RSS

Curhat senin pagi

02 Feb

Pagi ini, hari pertama dalam minggu ini untuk kembali bekerja. Sayangnya cuaca sangat tidak mendukung. Hujan deras yang disertai angin membuat pilihan untuk tetap berada di bawah selimut lebih memungkinkan diambil. Tapi mengingat hari ini sudah ada setumpuk janji untuk menyelesaikan pekerjaan, pilihan itu disingkirkan jauh-jauh.

Berbekal sebuah payung, aku berjalan kaki ke tempat kerja.  Walaupun jaraknya hanya 10 menit perjalanan, tapi kencangnya angin yang membawa titik-titik air hujan cukup membuat celana panjangku menjadi basah. Beberapa kali aku bersinggungan dengan pejalan kaki lainnya yang juga tergesa-gesa, entah karena hujan atau karena takut terlambat masuk kerja, dan membuat payung kami bersentuhan dan memercikkan air ke baju atau tas.  Belum lagi jika ada mobil yang melintas dengan cepatnya menerjang genangan air dan membuat cipratan ke arah pejalan kaki sepertiku. ” Hm..platnya dengan diawali huruf B. Mungkin mereka juga terburu-buru untuk masuk bekerja pagi ini..”

Sampai di kantor, saat aku mengeluarkan laptop dan perangkatnya dari dalam tas, handphoneku bergetar. Ada sms masuk. Aku sudah menduga, pasti sms dari teknisi yang mengabarkan terlambat atau tidak masuk hari ini. Benar saja, kali ini isi sms dari suaminya yang mengabarkan bahwa si istri tidak masuk karena ada keperluan. Tidak dijelaskan keperluan apa, walaupun aku sudah bertanya apakah si istri sakit.

Aku memulai bekerja hari ini dengan membuat label untuk tanaman-tanaman nanti. 90561, 90562, 90563, 90564, 90565…..satu persatu aku mengetikkan angka-angka itu di laptopku. Tapi pikiranku melayang ke sms tadi.

Aku hanya bisa menduga-duga lagi kenapa dia tidak masuk, mungkinkah karena hujan deras pagi ini? Mengapa harus suaminya yang mengirimkan sms, kenapa bukan dia? Apakah karena ini sudah kali kesekian sms serupa darinya mampir ke handphoneku? Entahlah…

Terkadang aku berpikir, kedekatanku dengan para bawahan disalah-artikan oleh mereka. Tidak jarang mereka memanfaatkan kedekatan itu untuk hal-hal seperti meminta izin pulang cepat, datang terlambat, ataupun tidak masuk  dengan alasan yang tidak jelas. Aku sudah pernah menegur dengan halus, tapi mereka hanya tertawa dan berkata, “ngapain sih harus rajin..toh ga ada rewardnya juga dari kantor. Kalo telat katanya potong gaji, tapi ga juga tuh…kalau dulu mah enak..bonus lancar, karyawan juga rajin kerjanya..

Kondisi keuangan kantor memang belum bisa dikatakan membaik. Sudah beberapa tahun tidak ada surplus sehingga pihak manajemen memutuskan untuk menunda pemberian bonus, demi kelancaran gaji bulanan dan THR setiap tahunnya. Kebanyakan karyawan menganggap tidak baiknya keuangan kantor adalah tanggung jawab manajemen. Keadaan ini yang tidak dimengerti oleh mereka, dan menganggap apa yang mereka lakukan saat ini sebagai kompensasi atas tindakan para atasan terhadap mereka. Akibatnya mereka berpikir atasan harus memahami sepenuhnya kurangnya kinerja mereka.

Untuk saat ini, karyawan di posisi “tengah” sepertiku hanya bisa memahami kondisi pihak atas maupun yang bawah. Hujan masih deras di luar sana…dan aku harus kembali bekerja. Sampai di mana tadi angkanya? Oh…90566, 90567, 90568….jari-jariku kembali mengetikkan angka-angka itu. Semoga hari ini bisa memberikan yang terbaik. Dan hari besok lebih baik dari hari ini.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2009 in tentang mereka

 

Tag:

5 responses to “Curhat senin pagi

  1. Huang

    Februari 2, 2009 at 4:11 am

    Satu scene yang jenuh dan membosankan ya?

    Rasanya pengen cepat keluar dari scene karyawan dan pindah posisi jadi bos.

    sebenarnya menjadi bos tetap saja disalahkan…

     
  2. podelz

    Februari 4, 2009 at 2:49 am

    semangatttttt

    mungkin pada waktu jadi bos.. masalah yg lain akan tetap muncul

    hehe..sepertinya setiap tempat dan waktu ada kesusahannya sendiri

     
  3. dieyna

    Februari 7, 2009 at 9:34 am

    hehehe, curhat yang seru kayak cerpen nih, tetep semangat ya

    ohya?

     
  4. achoey

    Februari 7, 2009 at 11:26 am

    wah
    aku tahu’
    sebenarnya kau teramat hebat
    maka kelak kau kan jauh lebih hebat
    pada posisi yang hebat untuk pekerjaan yang lebih berat🙂

    terima kasih…

     
  5. aribicara

    Februari 9, 2009 at 6:15 am

    waduw, ruwet juga yach ….😦

    tapi yg jelas memang dalam sebuah perusahaan itu harusnya tdk ada pemisah antara atasan dan bawahan karena smuanya terlibat dan membantu, bahkan seorang OB pun jangan dipandang sebelah mata dan tdk dihargai😀

    Smoga kebersamaan dikantor Desti dan kekompakan serta tidak lagi ada saling menyalahkan🙂

    Salam🙂

    tadinya saya berharap dengan pendekatan kepada bawahan,tidak ada pemisahan yang mengganggu hubungan kerja, mis keseganan..dsb. Tapi ya itu..ternyata saya juga harus siap jadi jalan pintas mereka ke atasan kami.. btw, terima kasih doanya *serius amat ya….hehe*

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: