RSS

Kambing lepas dan kebo ngamuk

07 Mar

Saya masih ingat banget, awal kenalan dengan kambingjantan. Waktu itu hari Jumat, 13 Januari 2006. Saya dan teman pergi ke toko buku dalam rangka mewujudkan salah satu resolusi tahun baru saya, “satu bulan satu buku”.  Setelah berpindah dari satu rak buku ke rak buku lain, saya belum juga menemukan buku untuk dibeli. Tiba-tiba Rani, teman saya itu merekomendasikan satu buku yang diambil dari rak bestseller. Seperti biasa, sebelum membeli buku saya harus memastikan buku itu layak untuk dibeli atau tidak. Setelah membaca beberapa halaman, dan karena didesak oleh Rani (supaya dia bisa minjam), akhirnya saya membeli buku itu.

Dan benar saja..buku yang dibeli di hari keramat (Friday the thirteen kan keramat ya…hehe) itu membawa efek buat saya. Selain karena buku itu jadi dipinjam oleh banyak orang di kantor, akhirnya saya tertarik untuk membuat blog. Yah…gak muluk-muluk biar bisa jadi buku, tapi setidaknya ada keasyikan sendiri menjadi seorang blogger.

Ohya, ada efek lain lagi…saya jadi Raditya Dika addict. Yang artinya, saya menjadi salah seorang dari ribuan orang yang selalu menanti-nantikan tulisan Dika. Baik itu di blognya, ataupun lewat buku-bukunya. Sampai sekarang saya dengan setia mengoleksi kelima bukunya (termasuk komik kambingjantan). Raditya Dika memang seperti candu.

Setelah Kambingjantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, Komik Kambingjantan (oh ya ternyata ada satu buku Tolong..Radit membuat saya gila tidak saya beli..karena isinya bukan tulisan Dika, tapi dari fansnya dia), akhirnya kambingjantan itu dilepas juga dalam bentuk film. Metamorfosis yang menarik menurut saya, dari tulisan (buku/blog)–> gambar (komik) –> film.

metamorfosis kambingjantan

Ada banyak komentar,seperti  kok komiknya ga seseru bukunya, atau filmnya kok banyak yang ga ada di buku.  Menurut Dika, ketiganya itu (buku, komik, film) adalah satu kesatuan saling melengkapi. Awal Dika menulis buku dari blognya ada sekitar 400 halaman, yang oleh editor dipotong sampai kurang lebih 200 halaman, dan itu yang diterbitkan jadi buku Kambingjantan. Jadi masih banyak kisah yang belum disampaikan ke publik. Itu kata Dika. Lagipula ada sensasi berbeda antara membaca buku, membaca komik, dan menonton film. Tuh kan..benaran candu…

Kegiatan terakhir (menonton film) baru saja saya lakukan. Karena sibuk, saya baru sempat menonton film itu di hari ketiga pemutarannya di bioskop. Kalau di blognya Dika bilang, pada saat dilepas di hari pertama saja sudah ada 17 ribu penonton… Wow!! Untuk ukuran film Indonesia yang pemainnya bukan artis ternama, angka itu cukup fantastis.

Saya sengaja memilih pemutaran pertama jam 12.00 di salah satu bioskop 21 di Bogor. Alasannya ada dua, pertama untuk menghindari membludaknya antrian, dan kedua karena jam 14.15 saya mau menonton Defiance. Dari awal sampai akhir, saya benar-benar menikmati film ini. Dari gaya Radit yang kocak, Haryanto yang innocent, Kebo yang kebanyakan ngamuk emosional daripada normalnya, sampai pemunculan si sutradara Rudi Sudjarwo di adegan terakhir. Completely smart comedy movie.  Apalagi pas adegan dengan soundtrack Adelaide Sky (kalau di novelnya, Radit mendengarkan banyak lagu, mulai dari I Do – nya Ten 2 Five sampai But Not For Me -nya Chet Baker). Saya bahkan (tidak malu mengakui) meneteskan air mata dan tertawa seperti saat membaca buku Kambingjantan dan Cinta Brontosaurus pertama kali. Semoga Rudi Sudjarwo menepati janjinya untuk membuat sekuel dari film ini.

Penutup, sepenggal lagu dari Adelaide Sky

I need to know what’s on your mind
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don’t know I’ll be leaving soon

…….

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 7, 2009 in lihat..baca..dengar

 

Tag: ,

11 responses to “Kambing lepas dan kebo ngamuk

  1. Menik

    Maret 8, 2009 at 5:44 am

    kadang2 filem yg diangkat dari buku tuh sulit digambarkan secara visual Des.. saya aja sempet kecewa waktu dealova difilemkan.. hasilnya ga seindah novelnya. begitu juga ayat2 cinta…🙂

    yah begitulah mbak…karena tidak semua yang ada di buku bis difilmkan. Kalau bukunya sama dengan filmnya, buat apa nonton filmnya kan? (itu kata2 sutradara yang mana ya??)

     
  2. missjutek

    Maret 11, 2009 at 8:40 am

    lagu adelaide sky itu sempat sangat akrab di telinga saya setaun yg lalu… soalnya sahabat saya yg setiap malem nemenin saya sebelum akhirnya terlelap di alam mimpi, RBT-nya lagu ini… hehehe…😀

    saya juga termasuk salah satu pecinta blognya radityadika… saya malah udah “akrab” dengan buku2 dan blognya dari taun 2005… hehehe…

    inget banget, pertama kali baca kambingjantan itu adalah pas di perpus, dimana semua orang lagi pada heboh belajar buat Quiz besok, lah saya malah keketawaan sendiri kek orang gila baca itu buku…:mrgreen:

    emang lagunya enakan….

     
  3. life choice

    Maret 12, 2009 at 3:36 am

    bagus ya film-nya? jadi pengen nonton deeehh… 🙂

     
  4. Tgk. Alex© Al-Hidayat

    Maret 12, 2009 at 3:45 pm

    Nunggu sampe Aceh saja ah, filmnya….

    Mungkin bakal basi kayak Jomblo dulu… tapi sing penting nonton😛

    wajib ditunggu deh…

     
  5. *hari

    Maret 13, 2009 at 1:06 pm

    hehehe..kalo saya malah ngga ngerti apa-apa😦

    waduh…lho kok? komedinya emang ga kayak komedi film Indonesia kebanyakan

     
  6. Meidy

    Maret 14, 2009 at 3:43 am

    pengen nonton tp ga sempet2,kayanya udah abis deh..😦 moga2 filmnya bs menterjemahkan bukunya yah..

    kyknya masih maen deh…

     
  7. kishandono

    Maret 14, 2009 at 4:02 am

    pertama kali minjem bukunya nyonya, salah satu cara pdkt.

    eh..baru ingat..dulu suamiku pdkt-nya juga minjam buku kambing jantan… tambah lagi ya manfaat bukunya..hehe

     
  8. ichanx

    Maret 14, 2009 at 6:06 am

    emang buku2 si kambing keren banget… ngakak gak abis2… sayangnya gw belom nonton filmnya😦

    tunggu aja dvdnya.. atau paling juga muncul di tv ntar akhir tahun

     
  9. okke

    Maret 15, 2009 at 6:04 pm

    jeung, oot.
    John bilang buku-buku darimu sudah dibawa ke timor leste.😀
    yg gw malah telat ngirimnya n bakal dibawa di kloter berikut….

    iyah..udah dapat email dari john juga

     
  10. hawe69

    Maret 18, 2009 at 8:59 am

    sorry, bukan fans Raditya.. ato belum yak ?
    gw gak termasuk dalam ‘ribuan orang yang selalu menanti….’🙂

    fyi, gw fansnya: jeunglala.com, yang juga udah terbitin buku, tapi belum dibikin film.

    cek tkp dulu …..

     
  11. dela

    April 3, 2009 at 2:25 pm

    katanya kok filmnya jelek yah????

    tergantung penontonnya mbak..kalo saya sih bilangnya bagus…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: