Beranda > Ngerumpi > Kembar Sembilan

Kembar Sembilan

identical twin

Hampir semua orang pasti pernah dibilangin kayak gini, “eh..wajah lu mirip banget ama si anu” atau mungkin seperti ini, “ lo saudaraan ya ama dia? wajah kalian mirip banget”. Tentu saja yang saya maksudkan di sini kalo benar-benar tidak ada hubungan darah. Atau mungkin kamu sendiri yang pernah bertemu dengan seseorang dan ngerasa, “ eh…kok dia mirip ya ama gue?”. Saya pernah bertemu dengan orang yang mirip ama wajah saya. Bukan hanya satu orang, tapi ada dua orang.

Orang yang pertama, adik angkatan waktu kuliah. Awalnya pas ospek mahasiswa baru, ada teman yang menghampiri saya. “Eh, adikmu masuk sini juga ya?”. Saya terheran, “Nggaklah. Adikku satu-satunya masih SMA kok, di kampung gue di sana lagi.” Temanku itu langsung menarik tangan saya ke kerumunan mahasiswa baru, dan menunjuk seseorang. “ Lha itu bukan adikmu? Mirip banget lho..”

Saya memperhatikan orang yang ditunjuknya. Ya ampun… saya merasa sedang memandangi cermin. Bedanya saat itu saya masih berkacamata, sementara mahasiswi baru itu tidak. Tapi garis wajahnya, bentuk wajahnya, mirip banget. Kabar itu beredar cepat di antara teman-teman. Hampir satu semester saya harus menjelaskan kalo anak itu bukan saudara saya. Anehnya, waktu itu mungkin saya malu atau risih, saya sampai berusaha menghindari bertemu dengan anak itu, padahal kami harus sering bertemu karena terlibat dalam kegiatan kerohanian yang sama di kampus. Tapi akhirnya, entah kapan, saya bisa akrab dengan dia. Dan saya bisa tertawa tanpa rasa malu dan risih jika ada yang menegur kami berdua mirip satu sama lain. Sekarang dia bekerja di sebuah stasiun televise swasta, dan masih keep contact via fesbuk.

Orang kedua, adalah pendeta di gereja di kampung halamanku. Suatu waktu mama mengirimkan selembar foto yang didalamnya ada gambar mama dan seorang wanita (ibu pendeta itu). Kata mama, dia mirip banget sama saya. Sepintas sih tidak terlihat mirip. Wajah ibu itu bulat, sementara wajah saya lonjong. Tapi garis bibirnya dan matanya kalau diperhatikan mirip banget. Waktu saya pulang kampung dan bertemu dengan ibu pendeta itu, dia langsung memeluk saya seperti bertemu saudara. Kebetulan orangtuaku menjadi wali nikahnya sewaktu ibu itu menikah. Dan seperti diatur oleh Tuhan, ibu pendeta itu yang menikahkan saya dan suami.

Kata teman saya, di dunia ini ada delapan orang lain yang tidak punya hubungan darah yang wajahnya mirip dengan kita. Jadinya bisa dibilang kembar sembilan. Saya sendiri masih bertanya-tanya, dari kecil sampai tua wajah kita pasti mengalami perubahan. Mungkin wajah delapan orang itu mirip dengan wajah kita dalam berbagai fase hidup kita. Saya sudah bertemu dua orang, semoga masih bisa bertemu atau melihat enam lainnya. Kalau kamu?

Categories: Ngerumpi
  1. September 29, 2009 pukul 6:45 am | #1

    saya malah dibilang mirip sama paman saya, padahal kami berdua selalu merasa tak punya kemiripan wajah sama sekali,….

    selalu saja saya bilang…
    “SAya lebih tampan…!” dan berbuah k=jitakan…

    hahahah

  2. tink
    Oktober 4, 2009 pukul 6:08 am | #2

    ralat….

    keknya qta juga ga mirip2 amat…hihihihi…:D

  3. Tuenk
    Oktober 10, 2009 pukul 11:56 pm | #3

    Melihat Joe Sandy rasanya kok mirip ya? Dia versi rapih aku versi ganteng… Huekkk…

  1. Belum ada trackback.