. Kondisi keuangan kantor memang belum sehat pada saat ini. Dan lagipula itu baru kabar..belum turun SKnya juga dari pihak manajemen.

Teman-teman di kantor banyak yang mencibir. Bahkan ada yang mengucap sinis, “pengeluaran gw seminggu aja lebih besar dari itu..gila apa ya gaji sebulan cuma naik segitu..” . Okey, saya tidak muna dan sok bijak. Saya juga sempat kaget dan sedih mendengar kabar itu. Saya cukup lama terdiam. Dan saya pun berkata, “syukurlah tahun ini masih ada kenaikan gaji…” (yang langsung disambut dengan teriakan “huuuuuu” atau “yaelaaaa”🙂 )

Yup..belajar mengucap syukur.  Saya yakin ucapan syukur yang saya lontarkan dan aminkan itu membawa berkat bagi keidupan saya. Paling tidak saya tidak bersungut-sungut membuang energi percuma. Ya kan??

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2009 in tentang DIA

 

Tag: ,

5 responses to “Ada kuasa dibalik ucapan syukur

  1. hawe69

    Maret 18, 2009 at 9:35 am

    mengucap syukur ke Tuhan adalah salah satu terapi terbaik untuk positif thinking…

    kudu banget deh..

    iya…skrg belajar aplikasi tiap hari

     
  2. Winarni K Suprimardani

    Maret 19, 2009 at 12:21 pm

    sebagai manusia kita terkadang ‘angkuh’, tidak mau mengakui anugerah yang diberikan Tuhan. Saya selalu teringat kalimat klise ini, “Coba lihat orang disekitarmu yang mungkin tidak memiliki apa yang kau miliki sekarang”. Yah… walaupun klise, tapi kalimat itu realistis.

    Saya yakin ucapan syukur yang saya lontarkan dan aminkan itu membawa berkat bagi keidupan saya
    <–Spakat…

    Mudah2an Tuhan senantiasa meluruskan hati kita dan selalu bersyukur kepada-Nya. Amien

    sepakat….

     
  3. priscilla

    Maret 21, 2009 at 12:51 pm

    wew..naik gajina kurang dari 100 rupiah? hm.. sulit memang mengucap syukur di keadaan spt itu.. tapi salute buat Mba… =)

    thanks buat penguatan imannya…
    GBU

    eh… kurang dari seratus ribu…..hehe..

     
  4. btari

    Maret 23, 2009 at 9:06 am

    syukur, sesuatu yang sebenarnya mudah dilakukan, tp mengapa sangat sedikit manusia yang bersyukur kepada Tuhannya.
    mari kita sambut ajakan desty untuk belajar mengucap syukur😀

    terima kasih…

     
  5. Cherub

    April 14, 2009 at 12:33 pm

    Mang slt loh u ngcp sykr dlm kadaan sulit. Tp klo mua org indonesia bljr ngucp syukur ykn dh jmlh org yg akn strez stp taonx akn br-

    🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: